Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 37


__ADS_3

Karena malam ini adalah jadwal pembukaan pertama pabrik bayi, Zayan sudah siap dari siang. Bahkan saat Zaira masih di kampus, Zayan sudah mandi dan berendam selama dua jam untuk membersihkan diri. Ia ingin sekali dirinya tampil sempurna, saat nanti ia mendaki gunung dan melewati lembah layaknya ninja Hatori.


Ahhh, Zayan bahkan sudah malu-malu kambing dari sekarang. Ia sudah tidak sabar ingin segera membuka pabrik milik Zaira. Andaikan Zaira tidak setuju ataupun tidak mau, maka Zayan akan mengeluarkan jurus keduanya yaitu jurus memaksa istri. Tapi urus apa itu, jelek sekali namanya pikir Zayan.


"Sudahlah Zayan, jangan banyak berpikir. Nanti keluarkan seluruh kemampuan alami mu untuk mencetak bayi," ucapnya pada diri sendiri.


Lama ia berada di kamar mandi, sampai saat ia merasa puas dan juga sudah merasa bersih. Dan kemudian Zayan pun menyudahi kegiatannya untuk membersihkan diri.


Zayan memilih pakaian yang paling bagus menurutnya, dan juga parfum yang wanginya sangat lembut. Namun, aromanya sangat cocok untuk dirinya yang manly.


"Astaga aku ini sangat tampan ternyata, Istriku pasti sangat bangga mempunyai suami yang sangat tampan sepertiku. Dan kau Jupi- jupi, kau lewat... Wajahmu ternyata biasa saja jika dibandingkan denganku yang sangat rupawan ini," Zayan terus memuji dirinya dihadapan cermin.


Entah kenapa saat sudah mandi ia jadi merasa ngantuk , jadi Zayan memutuskan tidur saja sambil menunggu Zaira pulang.


*


*


*


Di kampus, Zaira merasa jika kepalanya sangat pusing dan perutnya terasa sangat sakit seperti mulas. Ia merasa tidak tahan dan ingin segera pulang, tapi Zaira masih harus menunggu Rafa yang belum selesai kuliahnya.


Zaira pun kemudian menunggu Rafa di bangku taman kampus itu, karena menurut Rafa jika ia tidak lama lagi akan selesai.


"Ya ampun perutku sakit sekali," gumam Zaira, ia melihat ke kiri dan ke kanan. Berharap jika Rafa akan segera datang dan mengantarkannya pulang.


"Kenapa dia lama sekali," ucapnya sambil terus mengelus perut dan juga pinggangnya yang terasa panas dan membuatnya sangat tidak nyaman.

__ADS_1


"Zaira," mendengar ada yang memanggilnya, Zaira pun menoleh ke belakang. Berharap jika Rafa yang datang, malah Jupiter yang menghampirinya. Melihat Jupiter, pikiran Zaira menjadi ingat hal kemarin. Di saat Zayan marah dan mendiamkannya, itu membuat Zaira sangat tidak nyaman. Zaira lebih suka jika Zayan memarahinya ataupun mengomel padanya. Daripada Zayan yang terus mendiamkannya seperti kemarin. Jadi untuk saat ini, Zaira tidak mau berdekatan dengan Jupiter.


Bukannya menyahut, Zaira malah terlihat acuh pada Jupiter. Terlihat Jupiter menghela napas kasar, melihat gadis pujaannya yang sama sekali tidak meresponnya. Dan hanya sedikit tersenyum padanya.


Jupiter mengerti, jika perubahan sikap Zaira pasti ada hubungannya dengan Zayan kemarin. Sebenarnya sejak kejadian kemarin saat di restoran, perasaan Jupiter menjadi tidak karuan. Ingatannya terus menuju pada Zaira yang meninggalkannya sendirian di sana.


ingin sekali Jupiter bertanya pada Zaira, kenapa kemarin tega meninggalkannya sendirian di sana. Jupiter juga ingin bertanya pada Zaira, kenapa Zaira bahkan tidak menghubunginya lagi dan seolah ditelan bumi. Andaikan Zaira, tahu jika sejak kemarin Jupiter sangat merindukannya.


" Zaira, aku ingin bicara denganmu." ucap Jupiter, Zaira tersenyum sedikit padanya dan kemudian ia pun mengatakan sesuatu pada Jupiter.


"Maaf, tapi aku tidak bisa. Kau tahu kan, jika aku adalah seorang wanita bersuami. Dan aku tidak mau suamiku, marah dan salah paham seperti kemarin. Jadi maaf, aku tidak bisa bicara denganmu." ucap Zaira.


Jupiter menahan rasa geram di hatinya karena mendapat penolakan dari Zaira. Terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah membuat Jupiter tidak terima dengan penolakan Zaira.


Jupiter bukanlah seorang pria yang pengertian dan mampu mengerti tentang apa yang orang lain rasakan. Jadi dengan keadaan Zaira yang sudah bersuami, tidak lantas membuat dirinya paham tentang posisi Zaira. Justru ia semakin tidak terima dengan kenyataan yang sebenarnya. Ia tidak terima jika Zaira sudah menjadi milik orang lain. Dan Jupiter tidak akan berhenti sampai disini untuk mengejar Zaira. Ia akan terus berusaha mengejar dan mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Tentu saja, sebagai seorang istri aku harus menghargai perasaan suamiku," jawab Zaira yang juga mulai menunjukkan rasa kesalnya pada Jupiter. Kenapa pria ini tidak mau mengerti pikir Zaira.


"Meskipun pria yang menjadi suamimu itu tidak kau cintai?"


"Apa?"


"Ayolah Zaira, aku tahu bagaimana kau bisa menikah dengan suamimu. Kau dan suamimu menikah bukan karena cinta. Akan tetapi karena keterpaksaan semata demi menyelamatkan nama baikmu, atau mungkin hanya menyelamatkan nama baik suamimu!"? ucap Jupiter penuh penekanan.


Ucapan Jupiter membuat hatinya tersentil, karena mungkin sebenarnya memang benar apa yang diucapkan oleh Jupiter, jika pernikahan ini dilakukan hanya untuk menutupi aib dari keluarga Guntara. Dimana dirinya hanyalah sebuah butiran debu, yang jika memang video itu viral maka semua orang akan melupakannya begitu saja.


Akan tetapi jika video itu terjadi terus tersebarnya, maka semua orang akan ingat tentang keluarga Guntara. Apalagi yang Zaira tahu, jika Zayan adalah anak tunggal dari kerajaan bisnis keluarga Guntara. Pasti nama baik adalah hal yang utama untuk mereka.

__ADS_1


Zaira mencoba menepis semua itu, karena yang ia tahu jika keluarga Zayan sangat menyayanginya. Tidak mungkin mereka menggunakan Zaira hanya untuk menutup aib.


"Kenapa kau diam, apa kau baru menyadari jika semua yang aku ucapkan adalah semuanya benar!" ucap Jupiter, Zaira terlihat menunduk. Ia mencoba untuk menahan air matanya yang hendak jatuh. Ia melihat ke atas dan berharap air mata yang menggenang di pelupuk matanya tidak meluncur begitu saja.


"Dengarkan aku Tuan Jupiter, meskipun benar begitu keadaannya. Tapi itu semua bukan urusanmu. Selepas apapun itu, dan bagaimana pun mereka menganggapku aku akan tetap menjadi seorang istri yang baik untuk suamiku," jawab Zaira sambil meringis karena rasa sakit di perutnya terasa semakin menjadi.


Jupiter yang melihat Zaira seperti merasa kesakitan pun, ingin mencoba menolongnya. "Zaira kau tidak apa-apa?" tanya Jupiter khawatir, tangannya ingin meraih tubuh mungil itu dan mendekapnya. Namun, dengan cepat Zaira menepis Jupiter.


"Jangan menyentuhku!" Zaira terlihat sangat kesal pada pria yang baru ia kenal dan sudah berani mendikte hidupnya.


"Zaira aku ingin menolong mu, kau sedang tidak baik- baik saja. Wajahmu terlihat sangat pucat," Jupiter dengan kekeuh ingin mendekati Zaira dan ingin membawa Zaira pergi. Namun , Zaira terus menepisnya


"Pergilah!"


"Zaira!"


"Aku bilang pergi!" Zaira menaikan volume suaranya pada Jupiter.


"Tidak!" Kekeuh Jupiter.


"Apa telingamu itu tidak berfungsi, wahai makhluk planet!!!" sentak seseorang yang tak jauh berada disana.


***


Hayoooo itu siapa yang datang mau nolongin Neng Mickey dari serangan makhluk planet 😳😳😳, kalau kalian rajin like dan komen Mimin mau up lagi 😌💃💃


__ADS_1


__ADS_2