
Di ruang rawat yang lain, tepatnya di ruang rawat Zaira. Zayan pun tidak mau meninggalkan istrinya walaupun hanya sebentar saja. Kejadian kemarin benar-benar membuat Zayan menjadi trauma. Ia tidak mau karena kelalaiannya lagi dalam menjaga istrinya, malah membuat Zaira kembali terluka. Dan kalau boleh jujur, Zaira merasa jika sikap Zayan ini terlalu berlebihan untuknya.
"Zayan aku haus, bisa tolong ambilkan minum untukku," pinta Zaira.
"Tentu sayang," jawab Zayan dan langsung mengambilkan air minum untuk Zaira. Tak lupa ia pun membantu Zaira untuk minum dengan perlahan. Zayan terlihat sangat perhatian apalagi, sejak tahu jika ada ada Zayan junior di sana.
"Terima kasih," Zayan pun mengangguk dan mengambil lagi gelas yang barusan diserahkan Zaira padanya.
"Zayan, apa kau tidak bekerja hari ini?" tanya Zaira.
"Maksudmu, aku bekerja di saat Istriku sedang sakit. Begitu?"
"Isshh, bukan begitu. Aku perhatikan sudah beberapa hari ini kau tidak bekerja, apa itu tidak apa-apa?" tanya Zaira.
"Tentu saja tidak apa-apa, Daddy tidak akan memecatku walaupun aku tidak masuk kantor selama satu bulan," jawabnya.
"Aihhh, sombong sekali anak ayam ini." Zaira mencebikkan bibirnya dan mendelik ke arah suaminya. Namun, sikapnya itu malah membuatnya menjadi sangat gemas pada Zaira.
Cup
Satu kecupan pun mendarat di bibir Zaira yang sangat menggoda untuk ia gigit, tetapi Zayan mencoba untuk bersabar dan tidak melakukan hal yang lebih. Ia sudah diperingatkan oleh dokter agar tidak dulu menyentuh Zaira, karena keadaannya masih lemah dan juga belum stabil. Da tentu saja, Zayan pun tidak mungkin akan menyentuh istrinya dalam keadaan sakit seperti ini, bagaimana pun juga Zayan sangat mencintai Zaira. Jadi ia tidak mungkin memaksakan kehendaknya kepada Zaira yang masih dalam keadaan sakit.
"Jangan menggodaku, di saat aku tidak bisa menyentuhmu. Karena itu akan sangat menyiksaku," ucap Zayan sambil tertawa.
__ADS_1
"Dasar ayam mesum," ejek Zaira. Zayan pun tertawa melihat Zaira yang kesal.
"Zayan, bagaimana keadaan Rheina sekarang?" tanya Zaira, Zaira merasa bersalah kepada Rheina. Karena menyelamatkan Zaira, Rheina harus terluka parah karennya.
"Rheina sudah sadar, jangan khawatirkan itu. Kau sedang hamil jadi jangan banyak pikiran," ucap Zayan.
"Tetap saja aku merasa tidak enak padanya dan juga pada Rafa," ucap Zaira dengan sedih. Bahkan kini mata indahnya itu sudah berkaca-kaca. Mungkin karena kehamilannya juga yang membuatnya menjadi sensitif, dan mudah sekali bersedih dan juga mengeluarkan air mata.
"Jangan bersedih sayang, semuanya terjadi karena takdir Tuhan dan berkat kekuasaan Tuhan juga semuanya menjadi baik-baik saja. Kau dan calon bayi kita selamat begitu juga dengan Rheina. Ia pun selamat dan keadaannya juga berangsur membaik. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun lagi, jagalah keadaan dirimu dan juga jagalah bayi kita," tutur Zayan. Zaira pun mengangguk mengerti.
Saat sedang asik mengobrol berdua, datanglah seseorang yang datang untuk menjenguk Zaira. Dia adalah Jupiter yang ditemani oleh Alex yang dengan setia membawakan bunga untuk Zaira.
Zayan dan Zaira pun melihat ke arah Jupiter, sebenarnya masih ada rasa kecemburuan di hati keduanya. Akan tetapi, mereka mencoba untuk menetralkan hati mereka masing-masing. Dan mencoba berdamai dengan keadaan. Toh selama ini Jupiter juga tidak menggangunya. Dan juga ia membantu untuk menyelesaikan masalah dengan Selena.
"Selamat siang, maaf menggaggu. Tapi aku ingin melihat keadaan Zaira, barusan aku dari kamar Rheina dan sekarang aku memutuskan untuk melihat Zaira." ucap Jupiter.
Sepintas hati Jupiter merasa sakit. Namun, ia mencoba untuk menetralkan hatinya dan juga melupakan Zaira. Ia sudah memutuskan untuk membuka lembaran hidup baru, dan melupakan cinta lamanya kepada Zaira, dan untuk saat ini mungkin ia akan fokus kepada pekerjaannya terlebih dahulu. Dan tidak memikirkan dulu masalah tentang wanita, karena hatinya masih terluka dan belum bisa menerima bagi kehadiran wanita lain dalam hidupnya, setidaknya untuk saat ini itulah yang Jupiter rasakan.
"Jupiter," panggil Zaira.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Jupiter.
"Kabarku baik," jawab Zaira.
__ADS_1
"Alex," panggil Jupiter. Alex pun langsung memberikan buket bunga yang indah untuk Zaira.
"Terima kasih," ucap Zaira.
"Kenapa kau membawa bunga?" tanya Zayan.
"Memangnya aku harus membawa apa, aku melihat di internet jika menjenguk orang sakit itu maka harus membawa bunga," jawab Jupiter dengan jujur. Ia memang melihat internet dulu tadi sebelum ia berangkat.
"Aihhhh, planet Jupi-jupi ini memang kurang pintar rupanya. Hei kau asisten sok keren. Beritahu bos mu itu, jika menjenguk orang sakit itu bawalah buah-buahan atau kue yang bisa di makan. Bukan membawakan bunga, bunga itu tidak bisa di makan!" protes Zayan. Padahal sebenarnya Zayan hanya merasa cemburu saja, karena Jupiter membawa buket bunga yang indah untuk Zaira.
Ia tidak mau jika buket bunga itu nanti akan dipandang oleh Zaira. Maka untuk itu ia sengaja protes kepada Jupiter agar jangan membawa bunga dan lebih baik uang makanan saja, karena jika makanan maka makanan itu akan dimakan oleh Zayan dan dia tidak akan membiarkan istrinya memakan makanan yang dibawa oleh mantan rivalnya ini.
"Begitu ya?" tanya Jupiter.
"Tuan, jangan mau dibohongi oleh ayam ini. Dia hanya cemburu saja pada anda. Padahal niat anda sangat baik pada nona Zaira ini. Tapi ayam goreng ini malah berpikiran yang macam-macam tentang anda," jawab Alex, ia sangat tahu apa yang dipikirkan oleh anak ayam nakal ini. Dan ia tidak mau jika bos nya yang lugu dibohongi oleh ayam menyebalkan.
Untuk itu Alex dengan sengaja mengatakan apa yang ada dalam pikirannya karena ia tidak mau membuat bosnya merasa kecewa karena salah membawa barang yang akan dibawa untuk menjenguk orang yang sedang sakit. padahal bunga yang dibawa oleh Jupiter sangatlah indah, tetapi gara-gara ucapan anak ayam Jupiter memandang bunga itu dengan tatapan merasa bersalah. Sungguh malang nasib dari planet patah hati ini, pikir Alex.
"Hei kau, makhluk sok tampan! Apa jika kau bicara tidak bisa sedikit saja berbohong. Apa kau tidak kasihan pada bos mu yang lugu itu, jika sebenarnya aku masih ada rasa cemburu padanya!" ucap Zayan.
"Justru karena bos ku ini sangat lugu, aku tidak mau dia dibohongi oleh orang sepertimu," dasar ayam goreng!" balas Alex.
"Astaga, jadi di mata mereka aku adalah makhluk yang lugu. Aku harap mereka tidak menganggapku sebagai makhluk yang menggemaskan," gumam Jupiter yang sebenarnya merasa malu dengan pemikiran orang-orang yang ada dihadapannya.
__ADS_1
***
Kan Mimin khilaf lagi 😌 up nya 3 bab hari ini 💃 Mimin harap kalian juga khilaf kasih dukungan sama Mimin ya 😚😚😚