Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 62


__ADS_3

Sesampainya di bawah mereka berdua bertemu dengan Zayan dan Zaira yang juga baru akan pulang. Zayan dan Zaira pun menghentikan langkahnya saat melihat Rafa dan juga Rheina.


"Kalian juga baru pulang?" tanya Rafa.


"Iya, tadinya aku malas pulang tapi Zaira terus memaksaku pulang," jawab Zayan.


"Jika tidak pulang, bisa habis aku olehmu!" ucap Zaira dengan kesal. Namun, Zayan hanya tertawa saja. Karena yang diucapkan oleh Zaira memang benar, karena ia tidak mau berhenti menyentuhnya. Entah terbuat dari apa pria itu, karena ia tidak pernah merasa lelah pikir Zaira.


"Aku juga mau cepat pulang, Rafa bilang dia mau mengajarkan aku sebuah permainan nanti saat di rumah." ucap Rheina.


"Kuda poni itu akan mengajakmu bermain apa? Main kuda-kudaan!" ucap Zayan sambil terbahak-bahak.


"Kenapa kau bisa tahu?" tanya Rheina, sejenak tawa Zayan pun langsung berhenti dan memandang Rheina dengan tatapan aneh.


"Hei mata empat, dari ucapanmu sepertinya kau belum tahu permainan apa itu?" tanya Zayan penasaran, tapi Rafa memberikan kode pada Zayan agar jangan memberitahukan Rheina permainan apa itu. Biar nanti ia sendiri yang memberi kejutan pada Rheina, Zayan pun mengerti dan tidak bicara lagi.


"Aku memang tidak tahu, makanya aku minta diajari oleh Rafa," jawab Rheina polos.


"Oh begitu, ternyata kura-kura ini bodoh ya," ejek Zayan.


"Apa!"


"Sudahlah, ayo kita pulang. Jangan membicarakan hal itu di sini." Zaira takut jika pembicaraan kedua makhluk aneh akan melebar kemana-mana, itu akan sangat bahaya pikirnya.


"Iya benar ayo kita pulang," sahut Rafa. Zayan dan Zaira pun mengangguk dan kemudian mereka berjalan duluan.


"Rafa," panggil Rheina.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Anak ayam itu bilang aku ini bodoh," rengeknya.


"Biarkan saja, dia juga bodoh tapi dia tidak sadar diri!"


"Aku mendengarmu kuda poni!" teriak Zayan.


Baru saja, mereka sampai di pintu keluar mereka berpapasan dengan Jupiter dan juga Alex yang memang akan bertemu dengan kliennya di sana.


Dengan refleks Zayan langsung menarik Zaira kebelakang tubunya seolah menyembunyikan Istrinya, dari pandangan manusia planet itu.


"Hei ada Jupi - jupi sudah lama kita tidak bertemu ya," sapa Zayan. Namun, Jupiter hanya diam saja dan tidak menyahut sapaan Zayan.


"Jupi-jupi sepertinya tidak suka padamu," bisik Rafa pada Zayan.


"Hei kalian berdua! Sebaiknya kalian minggir sebelum aku telan!" geram Alex, ia sangat gemas kepada Zayan dan Rafa ini. Kenapa kedua tuan muda ini tidak ada kalem - kalemnya, seperti tuan mudanya pikir Alex.


"Woaahhh, ada barongsai marah. Aku takut Zayan," ucap Rafa pura- pura memasang wajah takut yang dibuat-buat, membuat barongsai pelindung jupi-jupi itu bertambah kesal saja. Bisa-bisanya pria tampan dan gagah ini disebut barongsai oleh anak ayam dan kuda poni nakal.


"Aku juga takut, takut digigit olehnya. Bagaimana kalau aku cedera nanti!"


"Hentikan kelakuan konyol kalian! Astaga, maafkan mereka Jupiter. Maafkan kelakuan suamiku dan sepupunya, mereka berdua memang makhluk setengah ons. Jadi aku minta kau memahami sikap mereka." ucap Zaira memasang wajah yang tidak enak. Suara ini dan wajah cantik inilah yang selalu Jupiter rindukan setiap malam, bisakah wanita indah yang ada dihadapannya ini menjadi miliknya saja.


Namun, semua itu hanyalah harapan semata. Karena tidak mungkin wanita pujaan hatinya ini menjadi miliknya. Mengingat itu semua, hati Jupiter kembali terasa sakit.


'Jadi seperti ini rasanya patah hati, kenapa rasanya sakit sekali,' batin Jupiter, pandangan Jupiter kini tidak mengarah kepada Zaira. Karena ia merasakan sakit yang luar biasa saat melihatnya. Kemudian pandangan Jupiter kini mengarah pada Rheina. Gadis kecil yang kemarin dinikahi oleh kuda poni dihadapannya ini.

__ADS_1


Merasa pandangan manusia planet itu mengarah pada istrinya, Rafa pun kemudian menarik Rheina ke belakang punggungnya. Seolah Jupiter adalah makhluk berbahaya yang harus dihindari.


"Jangan melihat istriku atau aku colok matamu!" ucap Rafa.


"Selamat atas pernikahan kalian, dan maaf aku tidak tertarik pada istri orang lain!" ucap Jupiter.


"Dasar planet pembohong! Buktinya kau menyukai istriku selama ini, ayo mengaku!"


"Waktu itu aku kira jika Zaira adalah wanita single, dan hanya seorang mahasiswi biasa. Jadi saat itu aku tidak berusaha untuk menahan perasaanku padanya, tapi kau tenang saja aku bukanlah pria perebut istri orang!" tegas Jupiter. Ya ... Jupiter memutuskan untuk tidak mengejar lagi Zaira, ia sadar jika Zaira tidak mungkin ia dapatkan dan juga ia miliki.


Jika Jupiter terus memaksakan perasaannya, sudah pasti luka hatinya akan semakin dalam. Meskipun pada awalnya, Jupiter pernah berniat untuk merebut Zaira melalui tangan ayah dan juga ibu tirinya, akan tetapi rencananya itu ia urungkan dan dia tidak ingin memaksa wanita yang dicintai untuk menjadi miliknya.


Karena jika ia melakukan hal itu sudah pasti Zaira tidak akan hidup bahagia bersamanya. Dan itu malah akan membuat hati Jupiter semakin terluka, karena ia tidak dicintai dan juga tidak diinginkan oleh wanita yang sangat ia cintai ini. Jadi Jupiter memutuskan untuk melepaskan Zaira, dan menutup hatinya untuk perempuan manapun.


Setidaknya untuk saat ini ia belum siap untuk membuka hatinya, karena ia baru saja terluka dan luka yang Zaira tancapkan ternyata cukup dalam. Sehingga ia tidak sanggup untuk membuka hatinya lagi untuk perempuan manapun, sehingga ia ingin membunuh semua rasa cinta yang ada dalam dirinya


Ia juga ingin mengubur semua rasa sayang, rasa peduli dan rasa-rasa yang indah yang pernah ia ukir dalam hatinya. Jupiter tidak ingin memiliki rasa itu lagi, karena rasa itu akan indah jika rasa itu Ia berikan kepada orang yang tepat dan juga orang yang mampu memberikan rasa yang sama. Akan tetapi jika rasa itu berlabuh kepada orang yang sudah menjadi milik orang lain, dan juga orang itu tidak memiliki perasaan yang sama dengannya, itu sama saja dengan membunuh hatinya sendiri. Jadi inilah Jupiter, menjadi orang yang tanpa rasa. Meskipun sebenarnya rasa itu masih ada saat melihat wanita yang ia cintai itu. Hatinya masih saja bergetar saat melihat wanita yang pernah singgah di hatinya.


"Aku pegang ucapanmu!" ucap Zayan.


"Aku tidak memerlukan pengakuanmu, aku hanya ingin menjalani hidupku dengan hal yang seharusnya saja. Jadi berhentilah bersikap siaga jika aku berada di dekatmu! Karena aku bukanlah orang yang suka merebut milik orang lain untuk ku jadikan milikku!" ucapnya setelah itu Jupiter pun pergi meninggalkan mereka berempat.


"Kau dengar itu anak ayam! Jika kau masih macam- macam pada tuan mudaku. Akan aku jadikan kau ayam goreng!" ancam Alex.


"Uhhh taaattuuuutt...." jawab Zayan dan juga Rafa.


****

__ADS_1


Dukungannya mana nihh 😌😚


__ADS_2