
setelah perbincangan antara ibu dan anak itu selesai, verrel dengan wajah kesalnya langsung berpamitan untuk pulang lebih awal bersama istrinya. karena tentu saja perdebatan itu berakhir dengan dimenangkan oleh nyonya ivan, sebab kemampuan wanita satu itu tak terkalahkan jika menyangkut soal perdebatan.
setelah menempuh jarak sekitar 45 menit, kini mobil yang dikendarai verrel memasuki kawasan gedung bertingkat yang biasa disebut dengan apartment, dan laki-laki itu menghentikan mobilnya tepat di area parkiran khusus penghuni apartment tersebut. mereka pun berjalan beriringan menuju lift pribadi yang secara otomatis akan membawa mereka ke unit apartment miliknya.
setelah sampai di apartment, verrel langsung meredakan kekesalannya dengan berendam air hangat untuk beberapa saat, apalagi cuaca dingin yang sedang melanda kota paris saat ini adalah pilihan yang tepat untuk berendam air hangat.
sedangkan pricilla, ia hanya membuka jacket tebalnya lalu berjalan kearea dapur untuk segera membuat hidangan makan malam
pricilla mengambil beberapa bahan masakan, dan berkutat dengan lihai, hanya dengan hitungan menit kini masakan mulai tersaji satu persatu di atas meja, pricilla memandang takjub dengan apa yang telah ia masak, kemudian ia mengeluarkan beberapa jenis buah dari dalam kulkas lalu menyusunnya dengan rapi di atas meja
"akhirnya selesai juga" ucap pricilla tersenyum takjub
pricilla beranjak dari dapur dan berjalan menuju ke kamar untuk memanggil verrel dan mengajaknya makan malam bersama.
"makan malam dulu" ucap pricilla singkat
"hmmm" verrel hanya berdehem malas sambil mengosok gosok rambutnya dengan sebuah handuk kecil
pricilla yang melihat itu langsung terpesona dengan badan kekar verrel, yang sudah seperti roti sobek itu
"hmmmm....apa lo mau sekarang??" goda verrel mendekati pricilla
pricilla yang melihat itupun dengan cepat mengalihkan tatapannya "gue tunggu di meja makan" ucap pricilla cepat lalu berlari ke arah dapur
__ADS_1
dan kini hanya kesunyian yang terasa dimeja makan saat ini, keduanya canggung untuk membuka mulut, apalagi ditambah dengan kejadian dikamar barusan yang membuat keduanya enggang tuk bersuara
setelah makan malam selesai, seperti biasa verrel berlalu begitu saja, tanpa sepatah kata bahkan ucapan terimakasih pun tak ada, namun kali ini ia tak lagi ke ruang tamu melainkan ia berjalan kearah kamarnya.
sedangkan pricilla bergegas mencuci segala piring kotor kemudian kembali merapikan dapur tersebut. setelah semuanya selesai pricilla mengambil jacket tebalnya yang tadi di letakkan sembarangan lalu berjalan menuju ke kamarnya.
pricilla dibuat terheran, melihat verrel yang kini telah bersantai ria diatas kasur empuk yang ia tempati semalem
"duh....gawat nih" gumam pricilla dalam hati sambil berjalan ke arah kamar mandi
tak berselang lama pricilla keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit ditubuhnya, ia berjalan kearah wardrobe untuk segera berpakaian, beberapa menit kemudian ia keluar dari wardrobe, dan matanya langsung tertuju kearah kasur dan dimana laki-laki yang telah berstatus sebagai suaminya itu telah tertidur lelap diatas kasur empuk tersebut.
"duh, kasur empuk ku" ucap pricilla cemberut
sedangkan verrel yang sedang berpura pura terlelap, berusaha menahan tawanya karena telah berhasil mengerjai wanitanya itu.
"tak apalah berbagi kasur dengannya, setidaknya gue tidak harus tidur dilantai" gumam pricilla dalam hati setelah membaringkan tubuhnya.
sementara verrel yang menyadari itu sontak langsung terbangun dari tidur pura puranya
"heyy.....ngapain lo tidur disini" ucap verrel tak terima
"bukannya lo udah tidur tadi??" balas pricilla heran
__ADS_1
"ah, pokoknya lo harus turun dari sini, ini kasur milik gue, jadi gue punya hak buat ngusir lo" ucap verrel dengan nada tinggi
"please, malam ini doang" ucap pricilla memelas
"diluar sana sedang turun salju, apa lo tega ngeliat gue tidur dilantai yang dingin" tambahnya lagi dengan memelas
"itu urusan lo, gue ngak peduli" ucap verrel yang tetap kekeh
"please, just this time" ucap pricilla memelas sambil memegangi tangan pria itu
verrel berpikir sejenak hingga akhirnya ia mengizinkan wanita itu berbagi kasur dengannya, melihat pricilla yang terus terus memohon kepadanya membuat hatinya yang keras sedikit luluh.
"okay, tapi ingat !!! hanya untuk malam ini" ucap verrel datar lalu kembali membaringkan tubuhnya
begitupun dengan pricilla yang kembali membaringkan tubuhnya yang memunggungi verrel sambil menarik selimut kuat-kuat yang membuat verrel tidak kebagian kehangatan dari selimut lembut tersebut. pricilla pun tertidur dengan nyaman di samping verrel, dirinya sudah cukup yakin kalau suaminya itu tidak akan berbuat yang macam-macam terhadapnya, mengingat ocehan verrel saat malam pertama pernikahannya membuat dirinya semakin yakin kalau pria disampingnnya itu tidak akan berbuat macam macam terhadapnya.
kini suara jam yang terus berdetak di ruangan itu. ditemani derasnya guyuran salju yang masih setia menerpa bumi, serta di tambah suara petir yang terus bersahutan membuat asyik bermain di alam mimpinya menjadi terganggu. pricilla terus bergerak kekanan dan kekiri, terlihat sedang tidak nyaman karena merasa terganggu oleh suara petir yang terus bersahutan. sampai akhirnya dia memeluk tubuh kekar suaminya itu dan menenggelamkan wajahnya diketiak suaminya yang masih terbalut potongan kain dari kaos lengan pendek yang di pakai verrel
merasa sudah mendapat posisi yang nyaman, kini pricilla sudah berhenti berguling-guling, hanya saja dia kerap kali mengeratkan pelukannya ketika suara petir kembali terdengar. verrel dapat mendengar suara dengkuran halus istrinya dan hembusan lembut dari nafas istrinya itu yang saat ini sedang menggelitik diarea ketiaknya.
lalu bagaimana kabar laki-laki itu ?? bahkan dirinya belum bisa menutup kelopak matanya sedari tadi karena tubuh kekarnya itu sedang dipeluk seseorang yang membuat dia terpaksa harus mengucapkan selamat tinggal untuk tidur nyenyaknya malam ini.
"apa wanita ini sudah gila yah?? kenapa dia tidak takut sama sekali atau waspada sedikit pun, padahal sekarang kita sedang tidur satu ranjang denganku" gumam verrel dalam hati
__ADS_1
"ah tidak !!! sepertinya gue yang gila di sini" sambung verrel dalam hati
"hey...berhentilah menggerakkan kakimu diarea itu, kumohon" ucap verrel merengek frustasi disaat kaki pricilla terus bergerak-gerak tepat di atas miliknya itu