Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 80


__ADS_3

Rafa yang sedang berada di kantor pun diberitahukan jika Rheina pingsan dan kini berada di rumah sakit. Rafa yang sangat khawatir dengan keadaan Istrinya pun langsung pergi untuk melihat keadaan istrinya.


Dengan kecepatan penuh ia membawa mobilnya, entahlah sejak Rheina kecelakaan waktu itu. Rafa selalu merasa khawatir pada Rheina. Dan terkadang kekhawatirannya sangatlah berlebihan. Rafa akui itu, akan tetapi itu semua karena cintanya pada Rheina sangatlah besar.


Sesampainya di rumah sakit, Rafa dikejutkan dengan kehadiran duo makhluk luar angkasa. Mendadak Rafa ingin mencubit ginjal mereka, karena mereka berdua sedang berada di ruang rawat dan sedang menunggui istrinya yang cantik Bahkan saat matanya tertutup saja, ia terlihat sangat menggemaskan. Ia merasa cemburu dan berpikir yang tidak-tidak, tentang dua makhluk merana ini.


"Sudah kuduga, pasti ada yang tidak beres ternyata ada planet jomblo di sini, sedang apa kalian di sini. Jangan suka memandang istri orang, pandanglah istri kalian sendiri! Eh ... aku lupa kalian kan belum menikah," ejek Rafa, Alex benar-benar gemas melihat kuda poni yang sedang mengomel itu. Bukannya mengucapkan terima kasih, tapi kuda poni cerewet ini malah mengomel padanya. Kalau bukan karena Nayla yang meminta mereka menunggui Rheina, sudah dari tadi mereka berdua pergi.


Namun, karena dokter sedang berbicara dengannya tentang keadaan Rheina. Mereka berdua diminta oleh Nayla untuk menjaga Rheina sebentar.


"Seharusnya kau berterima kasih pada kami, karena kami lah yang membantu ibu dan istrimu tadi! Dasar kuda poni menyebalkan!" jawab Alex, Rafa langsung menutup mulutnya tak percaya. Melihat tingkah Rafa sungguh kini giliran Alex dan Jupiter yang ingin menelan kuda poni ini bulat-bulat.


"Astaga, jadi kalian yang sudah menggendong Istriku! Oh tidak! Tapi Rheina kan tubuhnya kecil, mana mungkin kalian berdua menggotongnya. Kalian tidak mungkin selemah itu, jadi siapa diantara kalian yang menggendong Istriku! Ayo mengaku!"


"Aku yang membawa perempuan kecil itu!" jawab Jupiter.


"Kecil? Kau bilang Istriku kecil? Astaga, istriku itu cantik dan juga imut, tapi kau malah mengatakan kalau dia itu kecil? Aku tidak rela! Semoga kau mendapatkan Istri yang lebih kecil dari istriku, gadis yang belum matang sekalian. Hingga saat kau ingin memanennya kau harus menunggunya matang dulu!" ucap kuda poni itu dengan kesal. Karena istrinya sudah digendong makhluk planet Jupi-jupi, dan juga di katai kecil. Rafa benar-benar kesal.


"Apa kuda poni ini gila," bisiknya pada Alex.


"Iya Tuan, dan sepertinya penyakit gilanya sudah parah," jawab Alex. Jupiter pun mengangguk mengerti.


"Sebaiknya kita mengalah pada orang gila ini, aku malu berdebat dengan orang kurang waras," bisik Jupiter lagi.

__ADS_1


"Tapi aku sangat gemas padanya, Tuan. Aku ingin sekali mengunyahnya untuk camilan sore hari," bisik Alex.


"Aku juga," jawab Jupiter.


"Apa yang sedang kalian berdua bicarakan? Jangan berbisik-bisik seperti itu, kalian terlihat seperti dua orang gadis remaja yang suka menggosip,"


"Kami, tidak berbisik-bisik." jawab Alex.


"Dasar berbohong,"


"Terserah kau saja, aku tidak mau berdebat denganmu," jawab Jupiter.


"Kau!" tunjuknya pada Jupiter. Namun saat mereka akan berdebat lagi. Tiba-tiba Rheina sadar, Rafa pun langsung menghampiri Istrinya. Dan langsung memeluk dan menciumi wajah Rheina sampai tidak ada yang terlewat. Jupiter dan Alex saling pandang, melihat bagaimana poni itu sangat menyayangi Istrinya. Membuat jiwa jomblo mereka berdua berontak.


"Sayang bagaimana keadaanmu? Apa kamu baik-baik saja, kenapa kau bisa pingsan? Apa kau terkejut melihat makhluk-makhluk planet itu, sampai kau menjadi pingsan begini? Rafa mencerca istrinya dengan pertanyaan tidak berakhlak. Sungguh kini kedua makhluk jomblo ini ingin mengunyah kuda poni ini.


"Hei kuda poni, sekali lagi kalau bicara tentang hal yang menyebalkan, akan aku telan kau sekarang juga!" Namun, Rafa sama sekali tidak memperdulikan ucapan dari Alex itu itu. Rafa memandang aneh pada istrinya, karena istrinya terus melihat ke arah Jupiter dan juga Alex.


"Ada apa, apa mereka berbuat sesuatu padamu? Apa kau pingsan gara-gara mereka?" tanya Rafa, sungguh pertanyaan rapat membuat Alex dan jupiter semakin kesal saja, memangnya apa yang mereka lakukan sampai Rheina bisa pingsan seperti itu. Bahkan dari bertemu, mereka tidak mengobrol dan mengucapkan kata-kata, karena Nayla yang terus mendominasi percakapan mereka tadi.


Namun, sialnya Rheina malah menganggukan kepalanya. Yang berarti ia mengiyakan pertanyaan suami durjananya.


"Jadi kau pingsan gara-gara mereka berdua?" tanya Rafa memastikan lagi.

__ADS_1


"Iya," jawab Rheina dan kemudian sembunyi dibalik punggungnya lebar suaminya. Karena takut dengan kedua makhluk planet yang tinggi menjulang itu, yang kini sedang menatap ke arahnya dengan tatapan yang tajam.


"Hei Nona! Memangnya apa yang kami lakukan kepadamu sampai kau pingsan begitu? Bukankah dari tadi kita tidak bicara dan kita hanya berdiri berhadapan saja!" ucap Alex.


"Hei, makhluk jelek kau jangan memarahi istriku!"


"Aku tidak memarahinya, aku hanya sedang bertanya kepadanya memangnya kau tuli kuda poni!" sewot Alex. bagaimana ia tidak kesal sudah dari tadi yang berdebat dengan Rafa yang sangat menyebalkan, dan kini istrinya bangun dari pingsan dan malah menyalahkan dia yang sudah menolongnya dan membawanya ke rumah sakit. Kedua makhluk planet ini tidak terima.


"Sekali lagi kau berbicara dengan kencang, akan aku robek mulutmu!" Jupiter yang tidak ingin disalahkan pun bertanya kepada Rheina, kenapa ia mengatakan jika ialah penyebab Rheina jatuh pingsan.


"Nona, memangnya kenapa kau pingsan gara-gara kami. Memangnya apa yang kami lakukan kepadamu?" tanya Jupiter.


"Kalian memang tidak melakukan apa-apa padaku, tapi aku sangat pusing berada dekat kalian berdua tadi," jawab Rheina.


"Pusing, pusing kenapa?" tanya Jupiter, Jika ditanya masalah pusing seharusnya Jupiter lah yang pusing karena harus mendengar ocehan Nayla, akan tetapi karena ia menghargai Nayla dan sudah menganggap Nayla seperti ibunya. Karena menurut Jupiter Nayla dan Nara adalah orang yang sangat baik. Meskipun mereka berdua adalah seorang perempuan yang sangat cerewet dan juga aneh.


Akan tetapi setelah mengenal mereka lebih dekat, Jupiter sangat menyukai kedua perempuan, yang menjadi Ibu dari orang-orang yang sangat menyebalkan yang sering ia temui.


"Aku pusing karena kalian berdua sangat bau! aku tidak suka aroma kalian berdua, makannya aku tadi pingsan!" jawab Rheina.


"Apa!!! Bau katanya?"


***

__ADS_1


Like dan komentarnya dong 😚😚😚 biar Mimin semangaaaattt buat up 💃💃💃💃


__ADS_2