Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 49


__ADS_3

Pagi ini Zaira merasa tubuhnya terasa remuk, bagaimana tidak jika Zayan semalaman tidak berhenti menyentuhnya. Ia seolah merasa tidak puas dan menginginkan lagi dan lagi.


Dan anehnya, Zayan seperti merasa tidak pernah lelah. Padahal ia yang aktif dan Zaira hanya diam saja. Tapi malah tubuh Zaira yang terasa sangat lemas. Dan hari ini pun ia memutuskan untuk tidak kuliah dulu, karena ia benar - benar merasa lemas. Tubuhnya terasa tidak bertulang saat ini karena Zayan menggempurnya habis-habisan.


Zayan yang kini sudah rapi dengan setelan kerjanya tapi Zaira masih betah dengan selimutnya. Zayan mengerti kondisi Zaira, makanya ia sengaja tidak membangunkan istrinya yang kelelahan itu. Dan menyiapkan segala sesuatunya sendiri.


Sebelum turun untuk sarapan, Zayan malah ikut berbaring disampingnya Zaira dan kemudian memeluknya dengan erat serta meletakan kepalanya di ceruk leher Zaira yang kini menjadi warna warni akibat perbuatannya.


Zaira pun terusik oleh gerakan bibir Zayan yang tidak mau diam, dan ia pun mulai membuka matanya. "Zayan," panggilnya dengan suara serak khas bangun tidur.


"Aku berangkat dulu ke kantor," ucap Zayan.


"Memangnya hari ini kau tidak kuliah?" tanya Zaira.


"Tidak! Aku tidak mengambil kuliah setiap hari karena aku harus rajin bekerja. Aku harus giat bekerja karena ada istriku yang harus aku bahagiakan," Jawabnya.


"Manis sekali," ucap Zaira sambil memegang pipi Zayan.


"Kau baru sadar kalau aku adalah pria yang manis, kemana saja kau selama ini," Zayan malah menggigit pipi Zaira dengan gemas.


"Aaahhhh Zayan, sakit!" Zaira menepuk bahu suaminya itu dengan kencang karena merasa sakit pipinya digigit oleh Zayan. Tapi Zayan malah tertawa senang, tentu saja dia sangat senang karena burung pelatuknya semalam bisa menyelam dan muntah-muntah pada tempatnya.


"Kenapa kewarasanmu itu tidak pernah bertahan lama!"


"Entahlah, mungkin karena aku tergila-gila padamu. Jadi tingkat kewarasanku hanya ada sedikit saja, dan itu pun jarang kelihatan. Pipi Zaira mendadak merona mendengar jika Zayan tergila-gila padanya. Dan juga semalaman ia terus mengucapkan kata cinta pada Zaira, hingga Zaira dibuat malu dan bahagia secara bersamaan. Tapi akankah cinta Zayan akan bertahan selamanya, tiba-tiba ketakutan muncul dari dalam diri Zaira.


"Hei kenapa kau jadi melamun? Kau jangan takut, jika kau hamil aku akan bertanggung jawab," ucap Zayan.


"Kau memang harus bertanggung jawab, dan kau juga harus terus mencintaiku Zayan," rengek Zaira. Zayan pun gemas dan menciumi seluruh wajah cantik Zaira.


"Kau jangan takut, cintaku hanya untukmu dan akan selalu untukmu. Kau adalah milikku jadi jangan pernah mencoba memasukkan nama pria lain ke dalam hatimu. Karena disini hanya akan ada namamu saja," ucap Zayan.


Hati Zaira kini dipenuhi dengan bunga-bunga indah, karena ucapan cinta dari Zayan membuat hatinya kini sangat bahagia. Demi apapun Zaira merasa bahagia, kini ia sangat sadar jika semua masalah yang datang dalam hidupnya itu semata-mata bukti Tuhan sangat menyayanginya.


*


*


*

__ADS_1


Setelah semuanya siap Zayan pun pergi ke bawah untuk sarapan bersama. Nara yang melihat Zayan turun sendirian pun bertanya kepada anaknya, "Zayan dimana Zaira?" tanya Nara.


"Dia masih tidur dan ijin kuliah untuk hari ini," jawab Zayan. Nara yang mengerti pun mencebikkan bibirnya. Rayan langsung melihat kearah istrinya.


"Kau kenapa?" tanya Rayan.


"Tidak apa-apa, sepertinya sebentar lagi kita akan punya cucu," ucap Nara. Hingga Zayan yang sedang minum kopinya pun hampir tersedak gara-gara mendengar ucapan mommy nya.


"Apa Zaira sedang hamil?" tanya Rafa penasaran.


"Kau anak kecil, diam saja!" ucap Zayan.


"Siapa yang kau bilang anak kecil, aku bahkan sudah bisa membuat anak kecil. Jangan pernah meremehkan pegasus yang gagah perkasa," sanggah Rafa, Zayan tergelak mendengar ucapan Rafa.


"Jangan memfitnah dirimu sendiri, kuda poni yang lucu!" ejek Zayan.


"Dasar menyebalkan," jawab Rafa.


"Dad, aku ingin bekerja di kantor saja aku ingin membantumu." ucap Rafa.


"Ganti pakaianmu, jangan memakai pakaian seperti itu saat bekerja." jawab Reyhan yang fokus pada laptopnya.


Disaat semua orang tidak mau bekerja, tapi Rafa malah sangat semangat untuk bekerja. Tapi tak apa asalkan ia bahagia maka semua orang pun ikut bahagia.


*


*


*


"Tuan, ini berkas yang ada minta," ucap Alex pada Jupiter. Pria tampan berwajah dingin itu pun mengambil berkas yang diberikan oleh asistentnya.


"Hari ini kita ada meeting di dengan perusahaan Guntara Group, Tuan." ucap Alex agak ragu, karena ia sangat takut jika ucapannya itu akan menyinggung perasaan dari Bos nya.


"Baiklah," jawab Jupiter dengan wajah yang terlihat biasa saja. Alex pun bisa bernapas dengan lega, karena yang ia khawatirkan tidaklah terjadi. Tadinya ia sangat takut jika Jupiter akan marah saat mendengar ada meeting dengan perusahaan milik rivalnya. Namun, ternyata bos nya ini masih bisa profesional saat kerja.


"Semoga hari ini bisa berjalan dengan baik," gumam Alex.


*

__ADS_1


*


*


Rafa dengan semangat pergi ke kantor, tapi karena ia tadi terlambat bersiap jadilah ia berangkat sendirian. Karena tidak ingin ketinggalan meeting, Rafa pun menjalankan mobilnya dengan cepat.


Tak disangka dari arah berlawanan datanglah sebuah motor matic, yang tiba-tiba menyalib kendaraan di depannya. Rafa dan pemilik motor sama-sama terkejut hingga mereka berdua langsung membanting kearah samping, hingga pengendara motor itu terjatuh.


Rafa yang terkejut pun langsung keluar dari mobilnya dan melihat keadaan pengendara itu. Rafa takut jika pengendara itu terluka.


"Hei kau tidak apa-apa?" tanya Rafa, ia membantu orang yang terjatuh itu dan ternyata adalah seorang gadis berkacamata.


Gadis itu terlihat mencari sesuatu," ya ampun kacamataku dimana kacamataku," ucapnya dengan panik. Rafa yang menyadari jika gadis itu tidak bisa melihat tanpa kacamata pun, ia membantunya mencari kacamatanya.


Rafa pun kemudian melihat kacamata perempuan itu berada di pinggir jalan, mungkin terlempar saat ia terjatuh tadi


"Ini Nona kacamata milikmu," ucap Rafa dan kemudian memberikan kacamata pada gadis muda itu.


"Terimakasih, tapi...."


"Kacamatamu pecah," ucap Rafa sambil tertawa sumbang, ia merasa tidak enak dan juga merasa lucu saat gadis itu menggunakan kacamata pecah.


"Ya Tuhan! Bagaimana ini, kacamataku pecah. Aku hari ini ada panggilan interview kerja," ucapnya dengan sedih. Rafa pun merasa kasihan padanya.


"Semua ini gara-gara kau! Aku sangat membutuhkan pekerjaan ini. Pekerjaan ini sangat penting untukku, aku sangat menantikan pekerjaan yang sangat hebat ini. Kau tahu aku melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar dan juga sangat terkenal!" ucapnya dengan marah.


"Waahhh, benarkah? Memangnya kau melamar pekerjaan dimana?" tanya Rafa, mungkin ia bisa membantunya.


"Di Guntara Group, perusahaan besar dan sangat keren," jawaban gadis itu membuat Rafa tersenyum karena itu akan membuat Rafa dengan sangat mudah membantunya.


"Memangnya kau melamar jadi apa disana?"


"Aku melamar jadi cleaning servis di sana, hebat kan!" ucapnya dengan bangga.


"Haaahhh..."


****


Like dan komen ya bestie 😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2