
kini verrel melirik sekilas kearah sudut ruangan, seperti sedang mencari cari sesuatu disebelah sana. dan benar saja senyumnya langsung merekah setelah melihat kedipan demi kedipan yang terpacar dari lampu CCTV tersebut
dengan cepat ia menarik resleting celananya dan sedikit mengangkat tubuhnya untuk menurunkan celananya sebatas lutut tanpa melepaskan ciuman mereka
tubuh pricilla pun menggelinjang kegelian merasakan sesuatu dibawah sana yang sedang digesek gesekkan oleh verrel
"awwwwhh...ahhhh" des(a)h pricilla dengan mata terpejam
dan tak menunggu lama, verrel pun perlahan mengangkat bokong pricilla dan mengarahkan miliknya untuk masuk menebos kedalam tanpa melepas ciumannya, namun percobaan pertama pun gagal karna milik pricilla terasa sangat sempit.
tak mau menyerah verrel pun melakukan percobaan kedua, kali ini ia melepas ciumannya, memberikan dirinya dan juga pricilla kesempatan untuk menghirup oksigen sebanyak banyaknya. kini tangan kekar verrel mulai mencengkram bokong pricilla dan mulai untuk melakukan percobaan kedua untuk masuk menebos kedalam milik pricilla
"a(ww)hh...mmm(hhh)" des(a)h keduanya setelah penyatuan itupun berhasil, sekilas ia melihat ekspresi pricilla yang memejamkan matanya sambil menghadap keatas, namun disaat yang bersamaan air mata wanita itupun lolos jatuh menyentuh dadanya, melihat itu verrelpun mendiamkan miliknya didalam milik pricilla lalu memeluk wanita itu dengan erat, setelah itu iapun menghadiahi ciuman lembut dibibir istrinya itu
setelah merasakan pricilla membalas ciumannya, iapun kembali memegang bokong istrinya itu lalu menggerak-gerakan diatas pangkuannya, kedua tubuh itu pun bergerak seirama
"(aa)rggh..ini nikmat sekali sayang" verrel menggeram saat tubuh pricilla meliuk-liuk diatas pangkuannya
"(mmmm)hhh.....(mmmm)pptthh" lenguh pricilla
verrel pun melepaskan tautan bibirnya dan kini beralih ke dada pricilla untuk menyes(a)pnya dengan lahap
"ahhh...veerr-reel...aashh" des(a)h pricilla merasa nikmat
"(m)pppt(hhh)" rancau pricilla yang terus digoyang oleh verrel
desah(a)n yang keluar dari mulut pricilla pun membuat verrel semakin menggila
__ADS_1
"ouw(hhhh).....panggil namaku sayang" rancau verrel sambil memaju mundurkan tubuhnya, saat ini mereka sudah tidak melakukan pagutan bibir karna terlihat pricilla sudah terkapar lemah dibawah sana
"mm(s)hhh.....a(ww)hhhh....."des(a)h pricilla
"panggil namaku saya...ngg.." rancau verrel mempercepat temponya lalu kembali meng(u)lum salah satu dada pricilla untuk memberikan reaksi kepada wanita itu
"(a)hhh....verr-reel....mm(pp)thh" lenguh pricilla dengan nikmat atas sensasi yang sangat luar biasa dari sentuhan bibir verrel
"ahhhh....ahhhh......ver-rrel" desah pricilla dengan hebat yang sudah hampir mencapai puncak
"dikit lagi saa...yang...ahhh" balas verrel mempercepat goyangannya
"mmm(ppp)ttt veerreell" rancau pricilla berkali kali
"aahhhh....(aa)hhh.....awww"
"ouw(hhhh).....shhhh" rancau verrel dengan nikmat sambil mempercepat goyangannya saat dirinya merasa sudah akan sampai puncak
"aarrgghhh .. sayaaang" verrel menggeram hebat saat menyemburkan cairan itu kedalam milik pricilla
"aa(h)hhhh......ver-rrel...mppptt" lenguh pricilla setelah merasa ada sesuatu yang menyembur didalam sana
verrel pun memberi kecupan manis bibir istrinya tanpa melepaskan miliknya didalam sana
"good job....sayang....ahhh..thankyou" ucapnya sambil tersenyum, menatap wanita nya itu pun dengan lekat, sungguh tatapannya sulit untuk diartikan, hanya verrel lah yang mengerti perasaannya saat ini
setelah beberapa saat ia pun melirik pricilla yang terlihat sangat lelah dan tak lagi bersuara, ia pun perlahan menarik miliknya itu untuk keluar dengan perlahan, lalu ia berdiri dan meraih tissue diatas meja ruang tamu itu dan mengusap bagian inti pricilla dan menghadiahinya dengan sebuah kecup(a)n singkat
__ADS_1
"you are still a virgin baby" ucapnya sambil tersenyum saat mengusap bagian inti pricilla dan melihat ternyata ada bercak darah dibawah sana
setelah itupun ia menggendong tubuh pricilla untuk masuk kedalam kamar, dengan tubuh keduanya yang masih sama sama polos.
kemudian ia pun membaringkan tubuh istrinya itu perlahan dan sangat hati hati diatas kasur empuknya yang tadi ia telah bersihkan, setelah itupun ia berjalan kesebelah kasur tersebut dan membaringkan juga tubuhnya tepat disamping istrinya itu
"hummmm sungguh malam yang panjang" ucapnya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya polosnya
...FLASHBACK OFF...
saat ini, jam telah menunjukkan pukul 09:00 pagi, verrel kembali menyesap kopi favoritnya sambil merogoh ponselnya didalam kantong untut segera memesan makanan siap saji
dan tak lama berselang, bunyi bel apartment pun berdenting, verrel yang menyadari itu langsung bangkit dari duduknya dan berlalu kearah pintu untuk membuka pintu unit apartmentnya itu
"permisi ini ada kurir yang mengantarkan makanan" ucap staff apartment itu setelah pintu dibuka oleh verrel
"baik, terimakasih" balasnya sambil meraih makanan tersebut lalu kembali menutup pintunya
verrel pun berlalu menuju kearah dapur dan menyiapkan makanannya sendiri, sekitar 5menit kemudian terlihat verrel pun kini telah menyelesaikan sarapan paginya dan berlanjut untuk segera membersihkan bekas makanannya itu sendiri.
Setelah semuanya selesai, verrel pun berjalan kearah kamar tidurnya dan kamar berlalu masuk menuju kearah kamar mandi tanpa menghiurakan pricilla yang masih setia dengan kasur empuknya itu
sedangkan pricilla yang menyadari pintu kamar terbuka, wanita itu langsung terburu-buru membenamkan dirinya didalam selimut karena wanita itu sangat malu semalu-malunya untuk menampakkan wajahnya lagi depan verrel saat ini
sekitar 10 menit berlalu, verrel pun telah menyelesaikan ritual mandinya, ia keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk dipinggangnya dan rambutnya yang masih sedikit basah. mendengar pintu kamar mandi terbuka pricilla dengan tidak sengaja menatap kearah tersebut dan matanya pun langsung tertuju kearah verrel yang saat ini sedang berdiri didepan pintu kamar mandi tersebut. wanita itupun menatap dada bidang suaminya itu dengan tatapan yang sangat sulit diartikan, sedangkan verrel yang menyadari itu langsung menyeringai tipis dan berjalan mendekat kearah pricilla
"kenapa diliatin se-begitunya hah? lo mau pegang?" tanya verrel menggoda wanita itu.
__ADS_1