
disisi lain nyonya agna pun yang sedang kebingungan mencari cara untuk mengajak putrinya itu keacara pertunangan tersebut, tanpa membuat putrinya merasa keberatan, dikarenakan putrinya juga menolak adanya perjodohan ini dan selalu banyak alasan apabila sang bunda membahas perihal tersebut
"sil kamu pulang syuting jam berapa?" ucap nyonya agna
"ya seperti biasa bun" ucap pricilla dengan santai
"pulang malam lagi maksud kamu?" tanya nyonya agna
"hmmm iya bunda" balas pricilla tersenyum
"ngak bisa pulang sore ngak sih?" tanya nyonya agna lagi
"ya ngak bisalah bunda, lagian pricilla juga ngak enak minta jadwalnya di reschedule, apalagi kan pricilla ini masih pendatang baru" balas pricilla menjelaskan
"eh emangnya ada apasih bun harus pulang sore?" tanya pricilla penasaran
"bunda mau ajak kamu ke acara dinner malam ini sekalian temuin kamu dengan cucu presdir soedjoko, ituloh yang sering presdir omongin yang mau dijodohin sama kamu" tutur bunda agna menjelaskan
"astaga bunda masih ingat soal perjodohan itu" gumamnya dalam hati sambil memegang kepalanya
"bunda apa presdir soedjoko masih ingat hal itu? itukan sudah lama bunda? pasti ia sudah melupakannya, kita pura pura lupa aja yah bun!! yah !!yah!!" ucap pricilla dengan nada memohon
"ya ngak mungkin lupalah sil, orang semalem nelpon bunda lagi kalo semuanya sudah ia booking untuk acara pertunangan kamu malam ini" ucap agna
"hah tunangan?? tadi bunda bilang dinner!! bunda apa apaan sih kok tiba tiba tunangan" tanya pricilla yang mulai emosi
"ia awalnya cuma pertemuan biasa, tapi semalem presdir soedjoko nelpon bunda lagi dan ngomong kalau dirinya sudah tidak mau buang buang waktu lagi, jadi malam ini kalian akan tunangan" balas agna kepada anaknya itu
"tapi kan bun kok dadakan gitu sih?" tanya pricilla kembali memelas
"udah pricilla, ngak ada tapi tapian lagi pokoknya bunda bakalan telpon pak leo untuk diizinin pulang sore ini, dan keputusan bunda tidak boleh diganggu gugat lagi " balas agna dengan nada tinggi
"ya-yaudah kalo gitu bunda pricilla cabut dulu, assalamu alaikum" sambil mencium punggung tangannya sang bunda tanpa melihat kearahnya
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...
di siang hari saat break syuting, pricilla pun jadi kepikiran atas perkataan bundanya tadi
"apa gue cabut aja kali yah?" gumamnya dalam hati
"kan kalau gue ngak datang pasti presdir berpikiran kalau gue ini gadis yang pembangkang dan ingkar janji, terus presdir itu marah marah deh dan akhirnya dia membatalkan rencana perjodohan ini"
"oh ya mending gue pulang syuting langsung ke bali aja kali yah? kan tiket gue harusnya besok pagi ya gue pindahin ke sore ini aja" gumamnya dalam hati
pricilla pun berteriak memanggil asistennya
"vii......vivi" teriak pricilla memanggil asistennya
"iya sil, ada apa" tanya asistennya itu
vivi ini adalah asisten pricilla, tapi ia juga telah dianggap saudara oleh pricilla jadi mereka ngomong nya udah kayak adek kaka
"tapi kan sil, bunda udah ngomong kalo lo harus pulang sore ini, dan pak leo juga udah ngizinin tuh karna bunda sendiri yang langsung telpon katanya" balas vivi bingung
"vii kamu ini asisten bunda apa aku sih?? ya ngak usah didengerin lah" balas pricilla sewot
"tapi sil" balas vivi ragu
"aku pusing vi ngak ada tapi tapian...oke" balas pricilla sambil berdiri meninggalkan ruangan tersebut
setelah selesai syuting pricilla dan asistennya itu diantar menuju bandara soekarno-hatta oleh supir pribadinya
"pak kalo bunda tanya saya kemana bapak bilang aja kalo saya mendadak harus berangkat ke bali karena ada sedikit masalah di perusahaan cabang disana" ucap pricilla kepada sopirnya itu
"baik non" balas sopir pribadinya
pricilla pun turun dari mobil diikuti oleh sang asisten, mereka pun menarik koper bawaannya itu dan berjalan menuju ke arah departure
__ADS_1
...----------------...
...----------------...
...----------------...
sementara itu dikediaman pricilla terlihat nyonya besar sedang khawatir menunggu kedatangan putrinya
pukul 18: 00 mobil mewah milik pricilla pun telah tiba di halaman rumah
"loh pricilla mana pak?" tanya agna kepada pak sopir
"oh ini nyonya, kata nona ia mendadak harus berangkat ke bali dikarenakan ada sedikit masalah dengan perusahaan cabangnya yang ada disana" balas sang sopir sambil menunduk sopan
sang bunda pun terkejut dengan wajah yang mulai memerah menunjukkan kalau dirinya sedang tersulut emosi karena tak habis pikir dengan tingkah laku putrinya itu
"ini pasti akal akalan dia saja biar ngak dipertemukan dengan cucunya presdir itu" gumam nyonya agna dalam hati
dan tanpa menunggu lama, nyonya agna pun langsung menghubungi mananger perusahaannya yang ada di bali
📞 "halo selamat sore bu" suara telpon setelah diterima oleh sang mananger
📞 "halo, iya pak sorry yah saya telpon tiba-tiba, saya ingin menanyakan mengenai blunder yang terjadi disana sampai pricilla yang harus turun tangan" tanya nyonya tanpa basa basi
📞 "oh maaf bu, maksudnya ibu bagaimana yah?" tanya mananger itu balik
📞 "sejauh ini perusahaan aman aman aja bu, berjalan seperti biasanya bu" tambah mananger itu menjelaskan
📞 "ya memang benar kami menerima informasi jika ibu pricilla sedang perjalanan menuju kesini bu, tapi itu dalam rangka acara family gathering dengan beberapa staff yang akan diadakan besok siang bu" tutur mananger perusahaan itu menjelaskan
📞 "oh seperti itu yah pak? baik. terimakasih atas infonya yah pak" balas nyonya agna lalu memutuskan sambungan telepon tersebut
Setelah itupun nyonya agna kembali menelpon putrinya itu terus menerus, lalu bergantian untuk menelpon vivi asisten putrinya namun keduanya sama-sama tak ada yang menerima panggilan dari nyonya agna
"mungking mereka sudah take off" gumam nyonya agna dalam hati
__ADS_1
"anak ini benar benar keras kepala, mau ditaroh dimana muka saya didepan presdir soedjoko nanti" tambahnya lagi dengan raut wajah kebingungan, sambil memegang kepalanya pusing