
dan kini pagi pun telah tiba, ini adalah hari ketiga mereka dibandung, mentari sudah menampakkan wajahnya, namun sepasang suami istri itupun belum juga terbangun dari tidurnya.
namun setelah beberapa saat verrel pun perlahan membuka matanya, karena paparan sinar matahari yang masuk melalui celah gorden kamar villa mereka
verrel pun beralih melihat wanita di sampingnya itu yang ternyata masih terlelap dalam tidurnya, verrel pun membelai pipinya dengan lembut karna terlihat sangat menggemaskan. namun pricilla yang merasakan belaian tangan verrel pun terbangun dari tidurnya.
"emmm rell..." ucap pricilla sambil menepis tamgam verrel dipipinya, namun verrel pun malah terkekeh melihat tingkah wanita itu lalu kembali dan membelai rambut pricilla dengan lembut
pricilla pun yang terganggu membuka matanya lalu memperbaiki kembali posisi tidurnya dengan melingarkan tangannya ditubuh suaminya itu
"nyaman" ucap pricilla lirih yang hampir tak terdengar
"kalau nyaman kiss dulu dong" balas verrel sambil menaik turunkan kedua alisnya secara bergantian
pricilla pun mendongak menatap kearah verrel dengan tatapan bingung karena verrel bisa mendengarkan ucapan dalam hati
"yaudah kalau ngak mau, biar aku yang ngasih morning kissing" ucap verrel lalu ******* bibir pricilla dengan lembut, dan pricilla pun ikut terbuai dengan ******* bibir suaminya itu yang begitu candu baginya. sungguh verrel benar-benar pintar membuatnya melayang, dan membuat darahnya terus berdesir hebat seperti saat ini
ciuman mereka pun semakin menuntut hingga turun keleher pricilla, setelah puas bermain dileher istrinya, verrel pun perlahan turun turun ke dada pricilla dan mengec(u)pnya dengan lembut, sedangkan satu tangannya lagi digunakan untuk meremas dada sebelahnya lagi.
"ahhk(hh)....." des(a)h pricilla
"dadamu adalah canduku..." ucap verrel dengan suara seraknya
dan tak menunggu lama, verrel pun perlahan mengesek-gesekkan miliknya itu sebelum masuk menebos kedalam, dan respons tubuh pricilla pun menggelinjang kegelian
__ADS_1
"awwwwhh...ahhhh" des(a)h pricilla dengan mata terpejam sambil mengigit bibir bawahya
"(aa)rggh..ini nikmat sekali" des(a)h verrel sambil menggeram saat miliknya berhasil masuk menerobos milik istrinya itu
"asshhh..veerr-reel..." des(a)h pricilla
"(m)ppth..." rancau pricilla yang terus digoyang oleh suaminya itu dari atas
mereka pun melakukan olahraga pagi yang membuat keduanya seakan melayang
"aa(hh)...ouw(hh)" rancau prcilla sambil menggigit bibir bawahnya, sementara verrel pun yang merasa sudah hampir mencapai puncak langsung mempercepat goyangannya yang membuat pricilla semakin menggeram nikmat
"ouw(hh).....shhhh" rancau verrel tidak karuan
"aarrgghhh...sayaaang aa(hh)" verrel menggeram hebat saat mencapai pelepasannya
"good job..sayang" ucap verrel setelah turun dari tubuh istrinya lalu mengecup milik pricilla diiringi dengan senyuman penuh arti
...****************...
jam dinding pun terus berputar, setelah keduanya terbangun, verrel pun langsung menghubungi kepala staff yang bertugas di villa tersebut untuk menyiapkannya makanan siang untuknya. dan tak berselang lama makanannya pun telah datang dan telah tertata rapi dimeja makan.
setelah mereka berdua telah menyelesaikan makan siangnya, pricilla pun berjalan kearah ruang tamu yang letaknya tak jauh dari meja makan sambil membawa sepiring buah-buahan ditangannya. sementara verrel yang telah menyelesaikan makannya, iapun ikut bergabung dengan pricilla yang berada di ruang tamu villa tersebut
disana mereka pun banyak bercerita mengenai dirinya masing-masing. saling berbagi cerita dan curhat satu sama lain. membuat komunikasi sepasang suami istri itu perlahan-lahan semakin membaik. bahkan banyak hal yang ternyata baru verrel ketahui mengenai sosok seorang pricilla. dan begitupun sebaliknya ada beberapa hal didalam jati diri verrel yang baru pricilla ketahui saat ini.
__ADS_1
waktupun terus bergulir, dan tak terasa mereka berdua telah lama berbagi cerita sampai hari pun mulai petang.
"oh iya....nanti malam kita akan barbeque didepan. aku udah ngomong ke staffnya buat nyiapin semuanya" ucap verrel kepada pricilla
haripun telah malam dan staff di villa tersebut bergerak dengan cepat menyiapkan alat-alat bbq yang dibutuhkan, ya sudah jelaslah karena tuan muda yang memberi perintah.
dan kini dihalaman private villa tersebut, telah tersedia alat pemanggang besar dan beberapa bahan makanan mentah yang sudah disiapkan untuk dibakar di atas alat pemanggangan tersebut,
"mau daging dengan tingkat kematangan yang rare?, medium rare?, medium?, medium well?, atau well done?" tanya verrel menyambut pricilla dengan senang hati
"aku suka yang well done" balas pricilla dan hanya jawab anggukan oleh verrel. namun tiba-tiba ponsel verrel pun berbunyi, jadi pricilla lah yang menggantikan verrel untuk melanjutkannya
setelah selesai menerima telpon, verrel pun mendekat kearah pricilla dan langsung memeluknya dari samping, jujur saja pricilla kaget dengan sikap impulsif dari suaminya itu, ia seakan bingung ingin berkata apa.
"tadi mami nelpon, update mengenai kondisi opa uang semakin membaik" ucap verrel sambil mengeratkan pelukannya, sepertinya ia mulai candu menempel manja ditubuh istrinya itu
"syukurlah, semoga opa lekas pulih dan bisa balik ke indo secepatnya" balas pricilla sambil sibuk dengan kegiatan bbq nya
"aamiin...semoga yah" balas verrel singkat yang kini masih bergelenjot manja ditubuh istrinya dan tanpa sengaja tatapan mereka pun saling bertemu dalam beberapa detik, dan mata verrel pun sekilas melirik kearah bibir manis pricilla, entah kenapa bibir itu terasa begitu menggodanya. dan dalam hitungan detik, bibir verrel pun kini menempel pada bibir pricilla, pricilla pun dengan spontan membuka mulutnya seperti memberikan akses kepada lidah verrel untuk menyelinap masuk kedalam mulutnya, bermain didalam sana sambil bertukar saliva yang membuat keduanya pun semakin bergai(r)ah. berpagutan mesra ditengah suasana yang sangat mendukung membuat ciuman mereka pun semakin dalam dan terasa begitu nikmat.
namun ditengah nafas yang semakin memburu, tiba-tiba saja tercium bau gosong yang mengganggu kegiatan panas mereka. pricilla pun langsung mengurai pagutannya dan seketika menoleh kearah daging yang tadi ia panggang
"oh my god, overcook...." ucap pricilla terkejut melihat hasil daging panggangnya yang kini telah berwarna kehitaman itu, tentu saja ini efek dari terlalu menikmati kegiatan panas mereka barusan sampai kelupaan dengan nasib daging uang dipanggannya
"ahh ini gara-gara kamu, rell" protes pricilla sambil cemberut
__ADS_1
"hmmm iya-iya sorry, biar aku panggang yang lain lagi yah... kamu tunggu disana aja" balas verrel tercengir, lalu membujuk kembali istrinya itu yang sudah mulai ngambek