Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
MENJADI PEMBANTUNYA VERREL


__ADS_3

kini jam telah menunjukkan pukul 07:00 pagi, terlihat pricilla sedang meregangkan tubuhnya dan berusaha membuka kedua kelopak matanya.


"keranjang cucian sudah penuh, sepertinya lantainya juga perlu di sapu dan dipel" teriak pria itu disamping pricilla yang tengah duduk bersandar di ranjang sambil memainkan ponselnya.


seketika itu juga kelopak mata pricilla langsung terbuka lebar, perkataan verrel barusan benar benar sudah seperti obat mujarab penghilang kantuk


"apa maksud lo berbicara seperti itu?? apa lo benar-benar menyuruhku melakukan semua pekerjaan rumah disini?" tanya pricilla sambil melototkan matanya


"sudah tau apa maksudku, kenapa masih buang-buang waktu untuk bertanya lagi??" balasnya sebelum berlalu keluar dari kamar tersebut


"wah sepertinya dia benar benar memperbudakku" gumam pricilla sambil berkacak pinggang.


dengan berat hati pricilla pun melakukan semua pekerjaan yang telah diperintahkan, ia menyambar ikat rambutnya yang berada di atas nakas lalu menggulung rambutnya secara asal. setelah itu ia kembali memulai pekerjaan yang sudah lama tak ia lakukan dirumahnya, pasalnya pricilla adalah seorang wanita karir, jadi untuk bersih bersih dan cuci pakaian ia selalu mengandalkan ART, namun soal masak-memasak ialah jagonya, hobby nya adalah memasak jadi soal rasa tak perlu diragukan lagi.


pricilla pun mulai merapikan tempat tidurnya yang berantakan akibat ulahnya semalam. selesai berperang dengan tempat tidurnya, dia memilih untuk menghampiri keranjang cucian di pojokan yang penuh dengan tumpukan baju kotor milik suaminya itu.


"duh, sepertinya beruang kutub itu mengerjaiku! bagaimana bisa sebanyak ini" gumamnya dalam hati.


pricillapun mengangkat keranjang yang penuh dengan pakaian kotor sambil berjalan keluar dari dalam kamar. sungguh pemandangan yang benar- benar berbanding terbalik. si suami sudah terlihat segar duduk di depan TV sambil ditemani secangkir kopi hangat. sementara istrinya keluar dari dalam kamar dengan rambut yang berantakan sambil menggendong keranjang cucian.


"sungguh suami, laknat" gumam pricilla dalam hati


pricilla pun memberikan tatapan tajam saat melewati suaminya diruang tamu, sementara verrel tak memperdulikan kelakukan wanita itu, ia masih asyik dengan ponselnya itu


sementara diruang belakang, pricilla terus menerus mengoceh dengan sendirinya


"huh, setidaknya gue enggak perlu nyuci pakai tangan" ucap nya sambil memasukkan satu persatu pakaian kotor kedalam mesin cuci.


"ya ampun bahkan aku belum pernah membiarkan tanganku menyentuh ****** ***** orang lain.." ucap pricilla sambil menautkan jari telunjuknya ke pakaian dalam milik verrel dengan perasaan jijik bercampur kesal dan geram.

__ADS_1


"semoga dia tidak menghancurkan semua pakaian ku" gumam verrel di yang masih stay di ruang tamu.


"tunggu, sepertinya aku melupakan sesuatu.....astaga" guman verrel yang kini telah berlari menghampiri pricilla


"heyy......jangan menyentuh pakaian dalam ku" teriak verrel setelah sampai disana


seketika suasana menjadi hening berubah menjadi kaku, verrel menatap pricilla canggung, begitu juga dengan pricilla yang kini menatap verrel lalu beralih menatap pakaian dalam verrel yang masih menggantung dijari telunjuknya


"tapi gue sudah menyentuhnya" sahut pricilla sambil menaikkan alisnya


"eee....eee....lain kali lewati bagian itu" balas verrel cepat, wajah nya sudah merona karena malu


"iuwww" timpalnya secepat kilat sambil melemparkan ****** ***** verrel kedalam mesin cuci


"itu... itu jangan di masukan ke mesin cuci." teriak verrel berusaha mencegah tangan pricilla saat hendak memasukan beberapa baju kaos dan satu set pakaian renang


"lalu??" tanya pricilla heran.


pricilla hanya bisa menghela nafasnya kesal, memberikan tatapan tajam sambil menyunggingkan bibirnya ke arah verrel.


"cepat, lo belum nyapu tuh diluar" sahut verrel dan berlalu begitu saja meninggalkan pricilla. dan pada akhirnya wanita itu mulai ngedumel sendiri sambil mencuci pakaian milik verrel


"bukannya kata orang-orang nikah muda itu enak ya? lah kenapa gue malah kayak gini? apanya yang enak coba??"


dan setelah semua pekerjaannya pun selesai, pricilla beranjak ke arah dapur, sepertinya wanita itu kini mulai kelaparan dan mau tidak mau harus memasak sendiri. namun saat ia sampai didapur ia kembali teringat kalau bahan makanan ngak ada sama sekali bahkan makanan instan pun tiada.


dan tibatiba pintu apartment terbuka, terlihat dimana verrel sedang menenteng dua kantong bahan makanan, dan beberapa makanan instan


pricilla melebarkan senyumannya melihat pemandangan itu, dengan cepat iya menyambar kantong belanjaan yang di pengan oleh verrel, namun verrel langsung menepisnya

__ADS_1


"heyy.....lo ngapain narik narik kantong belajaan gue" tepis verrel


"mau masaklah" jawab pricilla sambil melotot


"ha....ha...ha....emangnya lo bisa masak?? belajar ngepel dulu sana baru lo belajar masak" balas verrel meremehkan


"lo duduk diam di sana, biar gue yang masak" tambah verrel


pricilla pun mengangkat sebelah alisnya lalu tersenyum sinis kearah verrel, sementara itu verrel berjalan kearah dapur memulai aksinya. dan kini setelah 30menit lebih berperang didapur, akhirnya verrel keluar dengan membawa sepiring nasi goreng lalu menghampiri pricilla yang sudah menunggunya di meja makan.


"hahahaha..lo menghabiskan waktu gue setengah jam lebih hanya untuk membuat sepiring nasi goreng buruk rupa seperti ini??" ucap pricilla terkekeh sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"setidaknya bisa menjanggal lapar" jawab verrel dengan wajah datar


"lo terlalu percaya diri sih jadi orang" balas pricilla kembali meledek


"lo tunggu disini, biar gue yang masak" tambahnya lagi sambil berlalu kearah dapur


tidak memerlukan waktu lama, pricilla pun kembali menghampiri verrel di meja makan dengan membawa 2 piring berisi omelet dan piring satunya lagi berisi tumis sayur-sayuran


"nih, makan" ucap pricilla meletakkan masakannya itu di hadapan verrel.


sebenarnya pricilla sedikit canggung, ia mengerutuki dirinya sendiri, bisa bisanya ia bersikap layaknya seorang istri beneran di hadapan verrel saat ini


"duh kok gue seperti ini sih, apa karena ini pertama kalinya ada seorang wanita yang melayaniku seperti inj, apa ini rasanya mempunyai seorang istri" gumam verrel dalam hati yang juga menggerutuki dirinya


dan kini verrel pun mulai menyantap makanannya


"woww....ternyata dia beneran jago masak" gumamnya dalam hati

__ADS_1


"lumayan" ucapnya kepada pricilla, karena malu untuk mengakui masakan wanita yang dihadapannya itu dan pricilla pun yang mendengar itu,hanya memutar bola matanya kasar


__ADS_2