Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
MAU GAK MAU HARUS IKUT PULANG


__ADS_3

📞 "kamu ke sini aja deh, ngak enak ah ngomong ditelpon, entar disini baru aku jelasin" balas nyonya ivan yang penuh dengan rencana


📞 "yaudah deh aku siap-siap dulu, bikin penasaran aja kamu nihh jeng" balas nyonya agna


📞 "hehe nyaudah aku tunggu yahh, jangan lama-lama " balas nyonya ivan terkekeh


setelah memutuskan sambungan, nyonya agna pun bersiap siap untuk berangkat keapartment nyonya ivan. dan setelah menempuh jarak yang lumayan jauh kini nyonya agna telah sampai di sebuah apartment milik keluarga soedjoko, dimana apartment itu letaknya tidak terlalu jauh dari rumah sakit tempat dimana presdir soedjoko dirawat


kini nyonya agna telah berada di lobby apartment, ai pun langsung berjalan kearah lift pribadi sebelah kanan menuju unit apartment milik nyonya ivan, sedangkan kalau ia berjalan kearah lift pribadi sebelah kiri itu artinya ia menuju ke unit apartment milik verrel dan istrinya


setelah sampai di depan unit apartment nyonya ivan, nyonya agna langsung memencet bel tersebut


...ting....tingg.....tinggg........


"tunggu...." teriak nyonya ivan dari dalam


"ehhh jenggg.....mari masuk" ucap nyonya ivan setelah membuka pintu, lalu berjalan menuntun nyonya agna ke arah ruang tamu


kini duo ibu ibu itu telah mendudukkan dirinya disofa di ruang tamu dan nyonya agna lah yang langsung membuka perbincangan saking penasarannya


"oh ya jeng, apasih rencana yang kamu maksud tadi hah??" tanya nyonya agna dan nyonya ivan pun langsung menjelaskan secara detail maksud dari rencananya itu, dan setelah semuanya telah selesai dibicarakan ia mulai menjalankan misinya satu persatu, dan dimulailah dengan mereka menemui sepasang pengantin baru itu untuk memulai menjalankan aksinya


kini waktu telah menunjukkan pukul 21:00 waktu setempat, dengan buru-buru duo ibu-ibu itu berjalan kearah unit apartment verrel dan pricilla, dan tak membutuhkan waktu lama, kini mereka telah sampai didepan pintu unit apartment tersebut


...ting.....tingg.....tingg........


"wait a minute" teriak pricilla dari dalam yang mengira staf apartment yang membawa makanan pesanannya


namun setelah pricilla membuka pintu, jelas saja ia sontak kaget melihat siapa gerangan yang datang


"bunda, mami" ucap pricilla sambil membelalak kaget


tak hanya pricilla, verrel juga tak kalah kagetnya melihat mami dan mertuanya itu tiba-tiba bertamu ke apartmentnya malam-malam


"bunda.....kok bunda sama mami datang ngak bilang bilang" ucap pricilla yang masih tak habis pikir

__ADS_1


"emangnya harus lapor dulu gitu, baru dibolehin masuk nih" jawab nyonya agna


"hehe ngak gitu bun, yaudah yuk masukk" ucap pricilla sambil menuntun bunda dan mertuanya keruang tamu, dan verrel pun yang melihat mami dan mertuanya itu datang. langsung berjalan kearah ruang tamu untuk menyambutnya. sedangkan pricilla melenggang kearah dapur mengambilkan minuman untuk bunda dan mertuanya


"sil, sini dulu nak mami dan bunda mau ngomong penting nih" teriak nyonya ivan ke pricilla


"ada apa mi, hal penting apa yang mami ingin bicarakan" tanya pricilla sambil meletakkan nampan itu dimeja


"sini, kamu duduk dulu gih, ada beberapa hal yang mami, dan bunda ingin sampaikan kepada kalian" jawab nyonya ivan sambil menepuk nepuk sofa yang ada disampingnya itu


pricilla pun langsung mendudukkan dirinya disamping mertuanya itu sambil menatap pesaran kepada mami dan ibundanya


"beberapa hal?" tanya verrel dengan raut wajah bingung


"sil.....kamu dan abangmu jadi pulang ke indo besok pagi??" tanya nyonya agna mulai membuka topik


"oh itu.... jadi bang hadi udah ngomong ke bunda?" tanya pricilla balik


"iya....abang kamu udah ngomong ke bunda tadi sore" balas nyonya agna santai


"jangan bilang.....kalau bunda ngak ngijinin aku pulang?" sahut pricilla tak terima


"kata siapa bunda ngak ngijinin?" ucap nyonya agna


"terus??" balas pricilla


"kamu boleh pulang kok" jawab nyonya agna santai


pricilla menarik sudut bibirnya, ia merasa senang dengan ucapan bundanya yang mengizinkan dirinya balik ke indo.


"makasih ya bun, kalau gitu pricilla packing barang barang dulu" balas pricilla sumringah sambil beranjak dari duduknya. namun sontak langkah itupun dihentikan oleh nyonya agna


"ehhh...tunggu dulu, bunda belum selesai ngomong" teriak nyonya agna


pricillapun membalikkan badannya, dan kembali mendudukkan dirinya disofa

__ADS_1


"ada apa lagi bunda?" tanya pricilla bingung


"masih ada 1 hal yang bunda mau katakan" ucap nyonya agna


"berhubung kamu mau pulang ke indo, jadi suami kamu juga harus ikut !!! dan kalian akan tinggal serumah" ucap nyonya agna menambahkan


"ya benar, kalian akan tinggal dirumah verrel yang berada dibogor" sahut nyonya ivan menambahkan


"gak....gak......" sahut pricilla tak terima


"kenapa gak?" tanya nyonya agna penuh selidik


"ya kenapa dia harus ikut pulang sih bundaaa" ucap pricilla kesal sambil menunjuk kearah verrel dengan dagunya


"ya siapa juga yang mau ikutan pulang, orang masih mau tinggal disini" balas verrel dingin


"sudah....sudah.....kalian ini kenapa sih kayak anak kecil sajaa" sahut nyonya agna


"tapi bundaa, verrel masih ingin tetap disini, verrel mau jagain opa sampai opa benar benar sembuh. dan verrel juga ngak masalah kok kalau pricilla mau pulang duluan ke indo" ucap verrel dengan santun


"nah kan, dia ngak usah ikut pulang bunda. kasiankan opa kalau tau cucu kesayangannya ini tiba-tiba balik duluan ke indo" tambah pricilla meyakinkan


"kalian tenang aja, mami sudah ngomong kok ke opa kalau kalian ini bakal pulang ke indo, dan opa setuju-setuju aja tuh kalau kalian pulang duluan" sahut nyonya ivan


"hah? beneran mi??" tanya verrel ke nyonya ivan


"iya verrel, kami sudah mengatakan kalau kalian berdua bakal balik ke indo duluan, karena pricilla ada meeting dadakan dengan coleganya yang wajib ia temui, dan kamu sebagai seorang suami harus ikut mendampingi istri kamu" jelas nyonya ivan panjang lebar


"tapiikan mi-" ucap verrel terhenti


"sudah verrel, kamu harus nurut apa kata mami dan bunda, kamu ini sudah jadi seorang suami dan pricilla sekarang sudah menjadi tanggung jawab kamu sepenuhnya, jadi kamu punya tanggung jawab untuk selalu mendapingi istri kamu itu" tambah nyonya ivan menjelaskan


"ya sudah kalian packing barang-barang gih, dan untuk masalah ticketnya, semuanya sudah diurus sama hadi, jadi kalian tenang aja" tambah nyonya ivan


"dan satu lagi, besok sebelum kalian berangkat, kalian ke RS dulu buat pamitan ke opa, karena jadwal penerbangan yang hadi ambil kayaknya agak siangan deh" ucap nyonya agna menjelaskan

__ADS_1


"tap-"ucap pricilla terhenti


__ADS_2