
Zayan pun menyuruh anak buahnya untuk mencari jejak ayam betinanya yang belum pulang. Bukan, maksudnya adalah istrinya yang baru ia nikahi, ia tidak mau terjadi sesuatu pada Mickey nya yang kecil lucu dan galak itu.
Kalau saja Zayan tahu jika Mickey nya sedang ditatap oleh pria tampan lainnya, ayam jantan itu pasti akan marah dan juga tidak terima jika sesuatu mulai berharga dalam hatinya sepertinya juga didambakan oleh orang lain.
Zayan pun ikut mencari Zaira, ia ingin memastikan jika istrinya itu dalam keadaan baik-baik saja. Ia merasa jika Zaira kini adalah tanggung jawabnya, jadi ia harus turun tangan langsung untuk mencari istrinya.
Tapi sebelum itu, Zayan mengganti pakaian yang ia pakai. Karena menurutnya ketampanannya berkurang jika ia menggunakan setelan kerja lengkap.
Padahal ia terlihat jauh lebih tampan jika memakai pakaian itu. Namun, definisi tampan untuk titisan Tweety ini adalah sesuatu hal yang berbeda. Menurutnya tampan dan keren itu adalah menggunakan style nya yang justru terlihat seperti seorang Bad Boy. Ya, itulah Zayan yang terlihat seperti seorang Bad Boy dibandingkan ia terlihat seperti seorang anak pengusaha ataupun seorang Tuan Muda. Style seorang Tuan Muda sama sekali tidak tercermin dari dirinya.
Mendapat kabar jika istriya berada di kantor polisi membuat ayam jantan titisan Tweety ini murka.
"Berani sekali mereka menangkap istriku yang galak, lihat saja aku akan memberitahu semua polisi itu jika Mickey itu sebenarnya perempuan galak. Jika aku memberitahu mereka kalau sebenarnya Mickey itu atlet gulat mereka pasti akan takut padanya," ucap Zayan.
Ucapan titisan tweey ini rupanya mengusik ketenangan anak kuda poni, pikirannya yang tadi biasa saja mendadak kesal mendengar gerutuan dari Zayan. Rafa
kesal sekaligus bibirnya terasa gatal ingin mengatakan sesuatu pada sepupunya ini.
"Kenapa harus mengatakan jika Zaira itu galak, kenapa tidak katakan saja jika dia adalah istrimu atau dia adalah menantu dari keluarga Guntara saja, dasar telur ayam . Jika bicara pasangkan dulu otakmu itu pada tempatnya. Membuat kesal saja,"
__ADS_1
"Jangan cerewet, tugasmu hanya duduk manis dan temani aku saja. Atau kau akan masuk di daftar hitam sepupuku,"
"Memangnya kau punya sepupu lain selain aku?" tanya Rafa.
"Sepertinya tidak,"
"Dasar anak ayam," ucap Rafa kesal padanya.
*
*
*
"Iya,baiklah. Maafkan aku juga, aku tidak bermaksud bicara sembarangan. Tadi aku hanya sedang kesal dan juga panik pada adikku," jawab Nara, pria itu pun mengangguk dan tersenyum ke arah Zaira. Sepertinya ia betah berlama-lama memandang wajah Zaira.
"Hei Mickey! Ayo pulang, ini sudah mau malam tapi kau masih berkeliaran di luar rumah!" Melihat Zayan yang tiba-tiba berada disana Zaira terkejut dan merasa aneh. Darimana suaminya ini tahu jika ia sedang berada di sana. Sepertinya Zaira memang lupa siapa sebenarnya suaminya ini, mencari tahu keberadaan di mana dirinya bukan hal yang sulit bagi Zayan.
"K-kau ... ada di sini?" tanya Zaira.
__ADS_1
"Tentu saja, ini asli bukan bayangan. Ayo cepat pulang!" ajak Zayan dengan nada tidak suka, jujur saja melihat pria lain menetap istrinya perasaannya menjadi tidak karuan. Ia tidak suka jika ada pria lain yang menatap istrinya apalagi dengan tatapan mendamba seperti itu.
"Baiklah, ayo Zein ... "ajak Zaira pada Zein. Zayan masih menatap pria itu dengan kesal.
"Aku ingin mencongkel matanya," gumam Zayan.
"Jangan macam-macam," bisik Rafa. Zayan pun berusaha untuk bersikap netral walaupun sebenarnya hatinya sedang sangat kesal pada pria yang belum ia ketahui siapa itu.
"Tunggu dulu, Nona!" panggil pria itu.
"Ya, "Zaira pun kembali menoleh padanya.
"Siapa namamu?"
"Namaku ... "
"Namanya Mickey, dan statusnya perempuan bersuami!" potong Zayan kesal.
"Apa!" pria itu terlihat terkejut tapi Zayan malah terlihat senang, dan tersenyum mengejek kearahnya.
__ADS_1
"Lihatlah, wajahnya yang tidak tampan itu terkejut, terlihat semakin jelek saja," gumam Zayan
"Dasar Tweety ..." gumam Rafa.