Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 93


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sakit, dengan segera Zaira dibawa ke ruang bersalin. Zayan pun ikut masuk sedangkan Rayan menunggu di luar, ia mendapatkan kabar jika Nara juga sedang menuju ke rumah sakit dan membawa semua perlengkapan Zaira. Jadi Rayan memutuskan untuk menunggu istrinya datang saja.


Zaira dengan cepat diperiksa oleh dokter, cara memeriksa Zaira membuat Zayan merasa ngilu karena dokter perempuan itu memasukan jarinya ke bagian inti Zaira yang yang pasti terasa sakit. Zayan tadinya ingin marah, akan tetapi ia sudah mendapatkan peringatan dari Rayan agar bisa mengontrol emosinya dan mengikuti prosedur yang ada. Rayan juga memperingatkan jika apapun yang dilakukan dokter Zayan cukup diam dan juga perhatikan, agar tidak menggangu konsentrasi dokter untuk membantu istrinya. Jadi demi istrinya Zayan pun menuruti ucapan Daddy nya dan membiarkan Dokter untuk memeriksanya. Ia kini hanya fokus pada Zaira saja yang kini sedang menahan rasa sakit.


"Bersabarlah sayang," ucap Zayan sambil membelai rambut panjang Zaira dan kemudian menciumi seluruh wajah Zaira. Baru kali ini Zayan merasa dalam situasi yang yang tegang, dimana ia harus melihat istrinya yang kesakitan dan juga tegang karena sedang menunggu kelahiran anak pertamanya.


Sudah hampir dua jam berlalu tapi belum ada tanda-tanda bayi itu akan keluar, Zaira pun sudah semakin lemah. Zayan semakin khawatir melihat keadaan istrinya. Ia tidak pernah tahu jika proses melahirkan akan sesakit ini. Ia benar-benar merasa tidak tega pada Zaira. Sungguh hatinya merasa sangat sakit melihat Zaira kesakitan seperti itu.


"Zayan ... ini sangat sakit." lirih Zaira, terlihat air mata itu keluar dari mata indahnya. Hingga Zayan pun tak kuasa untuk menahan air mata yang sejak tadi tertahan.


"Aaaarrrrkkkhhhhh..." Zaira semakin merasa kesakitan, tangannya begitu kuat mencengkram Zayan. Hingga Zayan pun ikut meringis karena kuku-kuku itu menancap dibagian kulit Zayan yang terkena cengkraman oleh Zaira.


Dokter pun dengan segera memeriksa Zaira lagi, dan kini dokter itu mengatakan jika pembukaannya sudah lengkap dan dokter mulai memberikan aba-aba pada Zaira. Zaira pun paham, Zayan melihat keadaan Zaira yang lemas diminta untuk mengejan.


Dokter terus memberikan aba-aba, pada Zaira. Zaira pun mengikuti perintah dokter. Namun, bayi itu masih juga belum keluar. Hingga pada akhirnya setelah beberapa kali mengejan, bayi itu keluar. Hingga tangisannya memekikkan telinga orang-orang yang ada di ruangan itu.


Rayan dan Nara yang mendengar suara tangisan bayi pun merasa sangat lega, sungguh mereka tidak menyangka jika mereka akan mempunyai cucu secepat ini. Mereka berpikir jika Zayan akan menikah setelah beberapa tahun ke depan, siapa yang tahu jika Rayan dan Nara mendapatkannya lebih cepat dari waktu yang mereka perkirakan. Tuhan seolah memberi mereka kejutan saat ini.


"Selamat Tuan, bayi anda sangat tampan," ucap dokter itu. Zayan pun sangat bahagia mendengarnya. Bayi yang tampan, itu berarti ia mempunyai anak laki-laki yang tampan seperti dirinya. Zaira pun tersenyum mendengarnya, akhirnya rasa sakit dan lelahnya telah tergantikan hanya dengan mendengar tangisan putranya.


"Anak kita tampan sayang, " ucap Zayan.

__ADS_1


"Aku ingin melihatnya," ucap Zaira.


"Kau akan melihatnya nanti," jawab Zayan. Dokter pun kemudian langsung mengurusi Zaira dan juga bayinya. Dokter pun mempersilahkan Zayan untuk keluar ruangan. Zayan pun setuju, karena ia ingin anak dan istrinya dengan cepat ditangani.


Saat keluar dari ruangan itu, Nara langsung memeluk Zayan sambil menangis, " Anak nakal ... sekarang kau bahkan sudah punya anak," ucap Nara.


"Selamat, Nak." ucap Rayan dan kemudian kini Rayan yang memeluk putranya itu.


"Terima kasih, Dad. Semua ini berkat bantuan mu." ucap Zayan sambil terkekeh geli. Ia jadi ingat dimana ia membujuk Daddy nya agar bisa satu kamar dengan Zaira. Dan juga membujuk Zaira untuk melakukan proses pencetakan bayi. Mengingat itu semua ayah dan anak itu sama-sama tertawa. Hingga Nara berdecak sebal, karena ayah dan anak itu sangat kompak.


*


*


*


Aliana pun kini mengajak orangtuanya untuk menjenguk bayi Zaira dan Zayan. Lian dan Lisa pun setuju untuk menjenguk Zaira dan juga membawakan hadiah untuknya.


Dan di sinilah mereka semua berkumpul, mereka semua sedang berkumpul di ruangan Zaira dan melihat bayi tampan itu. Bayi itu kini sedang digendong oleh Nara, Aliana pun langsung menghampiri Nara dan melihat bayi itu.


"Ya ampun tampan sekali, wajahnya sangat mirip dengan Kak Zaira ya ..." ucap Aliana.

__ADS_1


"Mata mu itu rabun ya, bayi ini sangat mirip denganku!" bantah Zayan, dari tadi dia sudah sangat bangga karena banyak yang mengatakan jika bayi nya sangat mirip dengannya. Tapi bocah kecil dengan kapasitas otak setengah ons itu, mengatakan jika bayinya mirip Zaira. Membuatnya sedikit tersungging, bukannya tidak boleh mirip dengan Zaira. Hanya ia sangat bangga jika wajah putranya sangat dominan dengannya.


"Memang kenyataannya begitu, iya kan suamiku?" ucapnya pada Zein, hingga bulu kuduk Zein mendadak berdiri mendengar kata suamiku.


"Menurutku dia sangat mirip dengan Kak Zayan," jawab Zein. Aliana berdecak sebal pada suaminya ini.


"Aku ini istrimu, kenapa kau malah membelanya? Dasar suami jahat," ucapnya dengan di dramatisir.


"Astaga, Zein nasibmu memiliki istri yang aneh." ejek Rafasya, hingga semua orang tertawa mendengarnya.


"Sebenarnya anakku itu curang, aku yang hamil dan aku juga yang kesakitan saat melahirkan. Tapi anakku malah sangat mirip denganmu Zayan," rajuk Zaira.


"Itu artinya, benihku ini sangat premium hingga semuanya mirip denganku." jawab Zayan sambil memeluk Zaira. Melihat kemesraan Zaira dan Zayan, Aliana pun mendekati Zein dan kemudian menggandeng tangannya dan menengadahkan wajahnya melihat wajah tampan Zein yang tinggi menjulang.


"Suamiku, aku juga ingin punya bayi. Apa kau mau mencetaknya denganku?" tanya Aliana.


"Apa! Oh astaga," Zein sampai geleng-geleng kepala mendengar ucapan ajaib istrinya ini. Sungguh setelah ia menikah dengan Aliana keadaan gagang sapunya selalu tidak baik-baik saja. Karena istrinya ini selalu mengatakan hal-hal yang membuat benda yang selalu nyaman dengan tidurnya itu terbangun. Dan untuk Lisa dan juga Lian. Ia tidak pernah menyangka jika anaknya akan tumbuh menjadi seorang gadis yang ajaib jika mengeluarkan suaranya.


***


Part selanjutnya part akhir dari cerita ini ya ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š karena Mimin mau fokus sama novel Jupi-jupi dan juga keluarga Bbc ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ dukungannya jangan lupa ๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก

__ADS_1


__ADS_2