Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
BERPAMITAN KE OPA SOEDJOKO !!


__ADS_3

"ngak ada tapi tapian, bunda ngak mau dengar alasan lagi dari kalian" potong nyonya agna tegas lalu beranjak dari duduknya dan berlalu keluar dari unit apartment tersebut tanpa pamit, begitupun dengan nyonya ivan yang mengikut dari belakang


sementara itu verrel dan pricilla masih terdiam di sofa tersebut, suasana berubah menjadi begitu hening dan tidak ada satupun dari mereka yang berbicara, cukup lama mereka berdua duduk dalam diam hingga akhirnya pricilla bangkit dari duduknya tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada verrel,


wanita itu keluar dari unit apartemennya dan berjalan entah kemana, pokoknya dirinya hanya ingin mencari ketenangan diluar sana


sementara disisi lain, verrel mengusap wajahnya dengan kasar sambil berguman dalam hatinya


"kenapa sih? gue harus ikut balik dengan dia ke indo" batin verrel


"gue kan kesini buat jagain opa, bukan jagain dia" gumamnya lagi


"ya tuhannn.....kenapa saya harus terjebak dalam masalah ini sih, kenapa saya harus menikahi wanita yang sama sekali tidak saya cintai, dan sekarang saya mau tidak mau harus bertanggung jawab atas dirinya" gumam verrel dalam hati sambil menarik rambutnya kasar


dan kini malam semakin larut, jam telah menunjukkan pukul 23:30 waktu setempat, dan pricilla belum saja pulang ke unit apartment milik suaminya itu, sudah sekitar 2 jam ia berada ditempat itu, tempat dimana yang membuat ia sedikit merasakan ketenangan, dan tempat itu tenyata di rofftop apartment tersebut, pricilla asyik memandangi sudut kota paris sambil meratapi nasib yang harus ia jalani saat ini, mau ngak mau ia harus kuat untuk menjalani semuanya, ditambah lagi dengan kabar buruk kalau kekasihnya itu mengalami koma, yang membuat dirinya benar-benar rapuh dan sudah tak sanggup lagi untuk memikul beban yang ia hadapi saat ini, bahkan air matanya pun telah habis saking ia benar-benar meluapkan kesedihan yang selama ini ia pendam.


setelah berjam jam duduk meratapi nasibnya disana, ia akhirnya menyadari kalau malam telah larut, dan dengan sigap ia menghapus air matanya dan kembali menguatkan dirinya lalu berjalan ke arah lift untuk segera balik ke unit apartment suaminya itu


kini pricilla telah berada di unit apartment milik verrel, dan ternyata suaminya itu belum saja tertidur akibat menunggu dirinya yang hilang entah kemana


"loh kemana aja sih hah??" tanya verrel dengan kesal

__ADS_1


"gak usah sok peduli deh lo" balas pricilla dingin dan berlalu begitu saja memasuki kamarnya


"hahah siapa juga yang peduli sama lo?? gue cuma ngak mau disalahin yah kalo loh tiba-tiba hilang dan tak tau kemana!! yah jelas lah gue yang kena juga" balas verrel dengan sedikit emosi sambil mengekor wanita itu masuk kedalam kamar


"terserah lo deh" balas pricilla malas, dan berlalu begitu saja masuk kedalam kamar mandi untuk segera bersih-bersih sebelum tidur


...----------------...


...----------------...


...----------------...


setelah selesai dengan ritual mandinya, sebelum ia berjalan kearah wadrobe untuk berpakaian ia terlebih dahulu membangunkan verrel yang masih asyik dialam mimpinya


"woiiii, bangunnn!" teriak pricilla pas depan muka laki-laki itu


verrel yang terkejut, sontak membangunkan kepalanya dan benar saja mata keduanya membelalak sempurna saat melihat bibir keduanya bersentuhan, meski tidak lama namun membuat sepasang suami istri itu merasa canggung dan salah tingkah, pricilla dengan secepat kilat berjalan kearah wadrobe dan verrel dengan secepat kilat bangkit dari tidurnya lalu berjalan memasuki kamar mandi untuk segera memulai ritual mandinya


dan setelah semuanya telah selesai berpakaian, verrel menelpon staf apartmentnya untuk membantunya membawa barang-barang miliknya dan juga milik pricilla untuk dibawa ke mobil, setelah itu ia juga tak lupa untuk menghubungi maminya dan mengatakan kalau dirinya dan pricilla sudah siap otw ke rumah sakit dan menunggu duo ibu-ibu itu diarea parkiran. dan setelah beberapa saat menunggu akhirnya duo ibu-ibu itu menampakkan batang hidungnya juga, mereka berempat pun langsung masuk kedalam untuk menuju ke rumah sakit. sedangkan hadi tak ikut untuk berpamitan ke presdir soedjoko karna jarak apartmentnya lumayan jauh dari RS jadi ia nantinya langsung menuju ke airport saja


dan kini waktu telah menunjukkan pukul 10:00 waktu setempat, mereka telah sampai dirumah sakit tempat opa soedjoko dirawat, mereka berempat pun mempercepat langkahnya menuju keruang rawat opa soedjoko

__ADS_1


klek bunyi pintu setelah dibuka oleh verrel


"ehh kalian sudah datang??" ucap tuan ivan dari dalam kamar


mereka berempat pun membalas hanya dengan anggukan dan kembali melanjutkan langkahnya kearah opa soedjoko


"halo opaa....verrel seneng deh melihat kondisi opa yang semakin hari semakin membaik" ucap verrel sambil memeluk hangat opanya itu dan hanya dibalas anggukan dan senyuman lebar dari sang opa


"ayah...mereka berdua mau pamit dulu, mereka sudah banyak kegiatan dijakarta yang tidak bisa di tunda-tunda lagi, opa ngak masalah kan kalau mereka balik duluan??" tutur nyonya ivan dengan lembut dan lagi-lagi hanya dibalas anggukan oleh opa soedjoko


"opaa....pricilla ijin pamit yahh! semoga opa sehat-sehat biar segera menyusul kita balik ke indonesia" ucap pricilla sambil memegang erat tangan sang opa


"opa titip verrel yah" balas opa soedjoko lirih dan langsung dibalas oleh pricilla dengan anggukan sambil tersenyum penuh arti


lalu opa soedjoko berbalik kearah verrel


"jaga istrimu baik baik yah, sayangi dan bahagiakan dia" tutur opa soedjoko dengan suara lirih


"baik opa, verrel janji ngak bakal kecewain opa" balas verrel sambil mengangguk paham


dan setelah semuanya telah berpamitan dengan opa soedjoko, mereka pun berjalan keluar dari rumahsakit dan bergegas menuju kearah parkiran untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke Airport Charles De Gaulle

__ADS_1


__ADS_2