Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 36


__ADS_3

Pagi ini, mata Zayan dikelilingi oleh lingkaran hitam menyeramkan, yang membuatnya terlihat seperti makhluk pemakan bambu yang pandai bermain kung fu. Ya, semalaman Zayan tidak bisa tidur karena ia menahan amukan dari gagang sapu miliknya yang terus-menerus meronta meminta keluar masuk gua sampai muntah. Namun, keinginan gagang sapunya itu sama sekali tidak diindahkan oleh Zayan, Karena takut sang pemilik gua marah. Karena guanya masih tersegel rapat, dan Zayan tidak mau menerobosnya begitu saja. Ia tidak berani, emm maksudnya belum berani.


Bahkan hari ini ia terlihat sangat loyo dan juga sangat lemas, mungkin karena ia memang hampir tidak tidur semalaman. Dan pada akhirnya ia ijin kuliah, dan Zaira hanya berangkat berdua dengan Rafa. Itu pun dengan petuah yang panjang baru Zayan mengijinkan Zaira untuk pergi dengan Rafa. Dan Rafa diminta untuk menjadi pelindung Zaira selama Zayan tidak berada di sisinya.


"Ingat! Kau harus menjaganya, kau jangan jadi tanaman yang memakan pagarnya!" Kira-kira seperti itulah nasihat dari Zayan untuk Rafa sepupunya. Seandainya bisa, Rafa justru ingin memakan pemilik tanamannya saja. Karena pemilik tanamannya ini bicaranya selalu saja tidak ada yang benar. Entah berapa dulu nilai bahasanya saat sekolah. Karena semua pepatah dan petuahnya meleset dan bukan pada tempatnya.


Melihat keadaan putranya yang kacau, Rayan mencoba mengajaknya berbicara empat mata. Ia ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan pernikahannya. Sebagai orang tua, Rayan ingin rumah tangga anaknya berjalan dengan mulus dan bahagia tentunya, bukan maksud Rayan ingin ikut campur. Akan tetapi, ia hanya ingin tahu saja apa yang terjadi pada anaknya hingga ia terlihat sangat kacau.


Kini ayah dan anak itu sedang berada di ruang kerja Rayan, dimana di sana hanya ada mereka berdua saja. Di sana Rayan ingin bicara serius dengan Zayan, Rayan sengaja memilih ruang kerjanya agar tidak ada yang mengganggu.


"Ada apa, Dad?" tanya Zayan, sungguh sebenarnya ia sudah sangat mengantuk. Akan tetapi Daddy nya malah mengajaknya masuk ke ruang kerja. Padahal otak dan tubuh Zayan kini sedang lemah karena kurang istirahat. Zayan tidak sanggup jika diajak bekerja oleh Daddy nya.


"Duduklah, Daddy ingin bicara serius. Ini tentang pernikahanmu, Zayan." Rayan berucap dengan sangat serius, membuat Zayan menjadi takut. Takut jika Daddy nya meminta Zayan untuk berpisah dengan Zaira. Oh tidak, itu tidak boleh terjadi. Zayan tidak rela jika ia harus berpisah dengan Zaira. Bahkan cintanya saja baru tumbuh pada Zaira, ia tidak mau jika cintanya yang baru tumbuh itu dipangkas begitu saja oleh Rayan. Bagaimana pun juga Zayan akan mempertahankan cintanya pada Zaira.


"Dad, jika kau menginginkan aku untuk berpisah dengan Zaira. Maaf untuk kali ini aku tidak bisa menuruti keinginanmu. Aku mencintainya dan tidak ingin berpisah dengannya. Asal kau tahu Dad, aku ingin sekali kikuk-kikuk dengannya. Tapi aku merasa malu dan juga takut, aku takut ditendang olehnya. Maksudku, ditendang dari kehidupannya. Aahh , andai kau tahu Dad, gagang sapuku semalam tersiksa karenanya. Sampai-sampai aku tidak bisa tidur," ucap Zayan panjang lebar pada Rayan.


Sepertinya Rayan harus menyimpan kembali pertanyaannya, karena sebelum bertanya pun. Zayan sudah menjawab semuanya. Ternyata benar dugaan Rayan, jika ini semua tentang pemberontakan gagang sapu yang ingin keluar dari sarangnya.


Memangnya siapa yang kuat tentang pemberontakan gagang sapu, bahkan benda keramat itu selalu saja menerjang ingin keluar jika sudah menemukan sarangnya. Astaga, kasihan sekali putranya itu. Rayan akan mengijinkan, Zayan untuk membuka segel istrinya. Yang terpenting baginya, hidup putranya bahagia, tetapi Rayan hanya ingin memastikan dulu satu hal. Sebelum Zayan membuka gagang sapunya untuk peluncuran pertama, Rayan ingin memastikan bagaimana perasaan Zaira terhadapnya.


"Lalu bagaimana tentang perasaan Zaira terhadapmu?" tanya Rayan.


"Ahhh dia masih malu-malu kambing padaku, padahal aku sudah sangat gemas ingin eheeemm ... Dad, kau pasti mengerti kan apa maksudku?" Titisan anak ayam ini bahkan tidak merasa malu konsultasi tentang masalah gagang sapu dengan Daddy nya.

__ADS_1


"Tentu saja aku mengerti, kau pikir Daddy mu ini anak kecil polos yang tak tahu apa-apa!" jawab Rayan yang gemas pada putranya ini.


"Lalu ?" tanya Zayan.


"Lalu apa? Kau tinggal melakukannya, jangan bilang kau tidak tahu caranya!"


"Apa! Benarkah?" tanya Zayan yang merasa tidak percaya dengan ucapan Rayan yang ternyata mengijinkannya untuk main kuda-kudaan dengan Zaira.


"Bukankah kau suaminya?"


"Ahhhh Dad, kau membuatku terharu. Aku sangat menyayangimu. I love you, Dad." ucap Zayan sambil memberikan tanda cinta pada Zayan, dengan menempelkan jari jempol dan juga telunjuknya yang menyerupai hati.


Melihat kelakuan anaknya, ingin sekali Rayan mengunyahnya. Namun, jika itu Rayan lakukan maka bersiaplah ia akan mendapatkan jurus tendangan kaki ayam, dari Nara.


"Yeeeessss.... I love you full, Dad!" ucap Zayan sambil pergi meninggalkan Rayan dan tertawa girang, karena nanti malam ia akan main kuda-kudaan dengan Zaira. Rayan hanya menghela napas kasar melihat kelakuan putranya itu.


*


*


*


"Jadi hanya gara-gara gadis ini, Jupiter menjauhiku! Dia bahkan tidak apa-apanya jika dibandingkan denganku. Aku jauh lebih cantik dan juga lebih seksi darinya!" hardik Selena, setelah mengetahui jika pria pujaannya, Jupiter menjauhinya hanya karena sedang mendekati seorang gadis yang terlihat sangat sederhana di matanya.

__ADS_1


Selena bahkan merasa seribu kali lebih baik dari Zaira. Karena ia merasa lebih cantik, lebih seksi dan juga lebih berisi tentunya jika dibandingkan dengan Zaira yang notabene terlihat seperti gadis remaja yang sedang dalam pertumbuhan.


"Namanya Zaira, ia seorang mahasiswi di universitas Xxx. Tapi Nona, menurut informasi yang ada di sini. Jika Nona Zaira telah menikah," terang seorang pria yang Selena utus untuk mencari tahu, tentang Jupiter yang akhir-akhir ini selalu menjauhinya.


"Apa! Menikah? Rupanya dia wanita nakal, sudah mempunyai suami akan tetapi masih mau mendekati Jupiter ku, dasar wanita tidak tahu malu!" Selena mengepalkan tangannya kuat hingga kuku-kuku jarinya memutih. Ia tidak terima jika pria yang ia cintai menyukai perempuan bersuami.


"Akan aku beri kau pelajaran, ... Zaira!"


*


*


*


Di dalam kamarnya Zayan sedang menyiapkan diri untuk acara pembukaan pabrik bayi, nanti malam. Ia sangat bahagia karena pada akhirnya sang Daddy mengijinkan gagang sapu premiumnya untuk meluncur.


"Yess.... Yesss ... Yesss !!! Nanti malam aku akan ahhhh.... aku jadi malu membayangkannya. Akhirnya aku akan tahu bagaimana rasanya minum susu langsung dari pabriknya, astaga... astaga jantungku, Astaga dimana jantung ku!!!" ucapnya sambil berguling-guling di kasur saking bahagianya.


***


Seneng banget anak ayam mau buka pabrik sama mimi cucu 😝🤣🤣... Jangan lupa like ya dan kasih komentar biar semangat 💃💃💃


__ADS_1


__ADS_2