
waktu terus bergulir dan kini sudah tiba saatnya nyonya agna dan keluarga berangkat ke paris, sekarang ini pricilla dan bundanya sudah berada di airport soekarno-hatta ditemani oleh sang asisten dan juga ada fero yang ikut mengantar kekasihnya itu.
"vi.. jangan lupa untuk terus email ke gue ya" ucap pricilla kepada asistennya itu
"siap sil" ucap vivi sambil menunjukkan jempolnya
"gue bakalan kangen sama lo vi.." ucap pricilla sambil memeluk vivi
"jangan lebay ah, ngak malu diliatin orang orang" ucap vivi melepas pelukannya
disini vivi memang ngak ikut ke paris dan untuk pertama kalinya pricilla keluar negeri tak ditemani asisten yang sudah ia anggap sebagai saudaranya itu, karna vivi harus tetap di indonesia untuk mengatur ulang jadwal pricilla yang berantakan karna liburan yang awalnya cuma 15 hari tiba tiba ditambah oleh nyonya agna menjadi 1 bulan.
sekarang pricilla beralih ke arah fero dan memeluk lelaki itu
"sayang" ucap pricilla memeluk fer dengan manja
"kamu jangan centil centil yah disana" balas fero terkekeh
"apaan sih" balas pricilla memukul mukul dada bidang milik fero
"sayang kamu jangan lama lama yah ingat calon suamimu disini menunggu" balas fero sambil mengeratkan pelukannya
"cih calon suami" ledek pricilla
"ya kan sebentar lagi aku akan melamarmu" bisik fero pas di telinga pricilla lalu terkekeh geli atas perkataanya sendiri
"hmmm" dehem pricilla sambil melepas pelukannya dengan raut wajah yang mulai sedih
"jangan cengen ah, kapan sih seorang pricilla cengeng begini" balas fero memegang pipi kekasihnya itu
"senyum dong" tambah fero
__ADS_1
sementara bundanya yang menyaksikan itu hanya terdiam melihat kemesraan putrinya dan kekasih itu, dirinya merasa tak tega memisahkan mereka berdua karna bunda juga tahu kalau fero itu anak yang baik, tetapi mau gimana lagi janji ya tetap janji. dirinya sudah terlanjur berjanji untuk menjodohkan putrinya itu dengan presdir soedjoko.
"udah dong, kok cengeng sih ngak malu diliatin orang apa?" sahut nyonya agna yang kini sudah melihat putrinya itu meneteskan air mata
"iya ih udah dong kok cengen gitu sih" tambah fero
"yaudah aku jalan yah" ucap pricilla yang dibalas anggukan oleh fero
"nak fero kami jalan dulu, kamu pulang hati yah" ucap nyonya agna kepada fero
"baiklah bun, bunda juga hati hati dan selamat sampai tujuan" balas fero
nyonya agna hanya membalas dengan senyuman lalu beralih memeluk vivi
"vi... kamu juga pulang gih, jaga rumah baik baik" ucap nyonya agna kepada asisten putrinya itu
mereka bertiga pun (bunda,rere,serta pricilla) berjalan kearah terminal keberangkataan untuk melakukan proses pengecekan identitas lalu dilanjut lagi dengan check-in bagasi
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Setelah menyelesaikan berbagai syarat dan kententuan di area imigrasi mereka pun berjalan keluar ke area arrival dan ternyata tour guide yang telah mereka booking pun sudah menunggu kedatangannya
"hello madam agna and miss pricilla we finally meet again" "halo nyonya agna dan nona pricilla akhirnya kita bertemu lagi" ucap tourguide yang bernama tiffany itu yang memang sudah sering menemani keluarga nyonya agna apabila dirinya lagi berlibur di paris
"that's right tiffany, after all this time finally here again" "betul tiffany, setelah sekian lama akhirnya kesini lagi" balas pricilla kepada tourguide itu
"kami kesini 1 tahun yang lalu, itu kau katakan lama ? lebay baget sih kamu" ucap agna sambil terkekeh kepada putrinya itu
__ADS_1
"bunda 1 tahun itu waktu yang lama, yan kan tiffany" balas pricilla
"betul sekali nona" sahut tiffany terseyum
"ya sudahlah percuma berdebat denganmu" ucap nyonya agna singkat dan berlalu pergi meninggalkan kedua wanita itu
"ehh bunda tunggu" teriak pricilla berlari mengikuti langkah bundanya itu
"oh ya tiffany mobil kita yang mana?" tanya nyonya agna setelah sampai di area parkiran
"di sebelah sana nyonya, mari ikut denganku" jawab tiffany menunjuk kearah kendaraan milik perusahaannya itu yang telah di sewa oleh keluarga agna selama 1 bulan.
semuanya pun telah naik ke dalam mobil tersebut dan sopir tersebut langsung melajukan kuda besinya dengan kecepatan sedang menuju sebuah apartment mewah yang telah di booking oleh keluarga agna
sekitar 15 menit menemput perjalanan dari airport menuju apartment, kini mobil yang mereka tumpangi telah terparkir rapi di depan lobby apartment mewah itu, terlihat ada beberapa bellhorp yang membungkuk sopan ke arah mobil tersebut sebagai tanda penghormatan, dan salah satu dari bellhorp itu langsung membukakan pintu untuk tamu kehormatan tersebut yang kini telah berjalan masuk menuju ke area lobby
"bienvenue à nouveau maîtresse à l'appartement rayz eiffel" "selamat datang lagi nyonya ke apartemen rayz eiffel" ucap mananger apartment kepada nyonya agna menggunakan bahasa prancis
"merci" "terimah kasih" balas nyonya agna membalas perkataan manager itu karena pada dasarnya nyonya agna memang mengerti bahasa prancis
"comment était le voyage, était-ce amusant" "bagaimana perjalanan anda nyonya? apakah itu menyenangkan?" tanya mananger itu berbasa basi
"comme d'habitude" "seperti biasa" balas nyonya agna singkat
"désolé monsieur. j'interromps votre conversation, excusez-moi car Madame a besoin de se reposer maintenant" "maaf pak, saya mengganggu percakapan anda, ini bukan saatnya untuk berbasa basi karena nyonya saya saat ini butuh istirahat " ucap sang tourguide yang menyela percakapan tersebut
"pas de problème, viens avec moi laisse moi t'emmener dans ta chambre"
"oh tidak masalah, mari ikut denganku sekalian saya tunjukkan letak kamar kalian"
"d'accord Monsieur" "baiklah,pak" balas tourguide sambil mengikuti langkah kaki manager apartment tersebut
__ADS_1
sesampainya di depan kamar apartment mananger itupun memberikan sebuah acces card apartment tersebut kepada nyonya agna dan langsung permisi dari tempat itu
kini mereka telah masuk kedalam kamar yang telah mereka booking untuk 1 bulan, dimana sebuah kamar apartment mewah yang ruang tamunya sangat luas yang terdiri sebanyak 2 kamar tidur yang dilengkapi dengan kamar mandi dan tv masing masing, dan didalam kamar itupun mereka bisa menikmati pemandangan menara eiffel dengan jarak yang cukup dekat yang membuat siapapun yang menginap disana akan merasakan sebuah kenyamanan tersendiri dan keluarga agna pun telah merasakan hal itu yang membuat mereka tak pergi kemana mana untuk hari ini, mereka hanya menikmati pemandangan yang telah disuguhkan oleh rayz eiffel apartment