Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
MASAKAN ISTRI - NYA YANG ENAK


__ADS_3

pagi berikutnya kembali menyapa dengan udara yang sejuk lebih kearah dingin, mungkin efek dari salju yang mengguyur kota ini semalaman.


pricilla masih menggeliat dibalik selimutnya dengan tangan kanannya yang memeluk tubuh kekar seseorang. setelah berhasil mengumpulkan kesadarannya, akhirnya bulatan matanya yang semula terkatup rapat mulai terlihat terbuka sedikit demi sedikit.


"akkhhh" pekik pricilla terkejut setelah melihat seseorang yang ada di sampingnya. seorang laki-laki malang yang kini sedang membaringkan tubuhnya menghadap keatas dengan pasrah, dimana mata tampannya itu kini telah di hiasi oleh lingkaran hitam, dan juga rambutnya yang sudah seperti seseorang yang telah terkena sambaran petir mendadak.


"sampai kapan lo terus memeluk ku??" ucap verrel dengan datar


buru buru pricilla melepaskan tangannya yang tertaut nyaman memeluk perut dada bidang suaminya itu yang masih terbalut kaos oblong.


"kalau sampai ini terulang lagi, lo akan tidur di gudang" ancamnya sambil menunjuk wajah pricilla lalu beranjak kekamar mandi.


"memangnya apa yang gue lakukan??" tanya manusia yang tidak tahu diri itu, bahwa kelakuannya semalam berhasil membuat verrel kesusahan menahan hasratnya.


wanita itupun beranjak dari kasurnya ,ia menyambar ikat rambut yang berada di atas nakas lalu menggulung rambutnya secara asal. sekarang waktunya melakukan tradisi di pagi hari, dimana dirinya selalu merapikan dan membersihkan seluruh ruangan yang ada di apartment tersebut sebelum berkutat diarea dapur. setelah selesai bersih-bersih di beberapa ruangan, pricilla berjalan kearea dapur untuk segera menyalurkan bakat terpendamnya yaitu memasak, ia pun berlalu begitu saja didepan verrel yang sedang asik menikmati secangkir kopi diarea ruang tamu.


dan saat ini verrel benar-benar bisa melihat kelihaian istrinya itu dalam urusan memasak, dirinya terus memperhatikan pricilla dengan bola matanya yang terus bergerak kekanan dan kekiri mengikuti pergerakan tubuh istrinya itu yang sedang berkutat dengan bahan-bahan makanan.


"waktunya makan" ucap pricilla sumringah sambil meletakan beberapa hidangan di atas meja.


"heyy....lo mau makan apa enggak?? kalo enggak gue habisin semua nih" teriak pricilla ke arah verrel sambil menarik kursi dan mendudukkan bokongnya dikursi tersebut


tanpa sepatah kata, verrel pun langsung beranjak dari duduknya dan berjalan kearea dapur, lalu mendudukkan dirinya disebuah kursi yang berseblahan dengan pricilla


seperti biasa, hanya kesunyian yang ada dimeja makan tersebut, keduanya enggang tuk membuka mulut, karena mereka tahu ujung-ujungnya bakal berakhir dengan perdebatan unfaedah.


...ting.....ting.....ting.........


di tengah-tengah keheningan itu tiba tiba terdengar bunyi bel yang sangat terdengar nyaring ditelinga.


"ada bel tuh" sahut verrel


"terus??" tanya pricilla ketus


"ya lo bukaain lah" jawab verrel datar


"harus banget gue yang bukain?? engak ah gue laper mau makan" balas pricilla sambil melahap makanan yang ada didepannya


"lo lupa ?? ini apartment siapa??" tanya verrel dengan sedikit menyindir

__ADS_1


"hmmm baiklah" ucap pricilla sambil menghentikan makannya lalu berjalan kearah pintu untuk membukanya


"eh bunda, mami" sahut pricilla saat melihat bunda dan mertuanya itu sedang berkunjung di apartmentnya


"kok lama banget??" sahut nyonya ivan


"iya heheh, soalnya kita lagi..... eh yaudah yuk masuk dulu" ucap pricilla mempersilahkan


nyonya agna dan juga nyonya ivan pun masuk kedalam apartment tersebut dan melihat verrel sedang asyik berkutik di meja makan


"mami, bunda, yuk ikut sarapan bareng" ucap pricilla menuntun bunda dan maminya ke arah meja makan


"wah ini semua kamu yang masak sil??" tanya nyonya ivan dengan kagum melihat beberapa hidangan lezat tertata rapi diatas meja


pricilla hanya tersenyum lalu menggangguk


"mami coba yang ini ya" ucap nyonya ivan yang kini telah menyendok sepotong ikan salmon dan masted potato yang tertera di meja makan tersebut


"wah enak sekali sil, mami mau makan yang ini deh" tambah nyonya ivan lagi


"engak ! ini punya verrel, mami makan yang lain aja tuh masih banyak" sahut verrel merebut piring tersebut


"yaa sejak sekarang" tampal verrel ketus


"jadi? verrel ngak suka salmon??" tanya pricilla tak percaya


"setau mami sih verrel engak suka salmon" balas nyonya ivan yang masih heran


"kata siapa?? mami sok tau sih" sahut verrel sambil melahap ikan salmon yang ia rebut barusan


"entahlah" balas nyonya ivan sambil mengangkat kedua bahunya bingung


"itu berarti verrel suka masakan istrinya" sahut nyonya agna menggoda menantunya itu


"ah benar juga ya jeng" balas nyonya ivan


"mami benar benar kagum kepadamu sil, verrel yang dulunya tidak suka salmon sekarang malah jadi suka, hanya karena kamu yang memasaknya" tambah nyonya ivan dengan penuh kagum


"ah mami bisa aja" balas pricilla

__ADS_1


"tapi beneran loh sil, masakan kamu enak-enak semua" ucap nyonya ivan


pricilla pun tersenyum lalu melanjutkan makannya tanpa sepatah kata lagi, dirinya tak tahu harus berkata apalagi kepada mertuanya itu yang terus menerus memujinya.


kini suasana kembali hening, dimana hanya terdengar suara dentingan sendok yang beradu dengan piring.


"oh ya, kalian habis ini siap-siap gih, kita kan harus menjenguk opa" sahut nyonya agna


"astaga, verrel hampir lupa" ucap verrel yang baru mengingat kalau opanya itu akan segera operasi


"ya sudah selesaikan makanmu cepat, baru siap-siap sana" balas nyonya ivan kepada verrel


"memangnya jam berapa mi" tanya verrel


"sekitar jam 2 siang sih" balas nyonya ivan


"hmm masih ada 3 jam lagi" ucap verrel melirik jam tangannya


setelah selesai sarapan, verrel dan juga pricilla langsung beranjak ke kamarnya untuk segera bersiap-siap, sementara duo ibu ibu sosialita itu menunggunya diruang tamu.


setelah beberapa saat kini verrel telah keluar dengan jacket tebalnya yang dipadukan dengan celana ripped putih dari salah satu brand ternama.


"udah??" tanya nyonya ivan


"udah mi" jawab verrel sambil menyemprotkan parfum ke badannya


"pricilla mana?" tanya nyonya ivan lagi


"kayaknya, sebentar lagi mi" jawab verrel santai


tak berselang lama pricilla keluar dari kamarnya, terlihat wanita itu sedang menggunakan jacket berbulu yang lumayan tebal, lalu dipadukan dengan celana beludru berwarna senada yang membuat wanita itu semakin terlihat menawan dan fashionable.


pricilla pun berjalan menuju kearah ruang tamu untuk menghampiri duo ibu-ibu sosialita itu dan juga suaminya.


"udah sil?" tanya nyonya ivan


"iya mi" ucap pricilla sambil tersenyum kepada nyonya ivan


"yaudah yuk"sahut nyonya agna lalu berdiri dari duduknya, diikuti oleh dengan nyonya ivan dan verrel

__ADS_1


merekapun berjalan beriringan keluar dari unit apartmen tersebut dan segera turun menggunakan lift pribadi.


__ADS_2