Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 76


__ADS_3

Pagi ini para suami pergi ke kantor, dan tinggallah para istri di rumah. Keadaan Rheina juga sudah semakin membaik, kini ia sudah bisa berjalan walaupun perlahan. Kehamilan Zaira juga berjalan dengan lancar. Dan Zaira terpaksa berhenti dulu kuliah, karena Zayan tidak mau istrinya itu kelelahan. Zaira pun setuju karena semua itu demi kebaikan dirinya dan juga calon anaknya.


"Rheina bagaimana dengan keadaanmu?" tanya Zaira pada Rheina yang sedang berjalan perlahan mendekatinya.


"Sekarang keadaanku sudah semakin membaik," jawabnya sambil tersenyum.


"Maaf ya, gara-gara menyelamatkan aku kau jadi sakit begini. Aku selalu merasa bersalah jika melihatmu," ucap Zaira dengan sedih.


"Hei, kenapa kau bicara seperti itu. Justru aku bahagia karena kau dan juga calon keponakanku baik-baik saja," jawab Rheina, dan kemudian ia pun duduk di samping Zaira yang sedang mengusap perutnya yang sudah mulai kelihatan membesar.


"Terima kasih ya," ucap Zaira tulus.


"Sama-sama, jangan bicarakan lagi tentang hal itu. Yang penting kita semua baik-baik saja," Zaira pun kemudian mengangguk dan paham karena ternyata istri dari sepupu suaminya ini memanglah sangat baik.

__ADS_1


"Dari mana sih kuda poni aneh itu menemukan istri yang baik sepertimu," kekeh Zaira. Rheina pun ikut tertawa dan menceritakan bagaimana ia bertemu dengan Rafa. Mulai dari Rafa sering memberinya uang dan memintanya membuatkan makanan. Dan selalu meminta masakan yang berbahan dasar persatuan kacang kedelai. Benar-benar kuda poni yang aneh bukan. Dan sampai akhirnya ia meminta Rheina mengatakan iya saat Rafa memintanya untuk menikah.


Hal itu sebenarnya membuat Rheina sangat bingung, akan tetapi saat itu Rheina tidak memiliki pilihan apapun selain menyetujui pernikahan itu dan hingga pada akhirnya Rheina pun menikah dengan Rafa.


Tapi pada akhirnya, pilihannya menikah dengan Rafa adalah hal yang paling membuatnya bahagia. Rafa adalah sosok suami yang sangat perhatian dan juga sangat menyayangi dirinya. Rafa adalah pria yang tepat untuknya menjadikan Rafa sebagai pendamping hidup.


*


*


Bukan apa-apa, karena jika menghadapi duo anak ayam dan kuda poni itu. Jupiter dan Alex harus mempersiapkan mentalnya. Karena berbicara dengan Zayan maupun Rafa tidak baik untuk kesehatan jantung dan paru-paru mereka.


Untuk saat ini mereka masih berada di ruang meeting, jadi Jupiter dan Alex masih merasa aman. Meskipun sebenarnya penglihatan planet dan juga meteor ini terganggu oleh anak ayam dan kuda poni nakal ini.

__ADS_1


"Lihatlah meteor jomblo itu, dia benar-benar sok keren." bisik Rafa.


"Benar, dia takut sekali jika kita akan menelan planet kesayangannya," bisik Zayan.


"Aku tidak suka planet itu, pasti rasanya sangat pahit,"


"Aku suka Zaira yang manis dari pada harus melihat mereka berdua yang pahit,"


"Aku juga lebih suka melihat Rheina yang imut, dari pada melihat mereka membuat mataku berkabut saja," bisik Rafa.


"Dan aku akan senang jika menelan kalian berdua yang menyebalkan, diamlah atau aku kunyah kalian berdua bocah- bocah nakal!" geram Reyhan, entahlah sebenarnya ada apa dengan anak dan juga keponakannya itu. Kenapa mereka berdua selalu saja menggemaskan hingga membuat Reyhan ingin menyentil ginjal mereka berdua.


***

__ADS_1



__ADS_2