Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 78


__ADS_3

Hari - hari terus berlalu, bulan pun mulai berlalu. Kandungan Zaira kini sudah semakin besar. Membuat Zayan semakin tidak sabar ingin segera menggendong anaknya. Usia kandungan Zaira kini sudah menginjak tujuh bulan. Dan membuat perutnya terlihat semakin membesar. Namun, malah membuat Zaira terlihat semakin cantik dan juga menggemaskan.


Hari ini adalah jadwal Zaira mengecek kandungannya, dan seperti biasa Zayan selalu menemaninya. Ia sangat antusias ingin melihat bayi yang sedang berada di dalam kandungan istrinya. Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, tangan Zayan tidak mau lepas dari perutnya Zaira. Ia terus mengusap dan mengajak anaknya berbicara. Tentang hal-hal yang sangat aneh, seperti menanyakan hobinya apa saja kegiatannya sehari-hari dan masih banyak lagi hal lain yang Zayan tanyakan pada anaknya.


"Oh ya ampun, semoga anakku nanti tidak cerewet sepertimu," ucap Zaira.


"Cerewet? Siapa yang cerewet?" tanya Zayan yang memang tidak pernah sadar diri.


"Tentu saja kau, memangnya siapa lagi!"


"Aku ini tidak cerewet tapi aku ini adalah seorang ayah yang aktif dan bersemangat. Makanya aku suka sekali mengajaknya mengobrol, apalagi saat mengunjunginya dan mengajaknya bermain cilukba. Itu sangat menyenangkan tahu!"


"Tentu saja itu sangat menyenangkan untukmu, menjenguk anak kan hobimu,"


"Kau memang istri yang sangat perhatian dan juga pengertian." kekeh Zayan.


"Terima kasih atas pujiannya," ucap Zaira.


"Sama-sama sayang,"


"Astaga, lama-lama aku bisa ketularan gila olehnya," ucap Zaira.


*


*


*


Kini Zayan dan Zaira sudah sampai di rumah sakit, karena sudah membuat janji terlebih dahulu dengan dokter membuat Zaira bisa langsung cepat diperiksa dan tanpa harus mengantri.


"Jadi, bagaimana keadaan anakku Dokter?" tanya Zayan.

__ADS_1


"Anak anda dalam keadaan baik-baik saja, Tuan. Berat badannya normal dan hasil pemeriksaan semuanya bagus," jawab dokter itu sambil tersenyum.


"Dan jenis kelaminnya?" tanya Zaira.


"Jenis kelamin anak anda adalah ... "


"Stop! Jangan dijawab dokter, aku ingin jenis kelamin anakku jangan disebutkan. Biarlah nanti menjadi kejutan untukku saja," ucap Zayan.


"Oh begitu rupanya, baiklah tidak masalah," jawab dokter itu ramah.


"Tapi aku ingin tahu, Dokter. Beri tahu saja aku penasaran," ucap Zaira.


"Tidak bisa," tolak Zayan.


"Ayolah bisikan padaku," rengek Zaira.


"Aku bilang tidak boleh, sudah aku katakan biar nanti jadi kejutan saja. Biarkan itu menjadi kejutan untuk kita berdua," ucapnya. Zaira pun menghela napas panjang.


"Iya Nona,"


"Dasar ayam goreng,". gumamnya.


*


*


*


Sedangkan di rumah, entah apa yang terjadi Rheina sama sekali tidak ingin didekati oleh Rafa. Dengan alasan ia sangat tidak menyukai aroma yang keluar dari tubuh Rafa. Padahal sebelum-sebelumnya, Rheina sangat menyukai aroma Rafa yang maskulin. Akan tetapi sekarang, jika berdekatan dengan Rafa maka Rheina akan langsung menutup hidungnya bahkan sampai muntah.


Dan sikap Rheina yang seperti itu membuat Rafa menjadi kalang kabut, pasalnya saat tidur pun Rheina tidak ingin berdekatan. Dan tentu saja itu membuat kuda poni itu kehilangan kehangatan karena ia tidak bisa memeluk istrinya saat tidur.

__ADS_1


"Rheina, aku sudah sepuluh kali berganti parfum dan kau bilang jika kau tidak suka dengan aroma tubuhku. Yang benar saja," ucapnya lemas.


"Lebih baik jangan pakai parfum saja, semuanya membuatku mual," jawabnya.


"Baiklah, aku akan berganti pakaian lagi," ucap Rafa dan kemudian melepaskan pakaiannya dan mulai mengganti lagi kemeja yang baru lagi. Sudah lebih dari sepuluh kali ia terus bolak-balik mengganti pakaiannya, hanya agar bisa mendapatkan pelukan dari sang istri.


Saat Rafa baru saja melepaskan pakaiannya, tiba-tiba sepasang tangan mungil melingkar di perutnya dan bersandar di punggung kokohnya.


"Sebaiknya kau jangan menggunakan parfum, kalau begini saja aku sangat suka dipeluk olehmu," ucap Rheina dengan sangat manja, tidak biasanya. Mendapatkan pelukan seperti ini, bagaikan mendapat angin segar dan sinyal yang kuat kini sudah ditangkap oleh Rafa. Dimana sikap Rheina ini menunjukkan jika ia ingin sekali main kuda-kudaan. Bukankah begitu pikir kuda poni mesum ini.


"Sayang," panggil Rafa dan memegang tangan mungil itu.


"Kenapa?" jawab Rheina yang sedang menikmati pelukannya pada sang suami.


"Bagaimana kalau kita berolahraga sebentar saja," ajak Rafa malu-malu kuda. Jujur saja ia sangat gemas dengan sikap istrinya ini.


"Apa?" jawabnya sambil melepaskan pelukannya dan memandang Rafa dengan wajah sebal.


"Kenapa? Kenapa kau marah lagi, ayolah jangan marah lagi sayangku. Ayo peluk aku lagi, bersandarlah di dadaku sayang,"


"Bagaimana aku tidak marah, jika kau hanya mengajakku main sebentar. Aku ingin bermainnya lama," rengek Rheina.


"Apa! Oh sayangku, dengan senang hati aku akan melayani mu," ucapnya dengan senang hati dan langsung menggendong Rheina dan membawanya ke tempat tidur. Dan langsung mengungkungnya. Namun, baru saja ia akan mencium Rheina suara teriakan dari luar kamar membuat mereka terkejut.


"Dasar kuda poni nakal, jika kau mau main kuda-kudaan kenapa kau tidak menutup dulu pintu kamarnya!" ucap Nayla sambil mengomel, karena secara tidak sengaja saat melewati kamar anaknya ia melihat akan ada adegan mantap-mantap yang sebentar lagi akan di mulai.


"Oh ya ampun ... "


"Aku malu ..."


***

__ADS_1


Makanya jangan lupa tutup pintu kalau mau bercocok tanam 😌😌😌😌


__ADS_2