Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
HANYA TERPAKSA MENERIMANYA


__ADS_3

Kini usia pricilla telah menginjak 20tahun, sekarang ini ia telah berada di kantor cabang AGNA GROUP yang ada di kota Jakarta. saat ini pricilla sedang berdiri di dalam ruangan meeting bersama beberapa Presiden Direktur selaku investor pada perusahaannya itu, termasuk Ibu Rasidha Agna selaku Presiden Direktur dari PT.AGNA GROUP ikut hadir didalam meeting kali ini


kini mereka sedang fokus berdiskusi mengenai proyek terbarunya yang akan segera launching, namun di saat pricilla sedang menjelaskan isi presentasi proyek tersebut, tiba tiba terjadi insiden yang tidak mengenakkan, dimana salah satu investor diperusahaannya itu pingsan diruangan meeting tersebut, dan ternyata itu adalah investor terbesar yang telah lama berkerja sama dengan perusahaan AGNA GROUP. dan investor tersebut adalah Presdir Soedjoko, pemilik dari perusahaan PT.SJ GROUP yang juga termasuk perusahaan yang sangat berpengaruh


pricilla memilih untuk ikut membawa presdir itu ke rumah sakit ditemani oleh nyonya Agna. sebenarnya pricilla bisa saja melanjutkan meeting tersebut tanpa adanya presdir soedjoko, namun karna adanya rasa kemanusian, yang membuatnya tidak enak untuk melanjutkan meeting tersebut sedangkan baru saja terjadi insiden di ruangan meeting itu.


kini mereka berada dirumah sakit, dan ternyata presdir itu kondisinya sedang kritis dan baru saja siuman setelah beberapa jam mereka menunggunya.


"Presdir bagaimana keadaan anda? " tanya nyonya agna kepada rekan bisnisnya itu


"ya aku baik baik saja, aku memang memiliki penyakit jantungan" balas pria paruh baya itu yang usianya sekitar 60 tahun


"oh syukurlah kami senang mendengarnya presdir" ucap nyonya agna tersenyum


"apakah anda yang membawaku ke sini" tanya presdir soedjoko sambil melihat kearah nyonya agna dan pricilla secara bergantian


"ya...benar presdir" balas pricilla


"terimah kasih banyak! saya tidak salah memilih rekan bisnis seperti kalian, anda dan anak anda benar benar orang yang baik" tutur presdir itu dengan raut wajah tersenyum


"sama-sama presdir! istirahatlah kami ijin pamit" balas nyonya agna


"iya kami ijin pamit, semoga lekas sembuh presdir" tambah pricilla dengan senyum


...setelah beberapa bulan kemudian...


Setelah kejadian tersebut, sekitar beberapa bulan berlalu tiba-tiba saja pricilla mendapatkan telepon dari asisten presdir soedjoko yang mengatakan bahwa dirinya dan ibundanya itu diundang ke kantor pusat PT.SJ GROUP yang berada di kota jakarta.

__ADS_1


dan kini nyonya agna dan pricilla telah berada disana, tepatnya diruangan presdir soedjoko, terlihat mereka sepertinya sedang berbasa basi yang saling menanyakan keadaan masing masing


"maaf sebelumnya presdir, saya cuma ingin mempertanyakan tentang maksud presdir mengundang kami berkunjung di kantor anda?" tanya pricilla to the point menghentikan basa basi itu


"saya hanya mengundang kalian disini semata mata ingin mengucapkan terimah kasih yang telah menyelamatkan nyawaku" jawab presdir soedjoko tanpa basa basi


"anda terlalu berlebihan presdir, bukankah itu memang sudah tanggung jawab kami? apalagi anda mengalami insiden tersebut di kantor kami" balas nyonya agna


"ya saya tau itu, tetapi saya hanya ingin membalas kebaikan anda dan putri anda ini" balas presdir soedjoko


"itu tidak perlu presdir, kami membantu anda dengan tulus" ucap pricilla


"izinkan saya berbalas budi kepada kalian" ucap presdir soedjoko


"tapi presdir kami benar ben-ar" ucap nyonya agna terpotong


"kumohon" ucap presdir memohon


"sebenarnya perusahaan ini bakal diwariskan kepada dia, tetapi karena dia tidak tertarik sama sekali di dunia bisnis, jadi saya berpikir untuk menjadikan putrimu itu cucu mantuku agar dialah yang bisa mewarisi perusahaan SJ GROUP, karna saya ingin perusahaan ini benar benar berada ditangan orang yang tepat"


tambahnya lagi dengan serius


suasana di ruangan itu benar benar hening, pricilla maupun bundanya masih berusaha mencerna kata per kata yang dilontarkan oleh presdir soedjoko


"apakah kau bersedia? umurnya juga tidak beda jauh dengan mu, dia masih berusia 25 tahun" tambah presdir soedjoko memecah keheningan seraya menatap kearah pricilla


"maksud presdir?" tanya pricilla bingung

__ADS_1


"saya percaya jika kamu yang mengelola perusahaan ini eksistensi PT.SJ GROUP akan terus berkembang dan itu sangat menguntungkan bagi PT.AGNA GROUP agar bisa menjadi perusahaan yang lebih besar" tutur presdir soedjoko menjelaskan


"sebelumnya terimakasih atas kepercayaannya presdir, tapi mohon maaf saya tidak bisa, lagi pula saya juga sibuk dengan perusahaan yang sedang saya rintis ini walaupun tak sebesar perusahaan presdir tapi saya sangat mensyukurinya dan saya rasa itu sudah lebih dari cukup" sahut pricilla dengan tegas


"aku mohon jangan menolaknya" ucap soedjoko dengan raut wajah memelas


"ya benar sekali presdir, kami bersyukur telah memiliki perusahaan yang telah kami miliki saat ini, jadi kami tak perlu menggunakan cara itu untuk membuat perusahaan kami menjadi lebih besar" tambah nyonya agna yang merasa tertampar oleh ucapan presdir soedjoko


mereka pun beranjak dari duduknya menuju pintu keluar dengan penuh emosi


"tu-tunggu" ucap soedjoko terbata bata sambil memegang dadanya


pricilla pun yang melihat ekspresi itu mengurungkan niatnya untuk pergi, melihat kondisi presdir soedjoko yang sedang sesak nafas membuat dirinya tidak tega meninggalkan pria paruh baya itu sendirian, walaupun kata katanya sempat melukai hati pricila dan bundanya tetapi pricilla juga tak pernah melupakan bantuan dari presdir soedjoko selama ini, karena berkat campur tangan presdir soedjokolah ia yang awalnya tak punya apa-apa bisa seperti sekarang ini


pricilla pun dengan cepat meminta bantuan untuk membawa presdir soedjoko ke rumah sakit terdekat. seteleh beberapa jam kemudian menunggu di depan IGD, kini presdir soedjoko telah siuman


"presdir sudah baik baik saja?" tanya agna


"ya" balasnya dengan suara rendah


"aku minta maaf atas perkataanku tadi,maksud saya tak seperti itu-" tambahnya lagi


"tak perlu dibahas disini presdir, kondisi presdir sedang tidak baik" ucap pricilla


"harus sekarang! karena saya tidak mau kau dan juga ibumu salah paham terhadapku" balas presdir soedjoko terhenti karena merasa bersalah


"maaf telah membuat kamu merasa direndahkan, saya hanya tak ingin pewaris tunggal SJ GROUP jatuh ditangan orang yang salah, maka dari itu saya rasa kamulah orang yang tepat" tutur presdir soedjoko menjelaskan

__ADS_1


"tolong jangan menolaknya, ku mohon" ucap seodjoko memelas


pricilla berbalik menatap ke arah bundanya dan bundanya pun mengangguk seakan memberikan jawaban kalau ia menyetujui permintaan presdir itu. mereka berdua akhirnya tersenyum paksa kearah presdir soedjoko seakan akan pasrah karena tak bisa menolaknya


__ADS_2