Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
MENGAJAK PRICILLA KERJA SAMA?


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, pricilla pun terus terdiam tanpa sepatah kata pun, terlihat wanita itu asyik sendiri menatap keluar jendela menyaksikan kendaraan yang terus menerus berlalu lalang saling mendahului. verrel pun melirik kearah pricilla yang dari tadi tidak mengeluarkan suara, dan dirinya juga sama sekali tidak ada niatan untuk membuka obrolan, karena ia sudah tahu kalau ujung-ujung juga akan berakhir dengan perdebatan unfaedah


setelah menempuh jarak sekitar 60 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam akhirnya mobil yang kendarai oleh verrel telah memasuki gerbang tinggi kediamannya dan kini laki-laki itu pun telah menghentikan mobilnya tepat didepan pintu utama kediamannya


"lo mau turun atau mau tinggal disini?" tanya verrel sambil membuka pintu mobil dan meninggalkan pricilla yang masih di dalam mobil. pricillapun yang masih melamun tersentak, mata wanita itupun menyapu pandangan rumah verrel yang sangat besar dan juga megah itu


"hmm wajar sih dia bisa punya rumah sebesar dan semegah ini, diakan aktor papan atas yang sudah terkenal dimana-mana" ucap pricilla berguman dalam hati sambil membuka pintu mobil dan turun dari mobil tersebut


"nih koper lo, bawa sendiri" ucap verrel sambil menyerahkan koper milik pricilla dan beberapa tas yang dibawaannya


"lo kan laki-laki tuh yah? yaa lo yang bawain lah" ucap pricilla tak terima, dan melenggang pergi memasuki rumah mewah tersebut


"mau di bantu den?" tanya pak mamat supir pribadi verrel yang kebetulan lewat disana


"iya pak, tolong masukin mobil ke garasi yah, nanti kuncinya anterin kekamar saya aja" ucap verrel dengan ralamah sambil menyerahkan kunci mobilnya


"baik den" jawab pak mamat sopan


dan setelah itupun verrel ikut masuk kedalam rumahnya sambil membawa koper milik pricilla. kini laki-laki itu berjalan menuju kearah lift yang ada rumahnya itu dan setelah keluar dari lift terlihat laki-laki itu berjalan menuju kearah kamar utama miliknya, dan betapa terkejutnya laki-laki itu pas sampai didepan pintu kamar utama, dia telah melihat pricilla dan juga nyonya ivan yang sedang berbincang-bincang didalam kamar tersebut


"iyya....tadi pagi mami juga marahin tuh verrel, kok bisa bisanya sih kalian bikin kesepakatan seperti itu" celoteh mami ivan menunjukkan kekesalannya


"maaf mi, itu verrel yang bikin kesepakatannya kok mi, pricilla cuma iya iya aja" balas pricilla membela diri


"enak aja nyalahin gue, ya lo sendirikan yang bilang gak mau ikut gue kesini" sahut verrel dengan kesal sambil melangkahkan kakinya memasuki kamar tersebut

__ADS_1


"enak aja, kan lo-" ucap pricilla terhenti


"sudah-sudah, gak usah berantem lagi, pokoknya mami ngak mau kejadian seperti ini terulang lagi, terutama kamu verrel, ngak usah banyak aneh aneh dehh" tutur nyonya ivan panjang lebar meleraikan perdebatan sepasang suami istri itu


...FLASHBACK ON...


pagi tadi bukan cuma pricilla saja yang mendapat omelan dari bundanya itu, namun verrel juga mendapat cecaran kata-kata mutiara dari nyonya ivan, namun verrel sedikit beruntung dibanding pricilla, laki-laki itu tidak mendapat hukuman seperti halnya pricilla yang dilarang mempekerjakan asisten lagi karena nyonya agna sedang menghukumnya agar ia bisa menghargai sekecil apapun pekerjaan yang ia lakukan, dan juga agar wanita itu bisa belajar mengurus segala urusannya tanpa bantuan seorang asisten pribadi lagi.


nyonya ivan memang tidak terlalu keras dan semena-mena kepada verrel, karena biar bagaimanpun ia tahu batasannya, ia hanyalah ibu tiri dari laki-laki itu, dan ia juga takut bahwasanya dia terlalu menekan putranya itu, bisa-bisa verrel malah berbalik membenci dirinya.


pagi tadi nyonya ivan hanya menekankan kepada verrel untuk segera menjemput istrinya itu dan membawa istrinya itu ke kediamannya ini, dan tak lupa pula nyonya ivan juga menekankan agar verrel bisa berprilaku lebih lembut lagi kepada pricilla dan mulai belajar untuk bisa menyayangi dan mencintai wanita itu dengan setulus hatinya


...FLASHBACK OFF...


"nih koper lo" ucap verrel yang kini menyerahkan koper yang dibawanya barusan kepada pemiliknya


"hmmm thanks" jawab pricilla sambil mengambil alih kopernya dari tangan verrel


"rel....lembut dikit dong" sahut nyonya ivan kepada verrel, dan verrel pun yang mendengar itu hanya terdiam sambil menunduk, tanpa berkata sepatah katapun


"ya udah, kamu rapikan dulu baju-baju kamu di lemari yah sil, mami turun dulu" pamit nyonya ivan sambil mengelus puncak kepala pricilla penuh sayang


pricilla pun mulai membuka kopernya dan memulai merapikan pakaiannya satu per satu untuk ditata kedalam lemari yang berbentuk wardrobe itu. sedangkan verrel, terliat ia sedang asyik bermain dengan ponselnya sambil menyandarkan punggungnya diranjang. suasana dikamar itu begitu hening, mereka sama-sama sibuk dengan kegiatannya masing-masing, tidak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan sepatah kata pun untuk memulai obrolan


cukup lama mereka sibuk dengan aktifitas masing-masing, dan kini kerjaan pricilla telah beres, sepertinya wanita itu akan beralih kekamar mandi untuk segera menyegarkan tubuhnya yang sudah mulai lengket. dan tak membutuhkan waktu lama, akhirnya pricilla telah selesai dengan ritual mandinya, ia berjalan kearah lemari pakaian untuk mengambil beberapa pakaiannya lalu kembali masuk kedalam kamar mandi untuk mengenakannya. dan kini pricilla telah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan baju tidur miliknya, wanita itupun berjalan keluar dari kamar tersebut dan berlalu begitu saja tanpa memperhatikan verrel yang masih setia bermain dengan ponselnya itu, namun verrel yang melihat pricilla yang mengacuhkannya begitu saja langsung berlari mengejar wanita itu

__ADS_1


"tunggu" teriak verrel sambil berlari mencegah pergerakan pricilla.


lalu verrel pun dengan cepat mengunci pintu kamarnya dan mangantongi kunci kamar tersebut


"ehhh apa apaan sih loh hah?" bentak pricilla tak terima


namun verrel pun masih tetap diam dan tak mengatakan apapun juga


"bukain gak atau gue teriak nih" ucap pricilla lagi dengan penuh emosi


"gu-gue mau ngomong sama lo!" ucap verrel yang sedikit terbata bata dan kelihatan seperti orang ragu-ragu


"apa?? ngomong aja cepat, gue mau keluar nih" ucap pricilla dengan tidak sabaran


"duduk dulu" ucap verrel dingin sambil menggiring pricilla berjalan menuju sofa yang ada pada kamar utama tersebut,


"ada apa" ucap pricilla malas sambil mendudukkan dirinya disofa tersebut


"gue tahu lo juga sebenarnya gak menginginkan pernikahan ini kan? sama hal nya dengan gue" tutur verrel terjeda


"teruss?" balas pricilla dengan heran


"gue mau ajak lo bekerja sama" ucap verrel serius


"kerja sama??" tanya pricilla dengan penasaran

__ADS_1


__ADS_2