
Agatha Pricilla Agna, Seorang pengusaha muda berusia 20tahun yang kini menjabat sebagai Founder di sebuah perusahaan yang telah ia rintis sejak dini. dimana usianya pada saat itu baru menginjak 17 tahun.
diusianya yang masih terbilang muda, pricilla mulai terjun ke dunia bisnis, mulai dari bisnis fashion, kuliner, hingga akhirnya saat ini ia berhasil mendirikan perusahaan sendiri yang bernama AGNA GROUP yang diambil dari nama sang ibunda yang bernama Rasidha Agna.
kini perusahaan AGNA GROUP telah menjadi perusahaan dengan omzet miliaran rupiah dan sanggup bersaing dengan beberapa perusahaan kelas atas ditanah air
3 tahun yang lalu, disaat pricilla masih berusia 17tahun, ia masih berstatus sebagai seorang pelajar, membuat pricilla belum bisa memegang kendali atas penguasaan hak dari perusahaan tersebut, maka dari itu perusahaan AGNA GROUP di pegang penuh oleh Nyonya Rasidha Agna wanita yang ia panggil dengan sebutan bunda itu. namun setelah pricilla lulus sekolah nyonya agna kembali menyerahkan hak yang seharusnya menjadi milik putrinya itu.
"sil karena kamu sekarang sudah berusia 20tahun jadi bunda ingin menyerahkan kembali hak yang seharusnya menjadi milik kamu nak" ucap nyonya agna
"bun? bunda kok ngomong begitu?" balas pricilla terhenti sejenak
"kita kan sama-sama merintis perusahaan ini sampai bisa seperti sekarang bu, jadi itu bukan milik pricilla sepenuhnya tapi kita semua bun" tambah pricilla lagi
"bunda, ini juga berkat doa bunda, bunda tiada hentinya memohon agar putri kecil bunda ini diberikan kesuksesan, dan alhamdulillah sekarang ini doa bunda telah di ijabah oleh allah bun" tambah pricilla dengan mata yang berkaca-kaca
"kamu benar-benar berhati malaikat nak, semoga allah terus memberikanmu kebahagiaan dunia akhirat" ucap nyonya agna kepada putrinya itu dan tanpa sadar air matanya pun telah menetes
__ADS_1
"bunda" panggil pricilla serius
"rencananya....pricilla hanya akan mengelola perusahaan cabang yang ada dijakarta bun, karna pricilla berniat untuk melanjutkan kuliah disana, dan untuk kantor pusat dan beberapa cabang lainnya itu semuanya pricilla percayakan kepada bunda" tambah pricilla dengan yakin
"kamu yakin sil?" tanya nyonya agna
"yakinlah bun, lagipula pricilla ngak bisa mengelola terlalu banyak perusahaan karna pricilla juga harus fokus dengan kuliah pricilla" jawab pricilla dengan yakin
"jadi kapan kamu rencana berangkat ke jakarta?" tanya agna lagi
"dua bulan lagi bunda, tapi sebelum itu pricilla akan bantu bantu bunda mengelola kantor pusat yang ada disini" jawab pricilla
sementara Hadisantara Agna putra sulung dari nyonya agna itu, sekarang ini telah tinggal di kota bali karna telah diberikan kepercayaan selaku anak pertama untuk mengelola perusahaan cabang AGNA GROUP yang berkembang pesat di bali. sedangkan Dewantara Agna selaku anak kedua diberikan kepercayaan oleh bundanya untuk mengurus perusahaan cabang yang ada di kalimantan. dan Rasidha Agna pun tetap memilih untuk tinggal di kota makassar untuk mengelola kantor pusat dan beberapa cabang yang ada di kota itu.
sekitar 5 tahun yang lalu, mereka berempat hidup serba kekurangan, sejak mereka ditinggal pergi begitu saja oleh ayahnya, pria itu pergi begitu saja dan tak pernah mencari keberadaan anak anaknya apalagi menafkahinya. maka dari itu, nyonya agna lah yang harus bekerja banting tulang demi kelangsungan hidup dirinya dan juga ketiga anaknya, bertahun tahun mereka merasakan begitu peliknya kehidupan dengan hidup yang serba kekurangan karena penghasilan hanya dari toko butik kecil yang hasilnya tak pernah cukup untuk keperluan sehari hari, apalagi untuk biaya pendidikan ketiga anak anaknya itu.
karena tidak ingin membebani keluarganya, pricilla mulai mencoba berbagai cara untuk mendapatkan penghasilan sendiri mulai dari jual online, jualan di sekolah, sampai jualan di pinggiran pinggiran toko semua ia pernah coba. kegagalan demi kegagalan sering datang menghampiri pricilla, namun semangatnya tak membuat pricilla berhenti untuk terus menjalani bisnisnya dan tetap kekeh mewujudkan cita citanya untuk menjadi seorang pengusaha terkenal.
__ADS_1
sampai pada akhirnya, pricilla menjadi seorang selebgram karna dirinya memang memiliki sekitar 33k followers pada saat itu, dan dengan modal paras cantiknyalah dan juga kelihaiannya berbicara di depan umum menjadikan dirinya bisa mendapatkan penghasilan dari sebuah endorsement.
itulah awal cerita kesuksesan seorang pricilla, dengan bermodalkan followersnya yang banyak yang mempermudah dirinya melariskan berbagai macam bisnis miliknya, mulai dari bisnis kuliner, bisnis clothing line hingga bisnis cosmetik semuanya terjual dengan laris, dan tanpa di sangka sangka hanya dalam jangka 3 tahun dia mulai mendirikan sebuah perusahaan di kota makassar yang bernama PT.AGNA GROUP yang kini perusahan tersebut telah berkembang semakin pesat di tanah air, serta berhasil mendirikan cabang diberbagai kota.
namun semua itu tidak dapat pricilla lakukan sendiri melainkan mendapat bantuan dan dukungan dari bunda serta abang abangnya dan tak lupa pula berkat dari doa tulus dari sang ibunda yang terus memohon agar anak anaknya itu diberikan kesuksesan oleh allah swt.
...kini diruang meeting salah satu kantor cabang...
...AGNA GROUP...
terlihat dua pria berpakaian formal sedang berbincang dengan seorang wanita paruh baya
"bunda dapat kabar dari rere (asistennya) kalo collega kita yang dibali ingin berkerja sama untuk membangun perusahaan di china, bagaimana menurutmu hadi?" tanya nyonya agna kepada hadi anak sulungnya itu
"apa kau sanggup bolak balik china - bali untuk terus memantau perkembangan perusahaan yang ada disana nantinya ?" tambah nyonya agna lagi
"bagaimana bisa bun mengelola 2 perusahan di negara yang berbeda?? pasti merepotkan sekali, apalagi kan hadi sekarang sedang sibuk mengurus pernikahan hadi dengan nagita bun" balas hadi sedikit menolak
__ADS_1
"maka dari itu hadi, bunda berikan kamu satu perusahaan lagi untuk kamu urus, supaya kamu bisa menghidupi anak istrimu nanti dengan layak, karna bunda tak mau cucu bunda merasakan apa yang pernah kita rasakan nak" tutur nyonya agna
"hmm baiklah bun akan hadi coba" balas hadi dengan terpaksa