
Perasaan Rafa kini sedang tidak menentu, ia gelisah ia merasa sangat takut. Ia takut kehilangan Rheina, padahal benih cinta baru saja tumbuh tapi kenapa harus ada kejadian memilukan seperti ini. Masih terlihat dengan jelas bagaimana Rheina terjatuh, dan darah begitu banyak keluar dari tubuhnya. Tubuh Rafa lemas berharap semua yang terjadi hanyalah mimpi saja. Berharap sebentar lagi ada orang yang membangunkannya dari mimpi buruk yang sedang ia alami saat ini.
Sayangnya, ini bukanlah mimpi. Ini adalah kejadian yang menyakitkan dan juga memilukan. Sungguh baru kali ini Rafa merasa hampir kehilangan jiwa dan juga kewarasannya. Di saat tubuh kecil itu terjatuh, ia bahkan tidak bisa menolongnya. Ia hanya terpaku melihat pemandangan mengerikan itu. Seandainya ia bisa mengulang waktu ia hanya akan mengurung Rheina di rumah dan tidak mengijinkannya kemana-mana.
"Rhe ... Rheina, Ya Tuhan ... sayang bangun!" Rafa menggendong tubuh kecil bersimbah darah itu sambil berlari ke arah mobil dan segera membawanya ke rumah sakit. Begitupun dengan Zayan ia pun segera menggendong Zaira dan membawanya ke rumah sakit.
Zayan terus merutuki kebodohannya karena tidak bisa melindungi istrinya. Ia merasa geram melihat tubuh istrinya yang penuh dengan luka. Kenapa, mereka kejam sekali menyiksa orang yang sangat ia cintai. Dimana nurani mereka di saat mereka melukai tubuh kecil ini. Zayan bersumpah tidak akan membiarkan orang itu. Ia akan memberikan balasan yang setimpal padanya, karena sudah menyakiti istrinya terlebih istri sepupunya yang entah bagaimana kini keadaannya.
Jupiter merasa gagal, ia terlambat menyelamatkan Zaira. Dan parahnya kini Rheina pun ikut terluka, bahkan jauh lebih parah. Jupiter benar - benar geram pada Selena.
"Aku ingin kau seret gadis sial4n padaku secepatnya! ucap Jupiter pada Alex.
"Baik Tuan," jawab Alex. Alex pun kemudian langsung bergegas pergi, sedangkan Jupiter ia mengikuti Zayan dan Rafa ke rumah sakit. Ia ingin tahu bagaimana keadaan Zaira dan juga Rheina.
Sesampainya di rumah sakit, Rafa berteriak dan berlari sambil menggendong Rheina. Perawat yang melihat keadaan pasien terluka parah pun langsung membawanya agar segera diberi penanganan. Tak lama setelah itu Zayan pun sampai di rumah sakit. Ia tak kalah panik dengan Rafa, ia juga meminta dokter dengan segera memeriksa keadaan istrinya.
Kabar buruk itu kini sudah sampai ke telinga Rayan dan juga Reyhan, mereka semua terkejut mendengar kabar yang sangat buruk ini. Mereka pun segera memberitahukan kabar ini kepada istri mereka. Saat kabar itu sampai ke telinga Nara dan juga Nayla, mereka berdua sangat shock mendengarnya. Mereka pun dengan segera pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan menantu mereka.
Rafa terduduk di lantai duduk sendiri, ia menelungkupkan wajahnya diantara kedua lututnya. Bahunya bergetar, menandakan jika ia memang sedang menangis. Tak pernah sedikitpun Rafa mengeluarkan air matanya, ini adalah kali pertama ia merasa sangat sedih dan juga hancur dalam hidupnya.
__ADS_1
"Rafa ... " panggil Zayan perlahan. Namun, Rafa masih betah dengan posisinya. Zayan pun menepuk bahu Rafa, ia ingin menguatkan sepupunya itu. Tapi Zayan tahu, tidak semudah itu ia memberikan kekuatan pada Rafa agar bisa menghadapi semuanya.
"Aku suami yang jahat," ucap Rafa perlahan.
"Tidak, kita adalah suami yang jahat. Kita bahkan tidak bisa melindungi mereka. Mereka terluka karena kita, pasti ada orang yang hendak melukai kita tapi justru mereka lah yang menjadi sasarannya.
"Tidak!" tiba-tiba Jupiter berada di sana dan berdiri menghadap ke arah Zayan dan juga Rafa. Mendengar suara Jupiter Rafa dan Zayan pun melihat ke arah Jupiter yang sedang berjalan menghampiri mereka.
"Apa maksudmu? Jangan bilang kau terlibat dalam kejadian ini, jika benar aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkanmu sekarang juga!" Zayan bangkit dan menarik kerah baju Jupiter dan mendorongnya ke tembok.
"Apa semua ini ada hubungannya denganmu! Apa kau yang menyuruh orang untuk melukai Zairaku, sial4n! jawab!!!" teriak Zayan, ia sudah perduli jika ia kini sedang berada di rumah sakit, yang ia pedulikan hanya ingin segera memberikan hukuman pada orang yang sudah mengakibatkan hal ini terjadi.
"Jangan berpikir gila! Kau sangat tahu jika aku sangat mencintai istrimu, bagaimana mungkin aku melukainya!" teriak Jupiter dan mendorong Zayan hingga ia terhuyung ke belakang.
Terlihat Jupiter menghela napas kasar, ia menyugar rambutnya ke belakang. Ia pun terlihat frustasi dengan semua ini, tapi dengan berat hati ia pun harus mengatakan semua ini kepada Zayan dan Rafa, jika semua kejadian ini memang masih ada hubungan dengannya. Kejadian ini bagaikan ikatan rantai kuat yang terhubung dengan Jupiter, bagaimana pun juga Selena berbuat jahat seperti ini memang karena dirinya. Tak dapat dipungkiri jika, ialah akar dari semua masalah ini.
"Selena ..." ucap Jupiter.
"Siapa Selena?" tanya Rafa yang mulai bangkit saat Jupiter mengucapkan nama seseorang yang terhubung dengan kecelakaan ini. Rafa sudah tidak sabar ingin membalas orang yang sudah membuat istrinya hampir kehilangan nyawanya.
__ADS_1
Akhirnya Jupiter pun menceritakan semuanya, mulai dari siapa Selena dan apa hubungannya dengannya. Bagaimana ia selalu mengawasi gerak-geriknya. Hingga akhirnya yang Jupiter takutkan pun terjadi. Yaitu, Selena melakukan hal yang jahat pada orang yang dia benci.
"Aku sudah mencoba menghubungimu, tapi kau tidak mengangkatnya! Aku pergi ke kampusnya tapi dia sudah tidak ada, sampai pada akhirnya aku mendapatkan kabar jika Zaira sedang menuju restoran. Aku menghubunginya saat itu, dan ia meminta tolong padaku. Dan aku juga mendengarnya berteriak! Apa kau pikir aku tidak terpu kul mendengar teriakannya!" Dan hati dan pikiranku hancur saat aku hampir sampai dan melihatnya tidak berdaya. Dan yang paling membuatku hancur adalah saat ... saat Rheina ..." Jupiter tidak berani lagi mengatakan lagi semua kejadian itu. Dimana semua orang juga melihat bagaimana Rheina, menyelamatkan Zaira hingga ia yang tertabrak dan juga terluka sangat parah. Dilihat dari luka luarnya saja, semua orang sudah tahu jika Rheina terluka parah.
Disaat pikiran mereka bertiga tengah sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Rayan dan yang lainnya tiba di rumah sakit dan menghampiri mereka bertiga.
"Zayan... bagaimana keadaan Zaira dan Rheina?" tanya Nara sambil menangis.
"Masih belum ada kabar, Mom. Kami masih menunggu," jawab Zayan.
Tak berselang lama dokter yang memeriksa Zaira pun keluar, mereka langsung diburu oleh mereka semua.
"Bagaimana keadaan Istriku?" tanya Zayan tidak sabar. Sedangkan Rheina masih berada di ruang operasi karena luka yang di deritanya cukup parah.
"Keadaannya sudah membaik, luka luarnya sudah kami obati. Untung saja janin yang ada dalam kandungannya baik-baik saja," tutur dokter itu.
"Apa!!!" mereka semua terkejut saat mendengar kata janin, yang berarti Zaira sedang hamil.
***
__ADS_1
Kasih dukungan yang kenceng dong, biar Rheina sama Zaira cepet sembuh 🥺