Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 30


__ADS_3

Karena Zayan yang pada akhirnya harus meeting, kini Zaira akan pulang dan diantar oleh supir kantor. Zaira pun menunggu supir itu di parkiran. Ia berjalan sambil terus melihat ponselnya, tanpa melihat sekeliling dan terus berbalas chat dengan teman lamanya.


Namun, karena matanya terus menunduk dan ia tidak melihat jalan. Tanpa disengaja ia menabrak seseorang dan hampir saja terjatuh jika saja orang itu tidak menangkapnya.


"Nona, hati-hati." ucapnya sambil setengah memeluk tubuh Zaira. Tatapan keduanya kini beradu. Jika Zaira melihatnya dengan tatapan terkejut, berbeda dengan pria itu yang terpesona saat melihatnya. Zaira yang menyadari jika posisinya tidak benar dengan pria itu, akhirnya ia buru-buru melepaskannya dan tersenyum kikuk karena merasa malu.


"M-maaf Tuan, aku tidak sengaja,"


"Tidak masalah, Nona. Lain kali jangan berjalan sambil melihat ponsel, itu akan sangat bahaya," ucapnya lagi dengan tersenyum. Asistent Jupiter yang tidak pernah melihat Bos nya tersenyum merasa sangat heran, karena manusia batu itu ternyata bisa tersenyum juga. Pria itu adalah Jupiter yang akan ikut meeting siang ini, karena ia juga termasuk salah satu jajaran pengusaha muda yang sukses.


"Ahh iya, maafkan aku. Tadi aku terlalu asik bertukar pesan, seharusnya aku tidak boleh begitu," Zaira terlihat menyesal. Tapi wajah Jupiter malah semakin tersenyum pada Zaira.


"Tidak masalah, Nona ...?" Jupiter pura-pura tidak tahu nama Zaira. Karena ia ingin mendengar langsung nama gadis yang akhir-akhir ini menggaggu hati dan juga pikirannya.


"Zaira, panggil saja aku Zaira. Ehh... sepertinya aku pernah melihatmu, Tuan?" tanya Zaira.


"Iya, kita bertemu di kantor polisi saat itu. Pertemuan pertama yang kurang mengenakan,"


"Oh tidak apa-apa, maaf waktu itu aku belum sempat berterima kasih padamu. Terimakasih sudah percaya jika bukan adikku yang bersalah," ucap Zaira.


"Sama-sama, sepertinya kita harus merayakannya. Tapi sayang aku ada meeting penting sekarang," ucap Jupiter, merasa menyesal karena baru setiap saja ia bertemu dengan gadis pujaannya, ia harus segera menyudahi pertemuannya itu. Padahal akhir-akhir ini inilah momen yang selalu ditunggu oleh Jupiter, ia sangat ingin bertemu dengan Zaira dan menghabiskan waktu dengannya. Tapi sayangnya kesempatan itu terasa sangat sulit bagi Jupiter. Karena susahnya bertemu dengan Zaira.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu." Zaira menganggukan kepalanya. Dan kemudian pergi meninggalkan Jupiter l


"Nona Zaira," panggil Jupiter, Zaira pun berbalik karena mendengar Jupiter memanggil namanya.


"Ya," jawab Zaira, sungguh mata indah itu membuat Jupiter terhipnotis. Seolah ia enggan menyudahi pandangannya terhadap Zaira.


"Boleh aku meminta nomor ponselmu?" tanya Jupiter.


"Oh tentu saja," Zaira pun kemudian memberikan nomor ponselnya pada Jupiter, ia tidak curiga apapun padanya. Karena Zaira juga merasa berhutang budi padanya. Karena sudah membantunya waktu itu. Setelah semuanya selesai, Zaira pub kemudian pergi karena ia sudah ditunggu oleh supir yang diminta Rayan untuk mengantarkannya pulang.


'Semoga lain waktu kita bisa bertemu lagi, Zaira.' gumam Jupiter dalam hati


*


*


*


Saat tengah tidurnya tengah terlelap, Zaira merasa ada yang menghimpit tubuhnya. Ia merasa ada seseorang yang tengah mendekapnya dengan erat. Dan aroma ini, ini aroma khas seseorang yang selalu berada di dekatnya selama ini.


Antara sadar dan tidak tubuh mungil itu malah terus menyusup ke dalam pelukan hangat tubuh kokoh itu. Si pemilik tubuh tentu saja tersenyum senang, karena wanitanya masuk ke dalam pelukannya dengan suka rela.

__ADS_1


Melihat bibir ranum itu, Zayan pun tidak mau menahannya lagi. Jika cium saja sepertinya tidak apa-apa. Begitulah isi dari pikiran titisan anak ayam yang nakal ini.


Dan tanpa basa basi, Zayan pun menempelkan bibirnya di atas bibir Zaira yang terasa sangat manis untuknya. Zaira yang merasa ada sesuatu yang sinyal menempel di bibirnya pun mulai membuka matanya.


Saat ia membuka matanya, Zaira pun terkejut karena ternyata, suaminya yang aneh itu kini tengah menciumi bibirnya. Dengan spontan Zaira pun mendorong tubuh Zayan hingga terjatuh. Zayan yang tidak siap dengan serangan ayam betina pun langsung terjungkal begitu saja.


"Astaga Mickey, kau membuatku terjatuh dengan cara tidak keren!"


"Apa yang kau lakukan anak ayam jelek?" kesal Zaira.


"Aku sedang belajar bercocok tanam, agar kau tidak terkejut makanya aku mencicilnya dulu," jawab Zayan.


"Oh ya ampun, kau pikir Istrimu ini tukang kredit?"


"Anggap saja begitu, ayo kita lanjutkan?" ajak Zayan dengan tersenyum jahil.


"Apa!"


*


*

__ADS_1


*


Mana vote nya nih 😌😌😌 biar semangat updatenya 💛💛💛


__ADS_2