
Mendengar teriakan Mirna, Zaira dan Zayan pun terlonjak bangun saking terkejutnya. Mereka pun saling bertatapan dan mereka berdua pun terkejut dan kemudian berteriak.
"Aaaaarkhhhh ... " teriak Zayan dan Zaira bersamaan. Mereka berdua sangat terkejut dengan keadaan mereka yang bisa tidur bersama. Bagaimana mereka bisa tidur dalam tempat tidur yang sama pikir mereka berdua.
Mendengar suara berisik Tama dan Zein pun kemudian berlari menuju kamar Zaira, karena takut terjadi sesuatu.
"Apa yang kalian lakukan!!!" teriak Mirna.
"A-aku, aku tidak tahu kenapa bisa tidur bersama dengannya," ucap Zaira.
"Hei kau kenapa kau tidur disini, bukankah kau tidur bersama dengan Zein?" tanya Zaira dengan perasaan yang kalut.
"Aku memang tidur dengannya, lalu kenapa aku bisa bersamamu. Jangan-jangan kau menggendongku dan memindahkannya ke kamarmu! Iya kan, ayo mengaku!" ucapan konyol itu terlontar begitu saja dari mulut titisan anak ayam ini.
"Ahh, dasar makhluk durjana tidak tahu malu. Bagaimana bisa aku menggendong tubuhmu yang tinggi dan besar itu,"
"Buktinya kau bisa menghajar banyak orang!" kekeuh Zayan.
"Diam kalian berdua!!!" Bentak Tama.
"Zaira, apa yang kau lakukan ini. Aku tidak menyangka jika kau berani berbuat seperti ini. Astaga... " Tama mengusap wajahnya kasar.
__ADS_1
"Dasar wanita murah*n, siapa yang mengajarkanmu menjadi wanita tidak tahu malu seperti ini?"
"Bukankah kau juga seperti itu, sedikit banyaknya aku belajar darimu," ucap Zaira dengan nada kesal. Bisa -bisanya wanita perebut suami orang bisa mengatakan hal itu kepadanya.
"Kau ... !!!" tunjuk Mirna.
ting
tong
ting
tong.
"Biar aku saja yang membukanya," ucap Zein yang sejujurnya merasa bingung dengan keadaan sekarang ini. Mereka semua hanya membungkam entah harus berbuat apa sekarang.
Zein sempat terkejut saat melihat orang yang datang pagi-pagi bertamu ke rumahnya. Dia adalah pria yang seumuran dengan papanya. Namun, pria ini terlihat sangat tampan dan juga berwibawa. Dimana di belakangnya berjajar pria berjas hitam yang lumayan banyak.
"Maaf, anda mencari siapa?" tanya Zein, Zein mulai berpikir apakah orang-orang ini adalah orang-orang yang menyerangnya semalam. Jika benar maka habislah ia sudah kali ini. Yang ia khawatirkan adalah bagaimana nasib kakaknya.
"Aku kemari mencari putraku," jawabnya, dia adalah Rayan. Semalaman ia kehilangan jejak putranya. Dan baru mendapat kabar pagi ini. Jika putranya Zayan berada di rumah seorang warga.
__ADS_1
Melihat banyak orang-orang yang tidak biasa membuat para warga pun berkumpul melihat ke arah rumah Zaira. Mereka mulai berasumsi jika keluarga mereka terjerat hutang yang sangat besar. Hingga mereka ditagih oleh orang yang mereka sangka debt colector ini. Bisik-bisik pun mulai terdengar diantara para warga dengan asumsi yang berbeda.
"Apa anak laki-lakimu yang tidur dengan anak gadisku adalah anakmu?!" tanya Mirna, yang berdiri dibelakang Zein. Ia penasaran siapa yang bertamu pagi-pagi ke rumahnya karena setahunya setiap pagi mereka tidak pernah menerima tamu atau siapapun itu.
"Apa maksudmu?" tanya Rayan bingung. Ia pun kemudian masuk kedalam rumah dan melihat Zayan tengah berada di kamar seorang gadis dan tengah beradu mulut dengannya.
"Zayan Guntara, apa yang kau lakukan disini!!!" sentak Rayan yang terkejut melihat anaknya. Semalaman ia dibuat khawatir dan juga bahkan Nara istrinya tidak tidur semalaman karena memikirkan anaknya. Namun, ternyata anaknya malah tidur bersama anak gadis orang lain. Benar-benar membuat Rayan murka.
"Dad ... aku bisa jelaskan ini," Zayan semakin dibuat terkejut dengan keadaannya saat ini.
"Menjelaskan apa, menjelaskan jika kau menghabiskan waktu dengan seorang gadis begitu!!!" Astaga Zayan, sebenarnya apa yang ada dalam pikiranmu!"
"Siapa kalian?" tanya Zein.
"Aku Rayan Guntara, dan dia adalah Zayan Guntara putraku," jawab Rayan dengan nada tegas.
"Aku tahu mereka, mereka adalah pengusaha kaya dari keluarga Guntara," ucap salah satu warga yang mendengarnya.
Mendengar keluarga Guntara tentu saja Mirna tahu siapa mereka. Mereka adalah keluarga kaya raya yang hartanya tidak akan pernah habis tujuh turunan. Pikiran licik pun mulai merasukinya. Jika ia memiliki hubungan dengan keluarga Guntara maka ia tidak akan perlu lagi kesusahan. Ia tidak akan kekurangan uang dan hidupnya akan terjamin selamanya. Bayangan-bayangan indah pun mulai berseliweran dalam benaknya. Sebuah rencana pun mulai masuk kedalam pikirannya.
Ia pun kemudian mendekati Rayan. "Maaf Tuan Rayan Guntara, asal kau tahu saja jika putra kesayanganmu itu. Telah meniduri putriku! Maka dari itu kau harus bertanggung jawab, nikahkan putramu dengan putriku!"
__ADS_1
"Apa!!!"