Dijodohkan Dengan Aktor

Dijodohkan Dengan Aktor
PRICILLA YANG MEMELUK VERREL


__ADS_3

Kini opa soedjoko pun telah siuman pasca operasi, dokter yang melihat itupun langsung memerintahkan kepada perawat yang ada disana untuk memberitahukan kabar tersebut ke keluarga pasien.


"le patient est conscient, vous pouvez lui rendre visite" "pasien telah sadar, anda boleh menjenguknya"


nyonya ivan dan nyonya agna yang mendengar ucapan perawat tersebut, langsung berdiri dari duduknya lalu menghampiri perawat tersebut.


"est-ce vrai que nous pouvons le visiter maintenant?" "apa benar ?? kita bisa menjenguknya sekarang?" ucap nyonya ivan


"vrai, mais la limite n'est que de 2personnes à la fois et la durée maximale n'est que de 10minutes" "benar, tetapi batasnya hanya 2orang sekali masuk, dan waktunya terbatas maksimum 10menit" jawab perawat itu menjelaskan


"sayang kamu masuk duluan saja, nanti aku masuk bareng nyonya agna" ucap nyonya ivan kepada suaminya


tuan ivan pun mengangguk lalu berlalu masuk ke ruangan tersebut


"ayah, kau baik baik saja" tanya tuan ivan yang sekarang telah berdiri di samping brankar sang ayah


ayahnya pun hanya mengangguk dirinya belum bisa terlalu banyak bicara dengan kondisinya saat ini.


dan setelah beberapa saat berlalu, tuan ivan pun keluar dari ruangan tersebut, dan kini giliran nyonya ivan dan juga nyonya agna untuk masuk menjenguk opa soedjoko


"ayahhhhhh" ucap nyonya ivan sambil menghampiri sang mertua dan memeluknya


"ayah baik baik saja kan??" tanya nyonya ivan kepada mertuanya itu


ayahnya yang mendengar itupun ucapan hanya melebarkan senyumannya tanpa mengeluarkan sepatah kata


"oh iyaa....ayah mau apa?? apa ayah ingin sesuatu" tanya nyonya ivan


"apa ayah ingin makan atau minum gitu??" tambahnya


ayahnya pun hanya mengelengkan kepalanya, lalu menoleh kekiri kekanan seperti sedang mencari-cari sesuatu


"ada apa ayah??" tanya nyonya ivan bingung


"presdir kenapa??" tambah nyonya agna yang juga bingung


"ver-rel di-ma-na d-i-a" ucap opa soedjoko terbata bata dengan suara lirih

__ADS_1


"verrel maksud ayah?" tanya nyonya ivan memperjelas ucapan sang ayah


opa soedjoko pun mengangguk, membenarkan apa kata menantunya itu


"verrel dan pricilla lagi keluar ayah, nanti kalau sudah pulang, nita suruh mereka untuk temui ayah yaahh" tutur nyonya ivan menjelaskan dengan penuh kelembutan


presdir soedjoko pun mengangguk lalu kembali melebarkan senyumannya


"oh iya ayah, sepertinya batas waktunya telah cukup! kami pamit keluar dulu yah ayah" tambah nyonya ivan setelah telah melirik jam tangannya


"iya presdir, kami pamit keluar dulu!! presdir cepat pulih yah" sahut nyonya agna menambahkan


presdir soedjoko pun kembali mengangguk, menanggapi ucapan kedua wanita itu.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


"eiii" teriak pricilla setelah menghampiri verrel


"lo kok tiba tiba disini sih??" tanya verrel sewot, dirinya terkejut dengan kedatangan wanita itu secara tiba-tiba, dan akhirnya ia pun dengan spontan memutus pangilannya dengan seseorang


"emangnya ngak boleh??" balas pricilla dengan kesal, lalu wanita itu berbalik arah menuju ke tempat dimana presdir soedjoko dirawat. wanita itupun terus mempercepat langkahnya tanpa memperdulikan verrel sama sekali.


"ehhh tunggu" teriak verrel karena telah melihat pricilla berjalan begitu saja tanpa memperdulikannya


walaupun pricilla berjalan dengan sedikit pincang namun verrel pun masih agak sulit untuk mengejarnya karena wanita itu terus menerus mempercepat langkahnya


setelah beberapa saat, kini pricilla telah sampai di depan ruangan ICU dan langsung mendudukkan dirinya dikursi tungguyang telah tersedia didepan ruangan tersebut, akan tetapi dirinya tak melihat seseorang yang dicarinya, bunda dan kedua mertuanya itu ternyata tidak ada ditempat tersebut.


tak lama berselang kini verrel juga telah sampai di depan ruangan tersebut, dan laki-laki itupun langsung mendudukkan dirinya disebelah pricilla dengan nafas yang belum teratur


beberapa menit kemudian verrel baru tersadar bahwa papa dan mamanya tidak ada di tempat itu, ia berdiri dan melihat kesegala sisi untuk mencari keberadaan orang tuanya, namun nihil orang yang dicarinya tak terlihat sama sekali.


ia kembali mendudukkan dirinya di kursi, sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan berniat untuk menghubungi sang papa

__ADS_1


📞 tett.....tett......tett.......


"duh, papa kemana sih??" ucap verrel dalam hati


"apa jangan janga-n......ahhhh tidak tidak !!! gue ngak boleh berfikiran seperti itu" ucap verrel dengan gelisah


kini ia mengusap wajahnya kasar ia benar benar tak tau harus bagaimana sekarang


ia kembali merogoh ponselnya dan menghubungi papanya untuk kedua kalinya


📞 tett.....tett......tett.......


"gak gue ngak boleh tinggal diam, gue harus pastiin kalo opa baik baik saja di dalam" ucap verrel dengan tekad yang menggebu-gebu


verrel beranjak dari duduknya, ia berjalan kearah pintu dan berusaha menerobos masuk keruangan tersebut, namun pintu yang kokoh dan terkunci dari dalam membuat tenaga verrel tak dapat menerobosnya.


pricilla yang melihat aksi verrel langsung berlari untuk menghentikan aksi laki-laki itu


"heiii, lo jangan gila" teriak pricilla


namun verrel sama sekali tak mengubbrisnya, malah dirinya mengambil kuda-kuda untuk mengumpulkan seluruh tenaganya agar ia bisa menerobos pintu tersebut, namun saat verrel mulai melangkah untuk mendobrak pintu tersebut, tiba tiba pricilla lebih dulu berdiri dihadapannya, ia memeluk laki-laki itu dengan sangat kuat, dan verrel pun yang merasakan sebuah kehangatan membuat tenaganya menghilang seketika, ia hanya diam tak bergeming, sepertinya ini yang dia butuhkan saat ini, dimana hatinya saat ini sedang kacau dan hanya dengan pelukanlah yang bisa membuat hatinya sedikit merasa lebih tenang.


"jantung gue kok berdegup kencang dipeluk wanita ini??" gumam verrel dalam hati


"duh verrel......sadar woyyy sadar" gumamnya lagi dalam hati


begitu juga dengan pricilla yang kini telah salah tingkah dengan apa yang dilakukannya barusan, jantung wanita itupun juga sedang maraton


........ Klekkk.........


pintu ruangan pun terbuka, nyonya ivan dan juga nyonya agna tersontak kaget melihat ikut pemandangan yang ada didepan pintu tersebut, begitupun dengan tuan ivan yang baru saja datang dari toilet, dirinya begitu terkejut melihat aksi putra dan menantunya itu berpelukan didepan umum.


"hmm......hmm......" deheman nyonya ivan menyadarkan mereka


"iyasih pengantin baru, tapi jangan pelukan didepan umum juga kali" ledek nyonya agna


"makin lengket aja nih pengantin baru" tambah tuan ivan menghampiri putra dan menantunya itu sambil geleng geleng kepala

__ADS_1


__ADS_2