
Prang....
Suara benda pecah berhamburan di sebuah kamar seorang gadis cantik. Hari ini ia merasa sangat kesal karena pria yang sangat ia cintai, karena telah membuatnya menjadi terlihat tidak berharga dihadapan orang yang paling ia benci. Ia merasa sangat tidak rela jika, pria yang selalu ia damba malah mendambakan orang lain.
"Dasar wanita sial4n! Aku sangat membencimu! Aaaaarkhhhh...!!!" teriaknya.
Kemudian ia melempar semua barang-barang yang ada di kamarnya. Ia merasa
frustasi saat ini karena hari ini ia melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Jupiter memang sangat mencintai dan juga mendamba pada Zaira.
"Awas kau Zaira!"
*
*
*
Zaira merasa sangat lelah karena kejadian siang tadi, hingga dari saat pulang bersama dengan Zayan ia langsung tertidur dengan pulas. Zayan pun tidak menggangu Istrinya yang tengah kelelahan sehabis berkelahi siang tadi.
Luar biasa sekali istri dari anak ayam ini, karena ia tidak bisa dengan mudah dikalahkan oleh siapapun. Membuat Zayan semakin mencintai Zaira.
"Zayan!" panggil suara cempreng yang beberapa waktu terakhir ini suaranya tidak terdengar oleh Zayan. Zayan pun menengok ke arah suara seseorang yang memanggilnya itu. Dan seperti dugaan Zayan, jika itu adalah Alyra titisan teh celup yang aneh.
"Mau apa kau kemari?" tanya Zayan, ia melihat perempuan cantik dengan perut yang terlihat agak membuncit itu mengerucutkan bibirnya.
"Aihh, kau ini ada sahabatmu yang datang malah bertanya seperti itu. Kau benar-benar sahabat yang tidak asik!" kesal Zaira.
"Eh Zayan kau tahu tidak jika aku kemari dengan siapa,"
__ADS_1
"Mana aku tahu, dan aku tidak mau tahu!" jawab Zayan masih acuh, membuat goblin titisan teh celup ini menjadi tersungging hatinya. Hingga ia pun berdecak sebal.
"Hei anak ayam! Kenapa kau terlihat sangat kesal dan tidak bersemangat, apa karena burungmu itu belum muntah jadi kau terlihat sangat lemas begitu?" tanya Zaira. Zayan agak terkejut dengan pertanyaan dari Alyra, pasalnya itu semua memang benar. Jika burungnya yang perkasa belum pernah menyelam dan muntah pada tempatnya.
"Darimana kau tahu?" tanya Zayan, Alyra pun kemudian duduk di samping Zayan yang sedang melamun di taman belakang rumahnya itu.
"Bagaimana pun juga, aku ini lebih berpengalaman darimu," jawab Alyra bangga.
"Apa kau punya solusi?" tanya Zayan, karena benar dengan apa yang dikatakan oleh Alyra jika ia memang lebih berpengalaman dalam hal ini. Alyra pun kemudian terlihat berpikir, wajahnya terlihat mengkerut seolah ia sedang berpikir dengan keras. Setelah itu ia pun melihat ke arah Zayan.
"Setelah aku pikir-pikir, ternyata aku memang tidak punya solusi," jawaban yang sangat mengagumkan, kenapa dari dulu makhluk teh ini tidak pernah bisa berpikir dan memberikan saran yang benar.
"Dasar menyebalkan, sia-sia aku bertanya padamu!" ingin sekali Zayan menoyor kepala Alyra jika tidak ingat ia sedang hamil anak dari bocah bongsor.
"Hei kau ini, memangnya saran apa yang harus aku berikan padamu. Bagaimana rumah tanggamu saja aku tidak tahu, dan sekarang kau malah meminta saran padaku," ucap Zaira.
"Zayan, kau ini kan seorang pria yang tampan gagah dan juga berani. Tapi kenapa mengajak istrimu kikuk-kikuk saja kau tidak bisa, dasar payah!" ejek Alyra.
"Aku hanya tidak ingin memaksanya saja, kau tahu aku sangat menyayanginya. Jadi untuk masalah ini aku tidak akan memaksa," jawab Zayan, yang hanya mempunyai keberanian minum susu saja tanpa mengunjungi pabrik yang selalu ia idam-idamkan.
"Kalau kau begini terus, aku yakin jika istrimu itu akan direbut oleh pria lain," Alyra dengan sengaja menakut-nakuti Zayan agar ia menjadi lebih berani dalam mengungkapkan isi hati.
"Jangan bicara sembarangan, aku tidak akan membiarkan siapapun merebut istriku!"
"Kalau begitu lakukanlah tanpa meminta," titisan teh celup ini memberikan semangat lagi.
"Akan aku coba," jawab Zayan masih belum terlihat bersemangat.
"Jangan dicoba tapi memang harus dilakukan," ucap Alyra yang merasa gemas pada sahabatnya ini. Gara-gara terong ungu ia menjadi mendadak tidak bersemangat m
__ADS_1
Setelah itu mereka berdua banyak bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing, dimana kini mereka sudah menikah dan mempunyai pasangan. Bahkan Alyra sebentar lagi akan mempunyai anak. Sampai terdengar suara makhluk menyebalkan yang selalu mengganggu kehidupan Nara dan Rayan di masa lalu.
"Sayangku Alyra sedang apa kau disini, Nak?" tanya Rio, teh celup yang terkenal di era nya. Kini sedang berjalan menghampiri sang putri kesayangannya.
"Aku sedang mengobrol dengan Zayan, Pah. Memangnya kenapa?" tanya Alyra.
"Malam ini kita akan makan malam di sini, karena Papa juga masih ada pekerjaan yang belum beres. Suamimu bocah bongsor itu, tidak akan pulang malam ini, kan?" tanya Rio.
Alyra pun menggelengkan kepalanya, karena Agam kini tengah berada di luar kota. Untuk itu ia menitipkan Alyra untuk tinggal bersama orangtuanya, karena Agam khawatir meninggalkan istrinya sendirian di rumah. Dan tentu dengan senang hati, Rio menerima kedatangan putrinya yang sangat ia sayangi itu.
"Hei ayam jantan, apa sekarang kau sudah mulai bisa berkokok?" tanya Rio dengan tertawa. Zayan pun hanya berdecak dengan sebal mendengarnya. Kenapa makhluk ini tidak pernah bisa berubah dari dulu, bicaranya selalu tidak enak didengar.
"Dasar menyebalkan," gumam Zayan. Jika tidak ingat umur, ingin sekali Zayan mencekiknya.
"Papa jangan menggoda Zayan seperti itu, kasihan. Ayam jantan ini masih belum bisa berkokok karena sesuatu," jawaban Alyra malah memperkeruh suasana saja. Bisa-bisanya, goblin ini mengatakan yang sebenarnya pada teh celup ini hingga Rio tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
"Jadi kau masih menahan rasa mual mu itu, aahhh kau ini dasar memang. Agresif lah sedikit, gunakan pesona mu itu. Kau kan tampan, masa dia tidak tergoda olehmu." ejek Rio
"Bukan tidak terpesona, tapi aku tidak mau memaksanya saja. Aku ini pria sejati. Aku tidak akan memaksa jika ia belum siap, kecuali minum susu," gumamnya di akhir kalimat.
"Perempuan itu malu-malu ayam, masa kau tidak tahu! Di bibir berkata tidak mau, tapi dalam hati ia malah ingin meminta lebih. Sebagai laki-laki kau harus sangat peka, jangan menunggu sinyal akan datang, jika kau terus menunggu sinyal kuat dari Zaira, aku bisa pastikan jika terongmu akan layu sebelum waktunya.
"Apa!"
"Oh tidak!"
****
Dukung novel ini dengan like dan komentar serta gif dan vote, love you 😘😘😘
__ADS_1