
Mendengar namanya dipanggil Zaira pun langsung menoleh. Memang sedari tadi perasaannya sudah tidak enak, karena Zaira merasa jika perempuan yang tidak ia kenal itu terdengar seolah ia sedang membicarakan dirinya. Namun, Zaira mencoba berpikiran positif saja. Apalagi ia tidak mengenalnya.
"Apa aku mengenalmu, Nona?" tanya Zaira. Perempuan yang terlihat sangat glamour dari penampilannya itu, melihat dan mendelik pada Zaira.
"Kita tidak saling mengenal, dan kau! Perempuan sepertimu sama sekali bukan kelasku," jawabnya dengan nada mengejek.
"Jika kau memang tidak mengenalku, lalu kenapa kau mendikte hidupku." ucap Zaira menahan amarahnya, jelas-jelas ia paling tidak suka pada orang yang suka menghina orang lain.
"Siapa pun bisa mendikte hidupmu! Kau terlalu murah4n untuk seorang perempuan. Kau sama sekali tidak cocok bergaul denganku ataupun dengan siapapun. Kau bukan orang yang pantas aku kenal,"
"Benarkah? Jika memang begitu kenapa sepertinya kau sangat tahu tentangku?" tanya Zaira.
"Semua tahu tentangmu,"
"Tidak semua orang tahu tentangku Nona, hanya orang-orang tertentu saja yang mengenalku. Atau apa memang kau salah satu penggemarku? Kalau benar begitu, aku merasa sangat terharu," ucap Zaira sambil tertawa, tentu tawa Zaira ada ejekan yang ia selipkan disana. Perempuan itu langsung berdiri dan mengambil sebuah minuman di mejanya serta langsung menyiramkannya pada wajah Zaira.
Byuuurrr .....
Perempuan itu dengan sengaja menyiram Zaira dengan air hingga Zaira basah kuyup. "Dasar jal4ng murahan! perempuan hina!" teriaknya, hingga kini Zaira menjadi pusat perhatian dari pengunjung restoran. Orang yang ditugaskan untuk menjaga Zaira pun langsung menghampirinya.
"Nona," panggilnya dengan panik, bagaimana ia tidak panik ia merasa sudah gagal sudah menjaga nona mudanya, hingga diserang orang. Namun, Zaira adalah orang yang tidak mudah untuk diserang ataupun ditindas, dulu saat ia diejek oleh Zayan saja ia tidak ragu untuk memu kulnya, apalagi ini hanya seorang perempuan, bukanlah hal yang sulit bagi Zaira untuk memberinya pelajaran.
Zaira langsung berdiri dan mendorong perempuan itu sampai terjatuh, "Dengarkan aku sial4n! kaulah sebenarnya perempuan hina! Tanpa mengenal kau sudah berani menghina orang. Aku tidak pernah memiliki masalah denganmu! Jadi sebaiknya tutup mulutmu, atau aku robek mulutmu yang penuh dengan gincu itu!"
"Jangan menyentuh nona kami yang berharga!" ucap penjaga dari wanita itu.
"Begitu pun juga dengan Nona kami, ia terlalu berharga untuk disentuh oleh majikanmu!" sentak penjaga Zaira.
Namun, sepertinya penjaga perempuan itu bukan hanya satu melainkan ada beberapa orang. Sedangkan yang menjaga Zaira hanya satu orang. Tapi itu sama sekali bukan masalah untuk Zaira. Ada dirinya dan juga Zein yang mampu melawan mereka semua.
__ADS_1
Selena memberi kode untuk menyerang mereka, dan para pengawal Selena pun tanpa ragu langsung menyerang Zaira dan juga yang lainnya. Untung saja Zaira dan Zein sudah berbekal ilmu beladiri hingga mampu mengimbangi mereka semua.
Hingga terjadilah keributan di restoran itu, bukan hanya itu saja tempat yang asalnya terlihat tertata rapi pun, kini menjadi tempat yang berantakan. Bahkan keamanan saja sampai kewalahan melerai mereka semua.
Hingga setelah berlangsung agak lama perkelahian itu, barulah mereka bisa dileraikan itu pun atas bantuan pihak berwajib karena sang pemilik restoran tidak mau menunggu restorannya hancur karena perbuatan mereka. Hingga akhirnya ia memutuskan memanggil pihak berwajib saja, untuk melerai semua perkelahian yang membuat hancur restorannya.
Dan di sinilah mereka semua, kini mereka semua dikumpulkan untuk di sidang di sebuah ruangan besar yang ada di restoran itu. Mereka semua akan diminta keterangan Bagaimana kejadian ini bisa terjadi, dan tentu saja mereka semua harus mempertanggungjawabkan tentang restoran yang dibuat hancur oleh mereka.
"Apa kalian pikir jika restoranku ini adalah arena tinju! Kenapa kalian berkelahi hingga membuat restoranku hancur!" sentak pemilik restoran itu.
"Dia yang mulai!" tunjuk Selena pada Zaira.
"Kau yang mulai nenek sihir! Kakak ku tidak bersalah!" sentak Zein tidak terima kakaknya disalahkan begitu saja.
"Dasar Ratu Drama!" ejek Zaira.
"Sudah diam semuanya! Sekarang aku minta penjamin kalian untuk datang kemari, aku ingin meminta ganti rugi!" ucap pemilik restoran itu.
"Gadis miskin itu mana mungkin mampu mengganti rugi, jebloskan saja dia ke penjara dan biarkan dia membusuk disana!" Selena berkata dengan menggebu-gebu.
"Siapa yang kau bilang tidak mampu untuk mengganti kerugian restoran ini!" teriak seseorang yang baru saja sampai di sana. Wajah tampannya kini terlihat sangat seram, karena orang yang sangat dicintainya terlihat terluka di wajah cantiknya. Ia tidak rela jika wanita yang selalu ia puja dan damba setiap malamnya diteriaki dan juga dihina. Bahkan ia rela menghitung hari dimana ia rela menunggu banjir bandangnya surut.
Ya dia adalah Zayan Guntara suami tampan dari Zaira yang sedang berdiri gagah dan juga tampan dengan pakaian kerjanya. Ia tidak rela mendengar istrinya dihina begitu saja, oleh gadis yang tidak cantik sama sekali dipandangannya.
Zayan dengan gagahnya berjalan menghampiri mereka semua, dan mendelik kesal pada Selena. Jika bisa Zayan ingin menelan dan memuntahkan kembali perempuan sombong ini.
"Hei pirang! Aku bicara denganmu!" sentak Zayan.
"A-aku, " bibir Selena mendadak membisu, wajahnya pucat karena ia gugup bicara dengan Zayan. Ia tidak menyangka jika Zayan akan datang untuk membela istrinya. Karena sepengatahuannya, mereka menikah tanpa ada dasar cinta dan karena terpaksa.
__ADS_1
Selena tidak tahu saja jika titisan anak ayam ini sangat mencintai istrinya. Ia tidak akan membiarkan siapapun melukai menyakiti bahkan menghinanya.
"Zayan," panggil Zaira, kini pandangan Zayan pun mengarah pada istri tercintanya. Zayan langsung memeluknya dengan sayang, dan untuk kesekian kalinya Zayan membuat hati Zaira menghangat.
"Apa yang terjadi?" tanya Zayan sambil menangkup wajah cantik Zaira yang terluka dan terlihat lebam di bagian pipinya.
Zaira pun kemudian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tentang kejadian itu. Ia menceritakan dari awal sampai akhir bahkan sampai ke perkelahian itu terjadi. Semua ia ceritakan tanpa ia lebihkan dan ia kurangi. Mendengar semua itu Zayan semakin murka, ia tidak rela jika istri kesayangannya dihina oleh Selena.
"Jadi maksudmu gadis itu menghinamu dan juga pemilik restoran ini juga memarahimu?" tanya Zayan. Zaira pun mengangguk.
"Wajar saja jika pemilik restoran ini marah padaku, aku kan membuat kekacauan disini. Dan aku harus mengganti rugi, kau mau menolongku kan?" tanya Zaira dengan malu-malu kambing pada Zayan hingga membuatnya sangat gemas.
'Kenapa kau sangat menggemaskan sekali, aku kan jadi tidak sabar,' Batin Zayan.
"Maafkan saya Tuan Muda, saya tidak tahu jika nona ini adalah..."
"Istriku!" potong Zayan, pemilik restoran itu pun langsung menunduk hormat. Sedetik kemudian pandangan Zayan pun mengarah ke arah Zaira lagi.
"Zaira," panggil Zayan.
"Ya,"
"Seharusnya tadi kau hancurkan saja restoran ini, aku sangat kesal mendengarnya. Beraninya kau memarahi Istriku!"
"Apa!" semua orang terkejut mendengarnya.
****
Kasih like dan komentar dong biar semangat up nya 😌
__ADS_1