
Hari-hari berjalan seperti biasanya, kini Zayan dan juga Rafa semakin giat bekerja setelah menikah. Membuat Rayan serta Reyhan bangga terhadap mereka. Meskipun usia mereka tergolong muda, akan tetapi mereka sudah menunjukkan jika mereka adalah seorang pria dan suami yang bertanggung jawab.
Jika Zayan setiap hari tak henti-hentinya mencetak bayi dengan Zaira, lain halnya dengan Rafa yang pemanasan mereka belum pernah. Hanya sekali-sekali Rafa selalu mencuri ciuman dari istrinya Rheina, padahal sebenarnya Rheina sudah mempersiapkan segala sesuatunya jika ia memang Rafa akan memintanya. Namun, ternyata kuda poni itu masih malu-malu ayam untuk main kuda-kudaan dengan kura-kura mata duitan.
Seperti biasa para istri pagi-pagi selalu disibukkan untuk mempersiapkan para suami mereka yang akan pergi ke kantor. Zaira juga akan berangkat ke kampus, sedangkan Rheina hari ini ia ada janji dengan seorang temannya yang kemarin menggadai motornya. Karena disibukan dengan pernikahan dan juga suaminya sekarang, ia sampai lupa jika motor kesayangannya itu harus ia tebus. Dan ia ingin meminta ijin pada Rafa untuk menggunakan uang yang diberikan oleh Rafa, untuk menembus motor kesayangannya itu.
Hati Rheina masih ragu, ia juga masih merasa sungkan jika ia harus meminta uang pada Rafa. Padahal Rafa sudah memfasilitasi dirinya dengan ATM yang isinya saja bisa membeli puluhan motor jika Rheina mau, akan tetapi ia belum pernah menggunakan uang itu sama sekali karena semua kebutuhannya sudah disiapkan dengan lengkap oleh Rafa. Hingga ia tidak perlu repot-repot keluar rumah untuk membelinya.
"Re, pasangkan dasiku. Hari ini aku harus terlihat tampan karena ada meeting penting," ucap Rafa, Rheina pun segera mengambil dasi yang sudah ia siapkan untuk suaminya dan kini ia langsung memakaikannya pada Rafa.
Dengan ragu ia melihat wajah suaminya yang tampan, yang entah kenapa setiap melihat wajah suaminya itu jantungnya selalu mendadak bersalto ria. Rafa tahu jika Istrinya ini terlihat ingin mengatakan sesuatu padanya, tapi ia diam menunggu istri pemalunya ini mengatakannya langsung padanya apa yang ia inginkan.
"Rafa, bolehkah aku meminta sesuatu?" tanyanya tahu, ia terlihat mengigit bibirnya yang pink menggoda hingga membuat Rafa dengan ingin menggantikannya.
"Kau ingin meminta apa?" tanya Rafa.
"I-itu, emm bagaimana ya, janji dulu kau jangan marah," ucapnya ragu karena ia tidak ingin suaminya marah padanya karena ia akan menggunakan uang yang hampir satu bulan gajinya dalam satu hari. Rheina merasa tidak enak, mengatakannya pada Rafa.
"Kenapa? Sepertinya serius sekali?" tanya Rafa.
__ADS_1
"Begini ..." Akhirnya Rheina pun menceritakan semuanya tentang motor kesayangannya yang ia gadaikan untuk membayar tunggakan kontrakannya yang ia tinggali selama berbulan- bulan ini. Rafa baru tahu jika.ia sampai merelakan benda kesayangannya itu demi tempat yang ia tinggali. Pantas saja malam itu ia melihat Rheina sedang berjalan sendirian dengan wajah yang sangat sedih. Andai saja malam itu ia tahu jika Rheina menggadaikan motornya, mungkin malam itu juga Rafa akan menebusnya kembali.
"Meskipun motor itu mungkin sangat jelek jika dibandingkan dengan benda-benda yang ada di rumah ini. Tapi aku sangat menyayangi benda itu," ucapnya dengan sedih hingga ia sedikit mengangkat kacamatanya untuk menghapus air matanya yang hendak meluncur tanpa ijin itu. Merasa kasihan pada istrinya, Rafa pun menarik tubuh kecil itu kedalam pelukannya. Ia mendekapnya dengan hangat
Rafa baru menyadari jika perjuangan gadis kecil ini untuk bertahan hidup sangatlah berat, hingga ia berjanji pada dirinya sendiri jika ia akan membahagiakan istrinya itu.
"Semua uang yang ada di ATM itu milikmu, kau bebas menggunakannya untuk apapun. Kau bebas membeli apapun yang kau mau," ucap Rafa sambil terus memeluk istrinya dengan sayang. Merasa sudah lama sendirian dan sudah lama ia tak merasakan kasih sayang, membuat Rheina merasa terharu. Hingga ia pun melingkarkan tangan mungilnya di pinggang Rafa. Dekapan hangat Rafa membuatnya sangat nyaman. Rafa pun kemudian mengendurkan pelukannya dan meraup wajah cantik Rheina dan ia pun langsung membenamkan bibirnya pada bibir mungil Rheina.
Hingga bibir mereka kini bersentuhan, Rafa mengecap rasa manis yang ia rasakan dari bibir suaminya itu. Dan Rheina pun merasakan sapuan halus dari bibir Rafa, yang membuat tubuhnya seperti tersengat aliran listrik. Tubuhnya menegang saat, Rafa terus menarik pinggang kecilnya itu hingga tubuh mereka merapat. Ciuman mereka berlangsung lama, ciuman pertama dari mereka berdua, biasanya Rafa akan diam-diam mengecup bibir itu. Namun, kini ia bisa mengecap rasa manis dari bibir manis itu.
Jantung Rheina berdegup dengan kencang saat melihat wajah Rafa, dan tubuhnya terhenyak saat bibir Rafa mengusap bibirnya yang basah karena ulahnya.
"Kau terlihat sangat lucu jika sedang malu-malu," ejek Rafa sambil tertawa.
*
*
*
__ADS_1
Rheina pun akhirnya memutuskan untuk mentransfer uangnya terlebih dahulu dan untuk motor itu, Rafa menyuruh orang untuk mengambilnya karena ia khawatir jika Rheina membawa motor itu, ia merasa tidak tenang padahal Rheina sudah terbiasa membawanya.
Rafa pun kemudian berangkat ke kantor bersama dengan Zayan dan juga yang lainnya. Rheina sempat ditawari kuliah oleh Rafa juga Reyhan, akan tetapi Rheina menolaknya karena ia memang tidak mau merepotkan dan juga ia merasa enggan untuk kuliah.
Selama perjalanannya ke kantor wajah Rafa di hiasi oleh senyuman yang indah di wajahnya. Seolah wajahnya itu kini sedang ditumbuhi bunga-bunga yang bermekaran indah. Sikapnya juga terlihat seperti orang yang baru jatuh cinta saja, dan sikapnya itu membuat semua orang geli melihatnya termasuk Reyhan Daddy nya
"Kenapa dari tadi kau terus tersenyum seperti orang bodoh! Apa kau baru saja membuka pabrik bayi?" tanya Reyhan dengan geli, melihat anaknya yang terus senyum-senyum tidak jelas. Reyhan bertanya saat mereka berdua sedang berada di dalam mobil. Ayah dan anak itu kini berada dalam satu mobil dan hanya berdua saja, jadi Reyhan bisa leluasa bicara dengan anaknya itu.
"Tidak! Aku bahagia karena hal lain," bantah Rafa.
"Karena apa?" kudanil ini sepertinya sedang kepo.
"Daddy tidak usah tahu," jawab Rafa karena ia tidak ingin ketahuan berbohong jika ia sudah nganu-nganu duluan sebelum menikah.
"Menyebalkan!"
"Biar saja, aku sedang bahagia jadi Daddy jangan merusaknya,"
Ahhh lihatlah kuda poni ini, baru bisa mencium istrinya saja dia sudah merasa seperti orang gila. Ia terus saja menebar senyum dan tawa sedari tadi.
__ADS_1
"Berhentilah tersenyum bodoh seperti itu, kau tidak ingin bibirmu kaku dan gigimu kering kan!" ucap Reyhan merasa geli dengan tingkah putranya itu.
"Aihhh ...."