Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 48


__ADS_3

Setelah keluarga teh celup itu pulang, dan keluarga Rayan sudah masuk ke kamar mereka masing-masing. Reyhan langsung menatap tajam kearah putranya. Mulutnya sudah gatal sedari tadi, ingin menanyakan apa yang ia maksud sudah belajar tentang membuat anak. Apa jangan-jangan putranya ini sudah melakukan hal yang tidak-tidak, kalau benar begitu maka Reyhan akan menghukum burung pipit milik Rafa yang baru tumbuh itu.


"Rafa, Dady ingin bicara denganmu," ucap Reyhan.


"Oke," Rafa pun mengikuti Reyhan ke ruang keluarga, takut ada yang tidak beres Nayla pun mengikuti anak dan suaminya itu.


"Duduklah, Dady ingin bicara serius denganmu," Rafa dan Nayla pun langsung duduk di sofa. Nayla memilih duduk disampingnya Rafa membuat kudanil itu kesal. Kenapa istri kesayangannya ini malah menjauh darinya, bukannya duduk dan bersandar padanya tapi malah duduk sambil memegang tangan putranya.


"Nay, kenapa kau duduk di sana? Kenapa tidak disamping ku?" tanya Reyhan kesal.


"Aku ingin melindungi putraku, makanya aku duduk di sini," jawabnya dan kini ia malah menggandeng lengan kekar anaknya.


"Melindungi dari apa?" tanya Reyhan.


"Ya, melindungiku dari apa, Mom?" tanya Rafa yang juga merasa bingung kenapa sang mommy tercinta, terlihat takut pada Reyhan. Apa Daddy nya ini akan marah padanya atau bagaimana.


"Lihatlah wajah kudanil itu, terlihat sangat tidak bersahabat," jawab Nayla.


"Oh ya ampun, Nay! Aku tidak marah, jangan begitu sayang kau membuatku sedih," ucap Reyhan.


"Benarkah?"


"Kau tidak percaya padaku? Aku bahkan selalu mencintai dan melindungimu puluhan tahun, apa cintaku masih kau ragukan?" Reyhan bicara dengan dramatis hingga Rafa dibuat merinding oleh kelakuan Daddy nya itu. Merasa tidak tega pada suaminya, akhirnya Nayla pun menghampiri Reyhan dan langsung menggandengnya.


"Maafkan aku, aku mencintaimu sayang," Nara menyenderkan kepalanya di bahu Reyhan.


"Aku juga mencintaimu," balas Reyhan dan mengecup kening Nayla. Rafa yang melihat pemandangan yang sudah tidak aneh itu pun langsung berdecak sebal.


"Apa kalian lupa, jik ada putra tampan kalian di sini. Kalian benar - benar tega memperhatikan sebuah kemesraan dihadapan seorang jomblo!" Anak kuda poni ini sangat kesal melihat kelakuan orang tuanya yang selalu bermain drama dihadapannya.


Mendengar kata jomblo, Reyhan jadi ingat tentang apa yang akan ia bicarakan dengan putranya itu. "Rafa, Daddy ingin bertanya sesuatu?"


"Hemmm... tentang apa?" tanya Rafa sambil menyilangkan tangannya dan menyandarkan tubuhnya di kursi sofa yang sangat empuk itu.

__ADS_1


"Apa benar kau sudah belajar cara membuat anak? Apa kau melihat tutorialnya?" tanya Reyhan tidak sabar, karena ia ingin segera tahu tentang kebenarannya. Reyhan tidak mau jika anaknya menjadi orang yang suka melakukan tutorial membuat anak dengan sembarang lahan.


"Apa!!! Enak saja, jangan sembarangan padaku Dad. Belalai milikku masih ori. Bagaimana Daddy bisa berpikir jika belalai ku yang gagah suka bercocok tanam di lahan sembarangan!" jawab Rafa tidak di terima atas fitnah kejam yang dilontarkan Daddy nya, terhadap belalai keren miliknya itu.


"Lalu kenapa ka bilang tadi sudah belajar untuk membuat anak?" tanya Reyhan lagi.


"Semua orang sudah tahu bagaimana caranya proses pembuatan anak, aku sudah dewasa tentu tahu hal itu!"


"Dari mana kau tahu?"


"Aku banyak melihat tutorialnya, Dad." jawabnya sambil terbahak, hingga satu lemparan bantal pun mengenai pas di wajahnya.


"Dad!!!"


"Dasar anak durjana, berani sekali kau melihat hal seperti itu!"


"Sudahlah sayang, Rafa sudah dewasa asal dia tidak berbuat macam-macam saja. Sudah biarkan saja," bela Nayla.


"Sudah! Kau juga dulu seperti itu bahkan kau juga selalu menceritakannya padaku tentang kekonyolanmu itu," Rafa semakin terbahak-bahak mendengar ucapan mommy nya. Namun, si kudanil masih terlihat kesal. Kenapa ia sampai lupa jika dulu ia juga suka melihat hal seperti itu.


*


*


*


Sedangkan di kamarnya, Zayan yang baru saja naik ke atas kasurnya langsung memeluk Zaira dengan erat. Zaira yang baru saja hendak memejamkan matanya pun, membuka kembali matanya dan melihat kearah Zayan yang sedang tersenyum kearahnya. Merasa heran Zaira pun bertanya pada Zayan.


"Ada apa?" tanya Zaira.


"Tidak ada, aku hanya sedang ingin melihat wajahmu cantik," ucap Zayan sambil terus tersenyum ke arahnya. Zaira hanya mencebikkan bibirnya saja. Sejak kapan anak ayam ini bisa menggombal pikirnya.


"Ya sudah aku tidur dulu," Zaira pun kemudian menutup matanya. Baru saja Zaira akan berkelana ke alam mimpi, terasa benda kenyal telah menyapu bibirnya. Zaira pun kembali membuka matanya dan melihat Zayan sedang mencium bibirnya. Dan seperti biasa tangannya kini sedang berada di dua buah benda kenyal miliknya yang kini sudah menjadi, benda kesayangan Zayan.

__ADS_1


Perlahan Zayan menarik pakaian yang sedang di pakai oleh Zaira, hingga benda itu bisa ia nikmati sepuasnya. Zaira yang sudah terbiasa dengan Zayan yang hobi minum susu dari pabrik miliknya hanya diam saja. Jujur saja Zaira selalu menikmati sentuhan - sentuhan Zayan. Namun, ia tidak menyangka jika malam ini Zayan akan mengeluarkan pedang pusaka miliknya itu, yang selama ini Zaira hanya melihatnya dari dari luar.


"Zayan, i-itu?" tunjuk Zaira.


"Kenapa, ini terlihat sangat tampan kan?" ucap Zayan tanpa merasa malu sedikit pun pada Zaira.


"Tampan apanya, tutupi lagi cepat!" Zaira panik melihat benda yang kini tengah menunjuk-nunjuk padanya.


"Kenapa harus di tutupi? Dia ingin bermain denganmu," bisik Zayan di telinga Zaira hingga Zaira tengkuknya terasa meremang. Zayan pun kemudian menggigit gemas telinga Zaira, dan kemudian menyusuri leher jenjang miliknya dan seperti biasa Zayan selalu memberikan beberapa tanda cintanya di sana.


"Zayan ..." lirih Zaira, ia merasa gelenyar aneh dalam tubuhnya, kali ini sangat berbeda dengan sebelum-sebelumnya yang selalu ia rasakan. Kali ini Zayan terlihat lebih bernafsu terlihat dari caranya memperlakukan Zaira.


"Zayan... " panggil Zaira lagi dengan suara lembutnya, saat Zaira memanggil namanya membuat Zayan malah semakin lebih melakukan hal pada tubuhnya hingga Zaira merasakan sesuatu yang sama sekali belum pernah ia rasakan.


Saat sudah puas dengan tubuh bagian atasnya, Zayan pun mulai mencoba membobol pabrik milik Zaira. Awalnya Zaira menolak, akan tetapi statusnya yang sebagai istri membuatnya tidak bisa menolak keinginan jajan untuk menyentuhnya lebih jauh lagi.


Hingga pada akhirnya Zaira hanya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Zayan. Tangan mungilnya mencengkeram punggung kokoh Zayan dan ia pun menggigit bibir bawahnya karena merasa sakit di bagian intinya yang terasa perih dan penuh.


"Zayan ini sakit,"


"Bersabarlah aku sedang berusaha, " jawab Zayan dan mencoba untuk memasuki pabrik bayi yang masih tersegel itu.


"Tapi ini ..... Aaaaarkhhhh!!!" teriak Zaira, yang tidak kuat menahan pedih di sana. Sungguh ia merasa jika sesuatu yang dibawah sana kini tengah di robek dengan paksa.


Mendengar Zaira yang berteriak Zayan langsung membongkar bibir mobil istrinya dengan bibirnya. Sangat terasa jika tubuh Zaira kini menegang, hingga Zayan berhenti sejenak. Setelah Zaira agak tenang, barulah jajan pun menggerakkan tubuhnya.


Ini adalah rasa yang sangat luar biasa yang pertama kali Zayan rasakan. iya iya ingin merasakan lagi dan lagi dan tidak mau berhenti. Zaira semakin mencengkramkan tangannya ke punggung Rayan, ia merasakan sakit dan perih secara bersamaan di bawah sana.


Betapa bahagianya Zayan karena saat ini ia berhasil membobol gawang ori milik Zaira.


"Akhirnya kau menjadi milikku seutuhnya, aku mencintaimu Zaira," gumam Zayan di sela - sela kegiatannya.


****

__ADS_1


__ADS_2