
6 bulan pun berlalu begitu saja, saking sibuknya pricilla di dunia entertaiment membuat dirinya sangat jarang berkunjung ke kantornya yang saat itu dikelola sementara oleh hadi kakak sulungnya, dan hal itu juga yang membuat presdir soedjoko sangat sulit untuk menemuinya.
sementara didunia entertaiment pricilla memiliki 3 orang sahabat sejati yaitu syifa,rizky dan juga fero, mereka lah yang banyak mengajari pricilla tentang dunia entertaiment yang sesungguhnya, sebab mereka bertiga sudah lebih dulu terjun didunia entertaiment jauh sebelum pricilla bergabung
awalnya mereka bertemu dalam satu judul sinetron yang sama, dan karena mereka bertemu setiap hari membuat mereka sudah kenal dengan pribadi masing masing dan itulah sebabnya mereka berempat menjadi seorang sahabat selama 1 tahun terakhir ini
...mereka berempat pun berbincang bincang saat lagi break syuting...
"sil lo ada acara ngak malam ini" tanya syifa tibatiba
"kayaknya gue lagi free sih" balas pricilla
"nonton yuk, lagi trending tuh trailernya film NIKAH MUDA"
"boleh juga tuh" balas pricilla
"hm bahas apaan nih" potong rizky bertanya
"ini ky, malam ini kita ada rencana mau nonton" sahut syifa menjawab pertanyaan rizky
"ikut dong" ucap rizky
"jadi kalian ngak ngajak gue nih?" sahut fero
"yaudah barengan aja, udah lama kan ngak nobar" balas pricilla memecahkan perdebatan
"jangan sampai ini cuma wacana doang ya, gue ngak suka!" tambah syifa malas
"kan lu penyebab wacana nya syifaaaa....." sahut fero sambil melayangkan ketokan di kepala syifa itu
"kan selama ini gue sibuk fer" balas syifa mengusap usap kepalanya
"yaudah pokoknya nanti malam jangan ada wacana wacana lagi, dan 1 lagi jangan ada yang ngaret yah, UNDERSTAND?" tambah pricilla menegaskan
"hmm" fero
__ADS_1
"okay" syifa
"gue jemput lo ya syif" seru rizky
"harus dong" ucap syifa
"gu-e" ucap fero yang langsung dipotong oleh pricilla
"gue berangkat sendiri dan kita langsung ketemu disana aja ya" potong pricilla sambil berdiri dari duduknya dan keluar dari ruang tersebut
disisi lain fero pun mengukir senyuman dibibirnya ke arah syifa sebagai tanda terimah kasih karena telah membantunya untuk menjalankan rencananya itu.
ya memang pada awalnya syifa dan fero pura pura untuk mengajak pricilla nonton bareng padahal itu adalah salah satu rencananya agar pricilla tak curiga kalau dirinya bakalan di berikan kejutan oleh sahabatnya itu malam ini.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
10 menit kemudian pricilla pun telah sampai di depan pintu restaurant
"kok sepi sih" tanya pricilla dalam hati
pricilla pun langsung membuka pintu restaurant tersebut dan ia melihat restauran itu sangat sepi dan gelap. awalnya pricilla ragu untuk melangkah masuk namun ada syifa yang terus meyakinkannya jadi pricilla pun memberanikan diri melangkah masuk kedalam restaurant tersebut.
tak berselang lama pricilla menghentikan langkahnya karena tiba-tiba lampu di restaurant tersebut telah dinyalakan
pricilla merasa kaget seakan akan yang dilihatnya itu adalah mimpi, ia melihat sang sahabat yang selama ini selalu menjaganya sedang bertekut lutut dihadapannya sambil memegang bunga besar yang menutupi seluruh wajah tampannya serta banyak balon dan bunga bunga bertebaran di sekitarnya
walaupun wajahnya tertutupi oleh sebuah bungan besar tetapi pricilla pun masih mengenali dengan jelas bahwa orang tersebut adalah sahabatnya. pakaian yang laki-laki itu kenakan juga sama dengan pakaian yang fero kenakan tadi
"fer.....?" ucapnya dengan nada pelan seakan akan tak percaya
fero pun mendongak ke arah pricilla dan langsung meraih kedua tangan milik pricilla dan menatapnya dengan penuh kelembutan
__ADS_1
"will you marry me?" tanya fero dengan lembut, namun dengan perasaan yang tak bisa dijelaskan
"fer lo ngak nge prank gue kan? jangan aneh aneh deh fero" ucap pricilla heran dengan semua yang ia lihat seakan akan tak percaya dan merasa kalau sahabatnya ini sedang ngeprank dirinya
"sil kok kamu ngomong gitu sih?" balas fero kecewa karena adegan romantisnya malah merasa lucu, karena ekspresi pricilla yang begitu membingunkan membuat dirinya merasa gemas kepada sahabatnya itu
"fero jangan ngada ngada deh lo lagi ngeprank gue kan, ah ngak lucu fer" jawab pricilla lagi yang benar benar tak mengerti apa ini sekedar prank atau memang benar benar ungkapan hati fero yang sesungguhnya
"sil ini serius, aku udah rencanain ini semua dari jauh jauh hari, aku suka sama kamu sil, sejak kita pertama kali kenal dan rasa itu masih ada sampai sekarang" jawab fero meyakinkan, sambil menatap sorot mata pricilla dengan lekat
"sil aku mau lebih dari seorang sahabat sil, aku sayang dan cinta sama kamu sil" tambahnya lagi
"sil kamu mau kan menerima lamaran aku?"
pricilla hanya mengangguk sambil tersenyum yang itu berarti bahwa dirinya setuju untuk menerima lamaran dari fero. dan fero pun bangun dari posisinya dan berdiri tepat dihadapan pricilla, ia mengambil sebuah kotak didalam jas nya dan segera membuka kotak itu dihadapan pricilla.
fero menarik tangan kanan pricilla dengan lembut lalu ia memasankan isi dari kotak itu ke jari manis pricilla dan setalah itu ia mencium punggung tangan sang kekasih sekaligus sahabatnya itu
"hm....hm masih ada orang disini yah" seru rizky yang saat ini berada dibelakang fero
"fer udah ah malu" ucap pricilla yang wajah nya sudah mulai merona
"yaudah yuk duduk disitu yah sayang" bisik fero pas ditelinga pricilla
"cie...cie selamat yah" tambah syifa dan langsung memeluk sahabatnya itu
"jadi kalian udah tau??" tanya pricilla ke syifa dan rizky
"yaiyalah, dan rencana nonton itu cuma dijadikan alesan buat lo mau ikut kita kesini heheh" jawab syifa sambil terkekeh
"yaudah yuk makan, ngak laper apa" sahut fero sambil mengambil garpu dan sendok di piringnya
mereka berempat pun menikmati makan malamnya sambil bertukar cerita dan menjelaskan ke pricilla secara detail bagaimana perjuangan mereka bertiga untuk men sukseskan acara ini
setalah menghabiskan makanannya mereka pun pulang masing masing, syifa yang balik bareng rizky dan pricila balik bareng fero dikarenakan pricilla ke mall hanya drop oleh supir pribadinya itu
__ADS_1