Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 41


__ADS_3

Melihat perbuatan Zayan pada Zaira, membuat induk ayam menjadi marah. Rupanya anaknya itu memang tidak bisa menjaga kedisiplinan gagang sapunya. Kelakukannya sangat sama seperti Daddy nya, yang tidak pernah bisa menahan keinginan gagang sapunya. Yang jika sudah memberontak dan ingin muntah.


Dengan cepat Nara melangkahkan kakinya untuk menemui Zayan yang berada di taman belakang rumah. Terlihat di sana, Zayan dan Rafa sedang asik mengobrol berdua sambil tertawa, entah apa yang mereka bicarakan.Tak ingin membuang waktu, Nara pun langsung menghampiri anaknya yang sudah berani nakal pada menantunya itu.


"Zayan!" panggil Nara, Zayan pun menghentikan obrolan tidak pentingnya dengan Rafa. Ia melihat Mommy nya berjalan kearahnya dalam keadaan mode devil. Ada apa sebenarnya, apa ia sudah membuat kesalahan, hingga Mommy nya berubah menyeramkan, pikir Zayan.


"Mom, ada apa? Kenapa wajahmu seram sekali?" tanya Zayan.


"Ada apa katamu? Apa yang kau lakukan pada Zaira!" sentak Nara. Zayan yang merasa tidak melakukan apapun pada istrinya merasa bingung, pasalnya ia memang tidak melakukan apa selain minum susu. Oh astaga... mengingat hal itu, wajah Zayan malah terlihat merah merona. Gerak-geriknya pun langsung berubah menjadi malu-malu kambing.


Ehh tunggu dulu, jangan dulu memikirkan minum susu. Sejenak Zayan pun, menghapus ingatan tentang minum susu nya. Ia harus mencari tahu dulu kenapa Mommy nya marah padanya.


"Memangnya apa yang aku lakukan pada Zaira, Mom? Bukankah sejak tadi Zaira itu tidur?" jawab Zayan.


"Ahh .. anak ini, masih saja pura-pura bodoh. Membuatku kesal saja!"


"Mom, tunggu dulu! Siapa yang pura-pura bodoh? Aku tidak begitu, aku ini dilihat dari sisi manapun tetap terlihat pintar dan juga keren! Jadi Mommy jangan mengada-ada," ucapnya, tanpa merasa berdosa sedikit pun.


"Oh ya ampun! Zayan kemarilah," ajak Nara, agar ia bisa sedikit menjauh dari Rafa. Nara tidak ingin Rafa mendengar apa yang ingin tanyakan pada anaknya. Itu karena Nara tidak mau, pendengaran keponakannya ternoda gara-gara pertanyaan, yang akan ia lontarkan pada Zayan.


"Ada apa Mom, kenapa Rafa tidak boleh dengar?" tanya Zayan.


"Rafa masih jomblo, pertanyaan ini tidak baik untuk Jantungnya." jawab Nara, Zayan pun mengangguk mengerti dan Nara, ia terlihat sedang mengatur napasnya. Karena pertanyaan yang akan ia lontarkan pada anaknya ini. Pasti akan menguji kesehatan ginjal dan paru-parunya.


"Apa kau sudah bercocok tanam dengan Zaira?" tanya Nara sambil agak berbisik di telinga Zayan. Karena takut anak kuda poni itu menguping.


"Bercocok tanam apa? Aku tidak mengerti!" jawab Zayan dengan suara kencang. Malah membuat induk ayam gemas dan anak kuda poni penasaran.


"Apa kau tidak bisa pelan-pelan jika bicara!" sentak Nara.

__ADS_1


"Maaf, Mom." Zayan memelankan suaranya.


"Jadi jawab pertanyaan Mommy, apa kau dan Zaira sudah itu?" tanya Nara berbisik lagi.


"Itu apa! Aku tidak tahu?" jawabnya lagi dengan suara kencang.


"Sekali lagi kau berbicara dengan kencang! aku telan kau!"


"Oke ... oke! Maaf, jadi sebenarnya apa maksud Mommy. Aku tidak mengerti, pakai bahasa manusia saja supaya aku mengerti," ucap Zayan.


"Memangnya dari tadi kau berpikir, jika Mommy mu ini bicara dengan bahasa apa? Bahasa ayam?" tanya Nara kesal, tapi yang di tanya malah terbahak-bahak menyebalkan.


"Sudahlah, kembali ke intinya. Apa kau sudah nganu-nganu dengan Zaira. Maksudnya eheeemm-eheeemm begitu? Jangan bilang kau tidak mengerti, atau kau akan aku masukan lagi kedalam kandunganku, agar kau bisa belajar lagi!"


"Astaga Mommy ku kejam sekali," Zayan malah tidak menjawab pertanyaan Nara.


"Tidak, aku tidak melakukannya," jawab Zayan jujur, karena tadi ia hanya minum susu saja tidak lebih. Mungkin hanya lebih sedikit yaitu memberikan Zaira sedikit warna saja.


"Jangan bohong! Tadi Mommy melihat Zaira yang sedang tidur dan tubuhnya warna-warni. Itu pasti perbuatanmu!"


Astaga, jadi rupanya Mommy nya ini marah karena sudah melihat maha karyanya di tubuh Nara. Pantas saja tadi Mommy nya menuduhnya berbuat nganu-nganu pada istrinya.


"Aku tidak bohong, tanya saja padanya!"


"Lalu, tanda itu apa? Itu adalah bukti kau sudah ... " Nara tidak melanjutkan lagi ucapannya.


"Hanya itu saja tidak lebih, lagipula memangnya kenapa kalau aku nganu-nganu dengannya?"


"Nanti kalau Zaira hamil bagaimana?"

__ADS_1


"Tentu saja aku akan tanggung jawab! Aku akan jadi ayah dan Mommy jadi Nenek," jawab Zayan enteng, jawaban Zayan sungguh sangat tepat. karena jika Zaira hamil, maka Zayan harus bertanggung jawab karena dia adalah ayahnya. Dan benar juga kata Zayan, jika Zayan punya anak maka ia akan jadi Nenek. Tapi bukan itu maksud dari Nara. Tapi, maksud Nara adalah, jika Zaira hamil. Lalu bagaimana dengan kuliah dan cita-citanya, itu saja yang Nara khawatirkan.


Nara sangat tahu apa yang menjadi impian Zaira, karena waktu itu Zaira pernah bercerita jika ia ingin sukses menjadi wanita karier. Dan ia juga ingin membahagiakan adiknya dan juga membangun toko bunga milik almarhumah ibunya.


Nara bisa saja mewujudkannya itu sekarang juga, tapi Zaira bilang jika ia ingin melakukan hal itu dengan hasil jerih payahnya.


"Mom!" panggil Zayan. Tapi yang dipanggil malah diam saja. Zayan menghela napas kasar, melihat Mommy nya hanya diam saja.


"Mom, dengarkan aku. Aku belum melakukan hal itu dengan Zaira. Karena lahan Zaira juga sedang banjir bandang." jawab Zayan, tapi jawaban Zayan tidak membuat Nara senang. Karena setelah lahannya kering, anaknya itu pasti akan menggarapnya dan mungkin sampai menebar benih di sana.


"Jika yang Mommy khawatirkan tentang impian Zaira, Mommy tidak usah khawatir karena aku akan pastikan jika Zaira akan menggapai mimpinya. Aku tidak akan menghalangi apa yang menjadi keinginan Zaira," ucap Zayan.


"Benarkah?" tanya Nara.


"Tentu saja, aku akan membuat Zaira menggapai mimpinya dengan usahanya. Akan aku pastikan itu, jadi Mommy tenang saja, oke!" jawab Zayan.


"Baiklah, Mommy percaya padamu. Jangan kecewakan Mommy dan juga istrimu," ucap Nara.


"Oke Mommy ku sayang," jawab Zayan dan kemudian memeluk Mommy nya


Akan aku pastikan jika Zaira akan mendapatkan apa yang ia inginkan dengan usahanya. Tapi mungkin caraku akan berbeda, tetapi tidak apa yang penting hasilnya akan tetap sama. Jika Mommy ingin ia berhasil karena kerja kerasnya. Maka aku akan membuat Zaira bekerja keras seperti keinginan Mommy. Aku akan membuat Zaira bekerja keras di bawah Kungkungan ku.


Zayan membatin sambil menahan senyum, karena ia sedang merencanakan sesuatu untuknya dan juga untuk Zaira.


'Aku tahu kalau kau sedang merencanakan sesuatu, anak nakal,' gumam Nara dalam hati.


***


Besok hari Senin jangan lupa vote ya 😚😚😚

__ADS_1


__ADS_2