
Siangnya sehabis kuliah Zaira pergi untuk menemui Jupiter, dan dengan diam - diam Zayan dan juga Rafasya mengikutinya. Dan tentu saja itu semua tanpa sepengetahuan dari Zaira. Karena Zayan akan memberikan kejutan nanti di sana.
Sedangkan di perusahaannya, Jupiter tengah bercermin dan menatap dirinya yang tampan. Tak peduli jika Zaira sudah bersuami, yang terpenting baginya adalah jika Zaira bisa menjadi miliknya.
"Alex, bagaimana penampilanku?" tanya Jupiter pada asistentnya itu. Yang ditanya malah merasa sangat aneh, karena ia berpikir sejak kapan bos nya itu bertanya tentang penampilan. Bahkan biasanya ia tidak pernah peduli dengan pendapat orang lain, dan selalu merasa jika pilihan nya lah yang terbaik.
"Anda terlihat sangat tampan Pak," jawab Alex jujur. Karena memang Jupiter adalah pria yang sangat tampan bahkan mapan, sungguh kriteria yang sempurna di mata semua wanita.
"Aku memang tampan, dan aku punya segalanya. Aku harus bisa mendapatkan apa yang aku inginkan," ucapnya.
'Anda memang tampan dan mapan, Pak. Sayang sekali anda suka pada istri orang,' batin Alex, ia mencoba untuk tidak mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya. Tentu saja karena ia masih sangat menyukai pekerjaannya yang keren dan bergaji besar, yaitu menjadi asisten dari Jupiter.
"Kita berangkat sekarang," ajaknya, Alex pun menganggukan kepalanya.
"Baik, Pak." jawab Alex dan kemudian berjalan di belakang Jupiter. Bos nya yang terlihat sangat senang dan senyum mengembang terus menghiasi wajah tampannya. Itu semua adalah sesuatu yang sangat langka. Dimana Jupiter adalah pria yang tidak pernah atau jarang sekali tersenyum. Akan tetapi hari ini, bahkan sejak pagi. Ia terus saja tersenyum, karena membayangkan istri orang lain. Sangat miris ...
*
*
*
Zaira kini sudah sampai di restoran yang sudah dipesan oleh Jupiter, dimana restoran itu ternyata sebuah restoran yang mahal. Zaira menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena semuanya tidak sesuai ekspektasi.
"Aku pikir hanya makan di restoran biasa, jadi tidak masalah aku mentraktirnya. Kalau restorannya besar seperti ini, bagaimana aku mengatakannya pada anak ayam itu nanti. Ahh ya ampun, pasti makan disini harganya sangat mahal," gumam Zaira.
__ADS_1
"Kau tidak perlu memikirkan bagaimana membayarnya, karena itu adalah tugasku," jawab Jupiter yang mendengar gumaman dari Zaira. Ia tersenyum mendengar ucapan dari Zaira yang menurutnya itu sangat lucu.
Zaira yang terkejut pun langsung membalikan tubuhnya, ia merasa sangat malu pada Jupiter. Pasti orang yang ada dihadapannya ini akan menganggapnya sebagai orang yang pelit.
"Ahh ... maafkan aku. Aku tidak bermaksud begitu." jawab Zaira malu.
"Ayo kita masuk," ajak Jupiter yang langsung menarik tangan Zaira. Namun, Zaira langsung melepaskannya.
"Maaf ..." ucap Zaira, Jupiter mencoba tersenyum walaupun sebenarnya ia merasa kecewa karena Zaira melepaskan tangannya.
"Tidak masalah, seharusnya aku yang minta maaf. Ayo kita masuk," ajak Jupiter masih dengan mode ramahnya. Ia mengerti jika wanita yang ia ajak ini adalah wanita bersuami. Dan dia bukanlah wanita yang mudah digoda. Jupiter sangat tahu itu. Ia berpikir jika butuh perjuangan yang keras untuk mendapatkan cinta Zaira.
Di kejauhan Zayan dan Rafa melihat kejadian itu, tubuh Zayan mendadak terasa panas. Bahkan terasa terbakar karena melihat makhluk planet itu menyentuh istrinya.
"Oh astaga, kau lihat itu Rafa. Dia memegang tangan istriku. Aku ingin sekali menggigitnya!" ucap Zayan dengan kesal.
"Kau tunggu saja, sebentar lagi aku akan kesana untuk menghampiri mereka," ucap Zayan.
"Kau mau apa?" tanya Rafa.
"Aku akan menjadikannya menu makan siang!" jawab Zayan.
*
*
__ADS_1
*
"Kau mau pesan apa?" tanya Jupiter, terlihat jika Zaira kini tengah bingung dengan makanan apa yang akan dia pesan. Jujur saja dia tidak mengerti nama-nama menu yang terasa sangat aneh dan baru ia tahu ada makanan seperti itu.
"Emmm, bisa kau pesankan saja. Menu makanannya benar-benar membuatku bingung." jawab Zaira memberenggut. Untuk kesekian kalinya, Jupiter tersenyum pada Zaira. Berada didekat Zaira, membuat Jupiter menjadi lebih sering tersenyum. Sepertinya moodnya benar-benar baik saat ini. Alex pun merasa sangat heran, dan merasa jika hari ini akan dilaluinya dengan aman.
"Baiklah, aku akan memesankannya untukmu." jawab Jupiter, kemudian pria tampan itu pun memesan makanan yang sama untuk Zaira.
"Apa harimu berjalan dengan baik?" tanya Jupiter.
"Ya, hari-hariku berjalan seperti biasanya saja," jawab Zaira.
"Apa kau tidak pernah berlibur?" tanya Jupiter.
"Emmm, tidak. Lagipula mau liburan kemana, aku kan sedang kuliah. Aku sangat sibuk, karena aku ingin lulus dengan nilai yang baik. Maka dari itu aku tidak pernah memikirkan acara liburan," jawab Zaira, karena memang untuk saat ini ia tidak pernah memikirkan liburan. Untuk belajar saja ia merasa malas, tapi ia ingin mendapatkan nilai yang bagus sungguh aneh kan istri kesayangan anak ayam ini.
Tak lama setelah Zaira dan Jupiter mengobrol, datanglah pelayan membawakan pesanan mereka berdua. Namun, disaat yang bersamaan Zayan dan Rafasya pun masuk ke restoran itu dan menghampiri Zaira dan juga Jupiter.
"Zaira," panggil Rafa, Zaira yang merasa dipanggil pun langsung menengok ke arah Rafa. Ia terkejut karena melihat Rafa dan juga Zayan di sana.
"Zayan, Rafa, sedang apa kalian di sini?" tanya Zaira.
"Oh ya ampun Mickey, aku tidak menyangka kalau kau pamit padaku untuk berselingkuh?" ucap Zayan dengan wajah sedih yang dibuat-buat.
"Apa!"
__ADS_1