
"waduhh, mami pake acara mau liat lagi" guman pricilla dalam hati yang tak kalah kagetnya dengan verrel
"o-oh yah mi, pri-pricilla boleh" ucap pricilla yang terlihat ragu-ragu, namun wanita itu hanya gelagapan mencari topik agar bisa mengalihkan mami dan bundanya itu dari map tersebut
"apa sayang?....kamu mau apa? ngomong aja ke mami, jangan sungkang-sungkang ah sama mami" jawab nyonya ivan dengan lembut
"i-ini mi, pri-" ucapnya sambil berfikir keras
"pri- pricilla sebenarnya mau minta diajarin resep makanan favorit verrel miii" jawab pricilla sambil nyengir dengan akting malu-malu
"boleh juga nih akting dia" ucap verrel dalam hati
"yahh bolehlah sayang boleh banget malahan" balas nyonya ivan dengan gembira kepada menantunya itu
"tumbeng banget" sahut nyonya agna penuh curiga
"ya gak papa dong jeng" balas nyonya ivan dengan cepat
"oh yahh....kamu mau praktek sekarang sayang??" tanya nyonya ivan beralih ke menantunya
"lebih cepat lebih baik mi" balas pricilla dengan cepat
"ya udah sayang yuk kita ke dapur" ucap nyonya agna sambil menggandeng tangan menantunya itu
"eh....tunggu dulu" teriak verrel menghentikan
"ada apa lagi kamu?" tanya nyonya ivan malas
"tadi mami sama bunda kesini mau ngapain??" tanya verrel dengan penasaran
"oh itu....mami sampai lupa ngomongnya" ucap nyonya ivan terjeda sambil menempuk jidatnya
"tadinya sih mami sama bunda mau panggil kalian buat turun sarapan, tuh abangnya pricilla juga udah nungguin dibawah" jawab nyonya ivan panjang lebar
"ohh jadi bang hadi disini juga??" sahut pricilla dengan sumringah
"iyaa sil, bunda kesini sama abang kamu" jawab nyonya agna
"yaudah yuk kita turun, kasihan hadi udah nungguin dibawah" potong nyonya ivan, dan setelah itu ia mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan diikuti oleh pricilla dan nyonya agna dari belakang
__ADS_1
sedangkan verrel?? laki-laki itu dengan sigapnya mengambil map barusan lalu ia simpan dilaci nakas yang berada disamping tempat tidurnya. setelah itu ia baru menyusul turun kebawah untuk sarapan
"wahh ini mami semua yang masak??" ucap pricilla setelah melihat banyak makanan di meja makan
"ini yang masak mami sama bunda sayang, kita buat menu yang sangat spesial untuk merayakan pindahan kamu" jawab nyonya ivan
gembira
"kalau gitu besok-besok aja yah mii belajar masaknya, soalnya kan sayang ini makanan sudah banyak" ucap pricilla sambil mendudukkan dirinya di kursi meja makan
"iya sayang gak apa-apa" jawab nyonya ivan yang juga telah mendudukkan dirinya
sedangkan nyonya agna berjalan kearah ruang tamu untuk memanggil putranya buat sarapan
begitupun dengan verrel, laki-laki itu telah turun dari kamarnya dan segera mendudukkan dirinya di kursi meja makan tersebut. dan kini mereka pun telah memulai sarapannya sambil berbincang-bincang hangat antar keluarga
"oh yah sil gimana tidurnya semalam? semoga kamu betah di sini yah sayang" celetuk nyonya ivan. pricilla pun hanya tersenyum sambil mengangguk mengiyakan perkataan mertuanya itu
"sil, bunda ngak mau yah kamu bertingkah aneh-aneh lagi seperti kemarin-kemarin" tambah nyonya agna memperingati putrinya itu
"hmm iya bun" balas pricilla malas
"kalian ini ada-ada aja" tambah hadi sambil geleng-gelang tak habis pikir
dan kedua pasutri itupun hanya terdiam tak bergeming, mereka tak memiliki pembelaan sedikitpun atas perbuatan yang telah mereka lakukan, mereka terus saja terdiam sambil menunduk karena mereka sadar apa yang telah ia lakukan itu memang sudah sangat keterlaluan
"oh yah, mami juga mau bilang, kalau hari ini mami udah mau balik ke jakarta, karena besok jam 7 pagi mami akan takeoff keparis buat gantiin papa ivan jagain opa" tutur nyonya ivan panjang lebar
"jadi mami minta sama kalian, kalian yang akur akur yah, jangan sering-sering berantem kayak anak kecil" tambah nyonya ivan kepada putra dan menantunya itu
"baik mi" jawab pricilla dengan cepat
"jadi papa mau balik ke indo mi??" tanya verrel
"iyya verrel, mau ngak mau papa harus balik ke indo karena ada sedikit kendala diperusahaan" jawab nyonya ivan
"oh gitu mi" balasnya sambil melanjutkan makannya
"bunda sama abang mau nginep kan??" celetuk pricilla disela sela makan
__ADS_1
"ya enggak lah sil, bunda sama abang kesini cuma mau memastikan kamu ngak akan bertingkah aneh-aneh lagi, apalagi sampai merepotkan suamimu itu" jelas nyonya agna
"yahh nginep sehari kek bun" ucap pricilla memelas
"ngak bisa sayang lain kali aja yah, bunda lagi banyak urusan akhir-akhir ini" jawab nyonya agna
"hmm" balas pricilla pasrah
setelah perbincangan itu, merekapun kembali melanjutkan makannya dengan lahap, dan setelah mereka menyelesaikan makannya, pricilla dengan cekatan mengambil piring-piring untuk segera dicuci, sedangkan duo ibu-ibu itu beralih keruang keluarga untuk berbincang-bincang hangat sambil menonton serial tv kesukaannya, sementara verrel, ia kembali naik ke kamarnya untuk segera bersiap-siap berangkat syuting. sedangkan hadi, ia malah berjalan menghampiri adiknya itu yang sedang sibuk mencuci segala perabotan makan barusan.
"eh bang, abang ngapain kesini?" ucap pricilla bingung
"abang cuma mau menagih janji kamu" ucap hadi dengan dingin
"janji?" ucap pricilla sambil berpikir
"janji kamu untuk segera memutuskan fero" jawab hadi dengan cepat
"jangan bilang kamu sampai lupa yah" tambahnya lagi
"kamu jangan main-main yah dengan ucapan kamu, kamu tahu sendiri kan kalau abang paling tidak suka orang yang ingkat janji" tambahnya lagi dengan serius, dan sedikit menekankan di kalimat terakhir
"i-iiya bang pricil dengan kok" jawab wanita itu gelagapan
"jadi kapan kamu mau putusin fero?" tanya hadi tanpa basa basi
pricilla pun hanya terdiam, ia tak tahu harus mengatakan apa?? dirinya sangat kebingungan sekarang ini
"sil....." panggil hadi
"i-iiya bang, secepatnya" ucap pricilla ngasal
"kalau begitu abang kasih kamu waktu sampai besok, dann kalau besok kamu belum juga mengatakan yang sebenarnya kepada fero, maka abang yang akan turun tangan langsung"
"tapi bang...." balas pricilla terpotong
"ngak ada tapi-tapian sil, janji yah tetap janji" potong hadi dengan tegas, dan setelah itu ia berlalu begitu saja meninggalkan adiknya itu yang masing mematung
"tapi fero lagi koma bangg....." ucap pricilla dengan lirih yang hampir tak terdengar, dan tanpa ia sadari air mata itu kembali lolos membasahi pipinya
__ADS_1