Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
MERATAPI NASIBNYA YANG MALANG


__ADS_3

Kini malam pun mulai larut, dan saat ini pricilla telah berada dikediamannya yang berada kawasan bintaro itu, pricilla sengaja kembali ke rumahnya karena pricilla merasa saat ini ia butuh waktu untuk sendiri dan tak ingin diganggu oleh siapapun


setelah menekan bel berkali-kali akhirnya salah satu ARTnya pun membuka pintu dengan wajah yang sangat terkejut, namun pricilla hanya mengabaikannya dan berlalu begitu saja naik menuju kearah kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya kembali


setelah beberapa saat berselang, pricilla pun terlihat sedang duduk diatas kasur empuknya sambil merengkuh kedua lututnya lalu menangis sejadi-jadinya. wanita itu menangis sambil meratapi nasib malang yang terus menerus menimpanya belakangan ini, pikirannya terus tertuju kepada kedua sahabatnya yaitu syifa dan juga rizky.


"apakah mereka akan berubah sama seperti tante niki yang kini berbalik membenciku" gumamnya dalam hati


"jelas saja mereka kecewa kepadaku" ucapnya lagi dengan lirih


kata-kata syifa yang tadi pun masih terngiang-ngiang dialam pikir pricilla saat ini, ditambah lagi ketika pricilla mengingat raut wajah rizky yang sangat terpampang jelas bahwa laki-laki itu juga nempakkan wajah kecewanya disaat pricilla telah mengakui bahwa dirinya benar sudah menikah, bahkan rizky saat itu pun menatapnya dengan tatapan nanar seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya saat itu


"arhkkkkk......." pekik pricilla menangisi nasibnya


setelah beberapa saat, pricilla pun kini berbaring lalu memeluk bantal guling sambil menatap kearah ponselnya dimana dilayar wallpaper ponselnya itu adalah foto persahabatan mereka berempat dimana ada Pricilla, Fero, Rizky dan juga Syifa didalam foto tersebut


"maafin guee....gue gak bermaksud untuk mengecewakan kalian...." ucapnya dengan lirih sambil mengusap usap layar ponselnya itu


"gue gak ada pilihan lain.....gue sangat terpaksa....." tambahnya lagi lalu kembali menangis sejadi-jadinya.


...****************...


kini malam pun telah berganti pagi, matahari yang sudah mulai meninggi menembus masuk kedalam celah jendela kamar wanita itu, namun pricilla masih enggang untuk bangun dari tidurnya dan memilih untuk menutup dirinya menggunakan selimut tebal


sementara disisi lain, terlihat nyonya agna yang sudah siap dengan pakaian kantornya sedang turun menuju kearah dapur untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat kekantor. setelah tiba didapur salah satu ARTnya pun langsung menghampirinya dan menginfokan kepada nyonya nya itu bahwa pricilla semalam balik kerumah ini dengan kondisi yang sangat berantakan dan wajahnya yang terlihat jelas begitu sembab seperti habis menangis.


nyonya agna pun yang mendengar itu dengan cepat berlari naik menuju arah kamar putrinya untuk memastikan keadaan pricilla, setelah tiba didepan pintu kamar pricilla, nyonya agna pun mencoba mengetuk lalu membuka pintu kamar pricilla, namun setelah berkali-kali ia ulang akan tetapi nyonya agna tak mendengar ada tanda-tanda yang akan membukakannya pintu, sampai pada akhirnya nyonya agna pun meminta vivi (asisten pricilla sebelumnya yang saat ini menjadi asisten nyonya agna) untuk memanggilkan seorang teknisi agar pintu kamar tersebut bisa segera dibuka

__ADS_1


sementara menunggu vivi mengurus pintu kamar putrinya itu, nyonya agna pun memilih untuk menunggu diruangan tamu dan membatalkan untuk berangkat kerja pagi ini, tak berselang lama nyonya agna pun meraih tasnya lalu merogoh ponselnya dan segera menelfon menantunya itu


📞 "halo assalamualaikum bun" balas verrel diseberang sana dengan suara bising dilokasi syuting


📞 "waalaikumsalam nak verrel....." jawab nonya agna


📞 "ini bunda mau tanya, kalian berdua ini lagi ada masalah yah? sampai-sampai pricilla balik kerumah?" lanjut nyonya agna bertanya


📞 "ohhh....jadi pricilla ada dibintaro yah bun?" tanya verrel balik


📞 "iya nih kata bibi semelem dia pulang dengan kondisi yang sangat berantakan dan wajahnya sembab seperti habis nangis....tapi bunda belum cek juga sih karena pintu kamarnya sengaja dikunci" jawab nyonya menjelaskan


📞 "ohhh ituu bunda.....semalam pricilla habis dari pesta ulang tahun iky, dan semalam....." jawab verrel menggantung


📞 "semalam kenapa rel?" tanya nyonya agna penasaran


📞 "hah....? jadi orang-orang semuanya sudah pada tahu mengenai pernikahan kalian??" balas nyonya agna terkejut


📞 "orang-orang taunya pricilla sudah menikah bun, tapi mereka tidak tau kalau pricilla menikah dengan siapa" balas verrel


📞 "maaf bunda.....semalam verrel juga gak tau harus berbuat apa, jadi verrel diam aja. mungking karena itu pricilla marah dan ngak mau terima telepon aku dari semalem"


📞 "verrel juga balik ke bogor karena aku kira pricilla balik kesini. eh pas verrel sampai dirumah ternyata pricilla tidak ada disini" tambah verrel lagi merasa bersalah


📞 "hmmm yaudah gak apa-apa, temuin istri kamu secepatnya yah, selesain masalah kalian" balas nyonya agna


📞 "baik bunda, tapi setelah verrel selesai syuting yah bun" balas verrel

__ADS_1


📞 "iya nak, bunda tutup dulu yah teleponnya.....Assalamuaalaikum" balas nyonya agna sambil menutup teleponnya


Vivi yang melihat jika nyonya agna telah selesai telepon pun langsung menghampirinya


"pintunya sudah terbuka nyonya' ucap vivi menjelaskan setelah menghampiri nyonya agna


"emmm....terus mana teknisinya?" tanya nyonya agna bingung, karna biasanya untuk membuka pintu kamar seperti kamar milik pricilla yang menggunakan acces fingerprint biasanya harus meghubungi teknisi khusus untuk membantu kita membuka pintu yang sedang bermasalah


"saya menggunakan kode nyonya, pricilla pernah memberitahu saya kode pintu kamarnya karna waktu itu ada berkas didalam kamar yang harus saya ambil" jawab vivi menjelaskan


"hmmm baiklah, saya coba menemuinya dulu yah" balas nyonya agna lalu bangkit dari duduknya dan berjalan naik menuju kearah kamar putrinya


"sill...bangun sayang....ini udah siang" ucap nyonya agna sambil menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh putrinya itu


"pricilla bangun sayang" ucapnya sekali lagi karna tak mendapat balasan dari pricilla


"bun...pricilla masih ngantuk" ucap pricilla lalu menarik kembali selimut untuk menutupi wajahnya


"sil wajah kamu sembab banget sayang, sini cerita sama bunda biar kamu bisa merasa lega" ucap nyonya agna dengan lembut kepada putrinya itu


"apasih bunda" dalih pricilla lalu kembali menenggelamkan seluruh wajahnya dibalik selimut tebal itu


"verrel tadi udah cerita ke bunda, kalau ternyata niki-" ucap nyonya agna terpotong


"bundaa stop jangan dibahas lagi" potong pricilla dengan cepat


"bunda, pricilla lagi pengen sendiri....pleaseee...." ucap pricilla lagi menatap kearah bunda seraya memohon

__ADS_1


"baiklah...kalau gitu bunda keluar" balas nyonya dengan tersenyum lalu mengusap rambut putrinya itu dan setelah itu nyonya agna pun berlalu keluar dari kamar tersebut


__ADS_2