Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 42


__ADS_3

Zaira baru saja bangun saat Zayan masuk ke dalam kamarnya, Zayan tersenyum bangga melihat hasil karyanya yang begitu indah di tubuh Zaira.


"Hai, istriku yang cantik! Kau baru bangun?" tanya Zayan sambil melompat ke atas kasur dan duduk disamping Zaira, dia menatapnya dengan penuh damba. Sepertinya titisan anak ayam ini belum puas minum susu. Hingga sedari tadi matanya terus memandang ke arah pabrik yang sedikit terbuka, hingga memperlihatkan sumber energi yang terlihat mengintip dan malu-malu didalam sana.


Zaira yang menyadari itu langsung menutupi tubuhnya dengan selimut, hingga menyisakan kepalanya saja yang terlihat oleh Zayan. Hingga Zayan pun memberenggut dan protes, karena pemandangan indah itu kini malah ditutupi begitu saja oleh sang pemilik pabrik.


"Kenapa ditutup? Aku sedang melihatnya!" seru Zayan.


"Aku tidak mau memperlihatkannya lagi padamu! Apa kau belum puas membuat tubuhku seperti macan tutul!" kesal Zaira pada Zayan. Ia kesal karena tubuh putihnya dibuat menjadi warna-warni oleh suaminya.


"Eh jangan begitu, lihatlah maha karya ku yang indah ini. Seharusnya kau bahagia, karena aku hanya membuat karya indah di tubuhmu saja." ucap Zayan.


"Memangnya kau mau membuatnya lagi dimana, awas saja kalau kau macam-macam. Aku juga bisa macam-macam," jawab Zaira kesal, karena ia tidak rela jika Zayan berbuat hal yang sama yang ia lakukan padanya kepada perempuan lain. Jika itu sampai terjadi, maka Zaira akan pergi dari kehidupan Zayan.


"Awas saja kalau kau macam-macam dengan pria lain, apalagi dengan manusia planet itu!" Zayan mulai mendekati tubuh Zaira lagi dan menghimpitnya.


"Makanya, jadilah anak baik." ucap Zaira sambil mendorong tubuh Zayan. Tapi tubuh itu begitu kuat hingga tidak bergeser sedikit pun.


"Aku akan jadi anak baik, selama kau memberiku nutrisi yang baik," bisik Zayan dan kemudian menyentuh lagi salah satu benda yang kini menjadi favoritnya itu.


"Zayan! lepaskan aku mau emmmmppttt...." Zayan langsung membungkam bibir cerewet itu dengan bibirnya, dan tak lupa pabrik dari sumber energi itu tak ia lepaskan. Malah pelindungnya lah yang Zayan lepaskan.


'Dasar anak ayam mesum, dia hobi sekali minum susu,' gumam Zaira dalam hati.


'Aku tidak akan melepaskanmu, Zaira. Kau hanya milikku,' gumam Zayan dalam hati.


"Jupiter, kenapa kau terus menjauhiku?" tanya Selena kesal, karena ia selalu diabaikan oleh Jupiter.


"Aku sudah bilang, menjauh dari hidupku!" sentaknya.


"Tapi kenapa? Oh ayolah Jupiter, selama ini aku tidak keberatan untuk dengan apa yang kau lakukan padaku. Aku juga tidak menuntut dirimu untuk menjadi milikku. Aku hanya ingin kau menyentuhku seperti dulu," bisik Selena di akhir kalimat. Tangannya tidak mau diam, dan terus meraba dada bidang Jupiter.


Melihat Jupiter hanya diam saja, tangan Selena pun mulai nakal. Ia sangat merindukan tubuh Jupiter, yang selama ini selalu menjadi miliknya. Ia rindu mendesah di bawah kungkungannya. Tak apa Jupiter tak menjadi miliknya, yang terpenting selama ia masih bisa menyentuh Jupiter, ia merasa senang. Begitu pikir Selena.


Tapi sepertinya tidak untuk kali ini, sangat disayangkan. Himpitannya kepada tubuh Jupiter sama sekali tidak membuat Jupiter tertarik pada Selena. Justru Jupiter malah mendorong tubuh Selena, hingga terjatuh.

__ADS_1


"Jupiter!" pekik Selena.


"Pergilah!" sentaknya lagi, kesal dengan Jupiter yang memang tidak pernah menghargainya, akhirnya Selena pun pergi meninggalkan Jupiter dengan Hati yang kesal.


"Zaira awas kau!!!"


Sedangkan di dalam kamarnya, Jupiter terlihat frustasi. Ia ingin sekali Zaira menjadi miliknya. Tapi bagaimana caranya, Zaira bukanlah perempuan yang mudah sekali didekati. Ia sangat bisa menjaga diri, dan juga perlindungan di sekitarnya sangat susah untuk ditembus. Dan itu sudah pasti atas perintah dari Zayan.


Awalnya Jupiter pikir jika Zaira menikah dengan pria biasa, hingga Jupiter berpikir jika ia akan dengan mudah menyingkirkannya. Akan tetapi dugaannya sangat salah, ternyata suami dari Zaira adalah Zayan Guntara. Putra mahkota dari keluarga Guntara. Tentu saja akan sulit ia dapatkan, terkecuali Zayan sendiri yang tidak menginginkan Zaira.


Saat sedang dalam pikirannya yang kalut, tiba-tiba Jupiter mengingat sesuatu tentang Zaira. Bukankah Zaira mempunyai keluarga pikir Jupiter.


"Alex!" teriak Jupiter dari kamar, mendengar teriakkan dari Tuannya, Alex pun segera berlari dan pergi menghampirinya. Sebelum mood Tuannya itu bertambah parah. Karena akhir -akhir ini, Jupiter memang tidak terlihat baik-baik saja.


"Ada apa, Tuan?" tanya Jupiter.


"Waktu itu saat kau menyelidiki kehidupan Zaira, selain adiknya apa dia punya keluarga lainnya?" tanya Jupiter.


"Nona, Zaira mempunyai seorang ayah dan ibu sambung Tuan. Mereka tinggal di kompleks xxx, waktu itu saya pernah mengatakannya pada anda." jawab Alex.


"Atur waktu ku, aku ingin menemui mereka besok." ucap Jupiter tersenyum licik.


'Aku sangat merindukanmu Zaira, dan sebentar lagi kita akan bertemu,' gumam Jupiter.


Keesokan harinya, Zaira sibuk menutupi lehernya dengan makeup. Karena ternyata semalam Zayan malah menambah warna di tubuhnya.


"Dasar menyebalkan! Tubuhku jadi semakin banyak warna begini, aku akan jadi malu keluar kamar," Zaira terus saja menggerutu. Ia sangat kesal pada suaminya itu, kenapa suka sekali gigit sana gigit sini hingga semua ada bekasnya.


"Padahal jangan di tutupi, aku suka melihatnya," ucap Zayan yang sedang tiduran di kasur sambil menunggu istrinya beres merias diri.


"Kau suka, tapi aku malu tahu!"


"Aku sangat sukaaaaaaaa sekali," jawab Zayan sambil tertawa.


"Dasar ayam menyebalkan,"

__ADS_1


Setelah semuanya selesai, Zaira dan Zayan pun pergi ke bawah untuk sarapan. Di sana, semua orang sudah menunggu dan bersiap. Sejak keluar dari kamar Zayan tidak melepaskan tangan Zaira, ia terus menggenggam tangan Zaira.


"Waahh kalian akran sekali sekarang?" tanya Rafa.


"Tentu saja kami ini suami istri yang romantis," jawan Zayan dan baru melepaskan genggaman tangannya saat mereka duduk di meja makan.


"Ahh melihat kalian aku juga jadi ingin menikah," ucap Rafa.


"Kalau begitu menikahlah sana!" ucap Zayan.


"Dad, aku ingin menikah," ucap Rafa, hingga kudanil yang sedang menyesap kopinya hampir tersedak.


"Kau meminta menikah, seperti meminta permen kapas saja!"


"Memangnya kau sudah punya, sayang?" tanya Nayla.


"Hanya aku yang boleh kau panggil sayang, Nay!" protes Reyhan.


"Semakin tua semakin manja saja," gerutu Rafa.


"Aku belum punya pacar, Mom." jawab Rafa.


"Kalau kau belum punya pacar, kau mau menikah dengan siapa? Carilah dulu kuda poni betinanya, baru ajak dian menikah!" ucap Reyhan.


"Carilah calon istri yang baik, jangan mencari perempuan sembarangan!" titah Nayla.


"Oke - oke, eh Zaira, apa kau punya teman perempuan yang cantik selain perempuan-perempuan yang di kampus?" tanya Rafa.


"Nanti aku ingat-ingat dulu," jawab Zaira.


"Astaga, kenapa kau jadi mendadak ingin menikah begini?" tanya Nara.


"Mungkin gagang sapunya sudah lama berdiri!" jawab Reyhan asal.


"Dad...."

__ADS_1


Hari Senin waktunya vote nih 😘😘😘 tebar-tebar like dan juga komentar. Biar Mimin semangaaaattt ❤️❤️❤️


__ADS_2