
kini waktu telah menunjukan pukul 11:00, verrel dan pricilla serta nyonya agna dan juga nyoya ivan telah tiba di Gate 2 Bandara. terlihat verrel sedang kesulitan mendorong troli yang berisi beberapa koper miliknya dan juga milik pricilla, ia berjalan mencari tempat kosong yang diikuti dengan pricilla dan juga duo ibu-ibu sosialita itu dari belakang. setelah menemukan tempat duduk, merekapun duduk disana sambil menunggu kedatangan hadi yang masih dalam perjalanan menuju ke bandara. untung saja jadwal keberangkatan mereka pukul 13.30 siang, jadi masih ada waktu sekitar 2 jam lagi untuk melakukan check-in dan mengurus persyaratan yang lain
sambil menunggu hadi, mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di sebuah restoran fastfood yang ada di airport tersebut. dan setelah selesai makan siang mereka kembali menunggu hadi didepan pintu keberangkatan. selang beberapa menit kemudian merekapun sudah mulai lelah menunggu kehadiran hadi yang belum kunjung tiba. kini waktu tersisa tinggal 1 jam lagi untuk segera melakukan check-in, namun hadi belum juga menapakkan batang hidungnya sama sekali
setelah 20 menit berlalu, hadisantara pun tiba di airport dan langsung berjalan dengan cepat menghampiri pricilla, verrel, nyonya ivan dan juga nyonya agna.
"maaf lama, macet banget tadi di jalan," jelas hadi dengan nafas sedikit memburu.
di waktu yang sama, dengan cepat hadi membagikan tiket pesawat ke pricilla dan juga verrel sesuai nama masing-masing, lalu mengangkat koper miliknya naik ke troli yang tadinya di dorong oleh verrel, setelah itu ia menggantikan posisi verrel yang membawa troli tersebut, dan tak lupa sebelum mereka melanjutkan langkahnya untuk segera check in, mereka bersalaman terlebih dahulu dengan kedua ibu-ibu sosialita itu yang tak lain dan tak bukan adalah nyonya agna dan juga nyonya ivan.
dan kini mereka bertiga pun telah duduk dikursi pesawat kelas bisnis, posisinya tepat pricilla berseblahan dengan verrel sedangkan hadi duduk bersama pria lain yang tak dikenalnya
suasana begitu hening, keduanya enggang tuk saling bertegur sapa, disana hanya terdengar suara serak sang pilot menginformasikan bila pesawat akan segera lepas landas beberapa menit lagi. verrel dan juga pricilla segera memasang sabuk pengaman lalu memasang earphone ditelinganya.
...(*1**7 jam kemudian*)...
kini siang berganti malam, malam pun kini berganti dengan pagi, dan waktu sekarang telah menunjukkan pukul 06:30 pagi, setelah menempuh perjalanan udara kurang lebih sekitar 17 jam lamanya kini mereka telah tiba di bandar udara internasional Soekarno Hatta,Jakarta
setelah menyelesaikan berbagai syarat dan kententuan di area imigrasi mereka pun berjalan keluar kearea arrival, dan disinilah hadi dan juga pricilla berpisah arah, dikarenakan hadi yang harus melanjutkan penerbangannya ke bali, dan hanya transit dijakarta sedangkan verrel dan juga pricilla telah sampai di tempat tujuan, mereka hanya tinggal menunggu mobil jemputannya untuk segera melanjutkan perjalanan darat ke rumah masing-masing
__ADS_1
"rel, abang titip pricilla yah. kalian yang akur, dan jangan sering sering berantem ya" tutur hadi mengingatkan
dan verrel hanya menggangguk paham lalu tersenyum paksa kearah hadi
"dan kamu dek, kamu yang sopan yah sama suami kamu, jadi istri yang penurut yah" ucap hadi yang kini beralih kepada sang adik
"hmmm.....yang betah di bogor" tambahnya lagi
"dih siapa juga yang mau ke bogor" gumam pricilla dalam hati, lalu mengangguk paham ke abangnya dan sedikit memberikan senyuman paksa dibibirnya itu
yang hadi tahu memanglah adiknya itu akan berangkat ke bogor dan tinggal bersama dengan suaminya itu, namun sebelumnya verrel dan juga pricilla meninggalkan apartment mereka sempat membuat perjanjian dan telah sepakat untuk tidak tinggal disatu atap yang sama, dan mereka juga memilih untuk tinggal dirumah masing-masing, dimana verrel yang akan tinggal di bogor sedangkan pricilla akan tetap tinggal di bintaro, jakarta selatan
saat itu mereka lagi berada di wardrobe yang berada dikamar apartment tersebut, terlihat mereka lagi packing barang-barangnya yang akan dibawa pulang ke indonesia.
"eh gue ngak mau yah, lo ikut gue ke bogor ! kan teman-teman gue selalu ngumpul dirumah, jadi gue ngak mau kalau mereka sampai ngeliat lo ada dirumah gue, bisa bisa hancur reputasi gue" tutur verrel menjelaskan panjang lebar.
"dih siapa juga yang mau ikut sama lo? lo tenang aja, gue gak bakal ikut lo ke bogor kok. gue kerja di jakarta jadi gue gak mungking mau repot-repot bolak balik jakarta-bogor hanya untuk itu" balas pricilla santai
"baguslah kalo lo ngerti" jawab verrel dingin
__ADS_1
"tapi??" tanya pricilla ragu
"tapi apa?" tanya verrel
"tapi gimana? kalau bunda ataupun mami tiba-tiba nelpon dan mencari lo? gue harus jawab apa dong?" balas pricilla
"ohh itu.....lo tenang aja, gue udah mikirin soal itu" jawab verrel santai
"mana ponsel lo?" tanya verrel tibatiba
"mau? ngapain?" balas pricilla bingun
"sini" pintah verrel lagi
dengan sedikit ragu-ragu, pricilla memberanikan diri untuk memberikan ponselnya ke verrel, dan dengan cekatan verrel mendownload sebuah aplikasi untuk melacak keberadaan seseorang lewat id phone nya. setelah terdownload, verrel pun langsung memasukkan id phone miliknya ke dalam ponsel pricilla dan mulai saat itu, pricilla sudah bisa mengetahui keberadaan verrel dimanapun dia berada, dan begitupun sebaliknya verrel bisa mengetahui keberadaan pricilla dimanapun wanita itu berada
"mulai sekarang lo bisa tau, posisi gue dimana, jadi sebelum lo angkat telpon dari bunda ataupun mami lo harus cek terlebih dahulu posisi gue ada dimana, kalau misalnya gue lagi dirumah lo jangan angkat telpon dari mami maupun bunda, tapi jika gue lagi diluar lo bisa angkat telponnya dan perhatikan baik-baik posisi gue ada dimana dan katakan yang sebenarnya kepada mereka. paham??" jelas verrel panjang lebar sambil mengembalikan ponsel milik priiclla
"hmmm" ucap pricilla sambil mengangguk paham lalu meraih ponselnya kembali dari tangan verrel dengan kasar.
__ADS_1
...FLASHBACK OFF...