
'Bagaimana aku bisa tidur, jika makhluk aneh ini terus mendekapku seperti ini,' gumam Zaira dalam hati.
Zaira mulai bergerak, tapi tubuhnya susah sekali digerakkan karena tertimpa tubuh Zayan yang tinggi dan besar. Tubuh mungilnya tertutup oleh tubuh kokoh Zayan, dan membuatnya kesusahan untuk bergerak.
"Zayan ... " panggil Zaira, ia mendongakan wajahnya dan melihat Zayan dari dekat. Wajah suaminya ini sangatlah tampan, sayangnya sikapnya yang aneh seringkali membuat jantung Zaira salto dan jungkir balik secara bersamaan.
Zaira terus menggerakan tubuhnya, tapi Zayan tetap tidak bergeming. Tubuhnya masih saja mendekapnya dengan erat, Zaira mendorong sedikit tapi Zayan sama sekali tidak terusik. Ia juga menoel-noel pipinya, tapi Zayan masih betah dengan tidurnya.
"Astaga, tubuhnya keras sekali seperti batu, dasar menyebalkan. Sudahlah, anggap saja malam ini aku tidur dipeluk oleh gorila," gumam Zaira. ia tidak tahu saja jika Zayan tengah tersenyum dengan tingkah Zaira yang terus mendorongnya dan juga membangunkannya. Namun dengan sengaja Zayan tidak bergerak agar Zaira tetap berada dalam pelukannya.
'Mana ada gorila tampan seperti aku,' gumam Zayan dalam hati, barusan ia mendengar Zaira mengomel karena kesal. Namun, ia tetap tidak mau bergerak dan terus pura-pura tidur.
Akhirnya Zaira pun tidur dalam dekapan hangat Zayan, mungkin karena ia merasa lelah tak membutuhkan waktu lama akhirnya Zaira pun tertidur. Hingga terdengar dengkuran halus dari bibirnya.
Setelah Zaira tertidur, Zayan sedikit mengendurkan pelukannya dan kemudian ia menatap wajah cantik Zaira dari dekat.
"Pantas saja Dakocan itu terus menatapnya, karena wajah Mickey ini memang cantik. Awas saja jika dia sampai mendekati lagi Zaira ku. Aku akan mencongkel matanya yang jelek itu," gumam Zayan.
Pandangannya kini mengarah pada bibir pink alami milik Zaira, pikiran mesum pun mendadak muncul. Bagaimana pun juga Zayan adalah pria dewasa, pria dewasa sepertinya mempunyai kebutuhan biologis. Ia juga ingin pacaran dan bisa mencium ataupun memeluk seorang gadis. Namun, ia tidak pernah berani mencobanya. Karena nasihat sang Mommy yang selalu mengingatkan jika ia tidak boleh mempermainkan perempuan, apalagi jangan sampai berani menyentuhnya.
Tapi Zaira, Zaira adalah pasangan halalnya. Zayan bisa melakukan apapun pada Zaira. Tapi Zayan pun tidak akan memaksa Zaira, Zayan memberikan hak bebas pada Zaira untuk menyiapkan diri kapan ia akan siap untuk disentuh oleh Zayan.
__ADS_1
"Sepertinya aku cium sedikit tidak apa-apa," gumamnya, kemudian ia pun mengecup bibir Zaira dengan lembut. Setelah itu ia tersenyum.
"Sangat manis," gumamnya.
*
*
*
"Jadi namanya Zaira," ucapnya.
"Iya Tuan muda, namanya Zaira. Seorang gadis piatu yang tinggal bersama dengan ayah dan adik kandungnya serta ibu tiri yang turut ikut bersamanya. Namun, tanpa di duga ada kejadian buruk yang menimpanya beberapa minggu terakhir karena ia didapati tengah tidur dengan seorang pria yang diduga teman kuliahnya, hingga ia dinikahkan paksa dengan pria itu," jelasnya.
"Sepertinya iya, Tuan muda,"
"Apa kau sudah mendapat informasi tentang siapa suami Zaira?"
"Maafkan Tuan Muda, informasi tentang pemuda kemarin tidak ditemukan. Sepertinya memang sengaja ditutupi,"
"Jadi, sebenarnya pria kemarin itu bukan orang biasa? Cukup menarik, sainganku rupanya seimbang ... " jawabnya.
__ADS_1
Asistent pria ini baru pertama kali melihat tuannya ini seperti terlihat terobsesi dengan seseorang, ' Sepertinya gadis kecil kemarin sudah mencuri perhatian Tuan muda,' gumamnya dalam hati.
"Jupiter ... !" panggil seorang gadis cantik yang berjalan mendekatinya.
"Ckk ... sudah aku bilang jangan biarkan seseorang menggangguku!" pria yang bernama Jupiter ini sepertinya tidak menyukai kedatangan gadis ini.
*
*
*
Paginya Zayan bangun terlebih dahulu dari Zaira, pelukannya ternyata sudah lepas. Namun, posisi Zaira masih menyamping ke arahnya. Melihat posisi Zaira seperti itu, Zayan dengan sengaja mendekati Zaira dan menarik tangannya perlahan, kemudian melingkarkannya di pinggang Zayan, dan kemudian kakinya di angkat ke atas kaki Zayan. Hingga terlihat jika Zaira tengah memeluk Zayan seperti memeluk guling. Zayan pun menutup mulutnya menahan tawanya, setelah itu ia pun pura-pura tidur lagi.
Zaira mulai menggerakkan tubuhnya dan membuka mata, saat Zaira membuka matanya. Pandangannya langsung bersitatap dengan mata Zayan yang menurut Zaira, jika Zayan juga baru bangun tidur.
"Oh ya ampun Mickey, tubuhku sakit sekali karena kau terus memelukku," ucap Zayan dengan suara pura-pura di serak- serak manja, seperti orang yang baru bangun tidur.
Zaira yang menyadari tengah memeluk Zayan pun langsung melepaskan pelukannya. Zaira merasa terkejut bahkan jantungnya terasa menari-nari saat ini.
"Oh ya ampun!" karena merasa malu Zaira pun memalingkan wajahnya yang terlihat seperti udang goreng itu. Zayan pun menahan tawa saat melihatnya.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka, jika kau itu agresif juga. Astaga, aku jadi takut keperjakaan ku diambil olehmu," ucap Zayan tanpa saringan.
"Apa! Oh astaga ...!" Zaira tidak percaya titisan anak ayam ini bermulut durjana.