
Sejak mengobrol dengan Rafasya banyak hal yang Zaira pikirkan. Bagaimana pun juga Zaira tidak ingin menjadi janda muda apalagi menjadi janda tanpa pesangon, sudah menikah muda dan dianggap gadis second ia sungguh tidak rela.
'Aku tidak boleh kehilangan telur ayam itu, tapi bagaimana caranya agar makhluk aneh itu tidak meninggalkanku ya. Masalahhnya otaknya itu tidak normal. Aiiihh, kepalaku jadi pusing memikirkan telur ayam aneh itu,' gumam Zaira dalam hati.
Bahkan saat dosen sedang memberi materi pun Zaira tidak bisa berpikir dengan benar. Pikirannya diprnuhi oleh satu nama yaitu Zayan. Gar-gara takut menjadi janda, ia jadi banyak pikiran. Ia tidak bisa tenang karena taakut ayam jantannya itu tergoda yang betina yang genit.
'Ya Tuhan sejenak saja, berikan ketenangan dalam hatiku ini.' batin Zaira.
Daripada pikirannya menjadi tidak tenang akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Zayan saja saat jam makan siang nanti.
'Aahh ... Sial bahkan nomor ponsel suamiku saja aku tidak tahu. Aku memang istri durjana,' Zaira terus merutuki kebodohannya saat ini.
****
Saat jam makan siang, Zaira langsung mencari Rafasya untuk menanyakan nomor ponsel Zayan. Dan akhirnya ia menemukan Rafasya yang sedang tidur di loteng. Kegiatannya sehari-hari jika di kampus.
"Sudah kuduga jika kuda poni itu sedang tidur di sini." gumam Aira. Kemudian ia pun menghampiri Rafa dan membangunkannya.
"Rafa, aku minta nomor ponsel Zayan," Namun yang dipanggil sama sekali tidak bergeming dan hanya diam saja. Akhirnya Zaira pun mengguncangkan tubuh Rafa, dan akhirnya anak kuda poni ini bangun juga.
__ADS_1
"Ada apa! Kau mengganggu saja," Rafa menggosok-gosok matanya yang merah mungkin ia memang masih mmengantuk.
"Minta nomor Zayan cepatlah,"
"Isshh, kau membangunkanku hanya untuk meminta nomor suamimu? Dasar pengganggu!" bukannya memberitahu Rafa malah tidur lagi. Zaira sangat kesal hingga akhirnya ia pun menepuk lutut Rafa dengan keras dan Rafa pun langsung terbangun karena ia ingat pesan Zayan tentang jurus hame-hame, jika sampai si Mickey mengamuk.
"Ambilah disaku jaketku dan cari sendiri nomornya," ucapnya yang masih dalam keadaan setengah sadar. Zaira pun kemudian mengambil jaket Rafa yang berada di samping Rafa dan mengambil ponsel Rafa.
Saat sedang menggulir ponsel Rafa untuk mencari nomor ponsel Rafa, tiba-tiba Rafa berteriak dengan keras.
"Aaaaarrrrghh... Jangan pegang -jangan pegang. Aku sudah bilang di saku jaket bukan saku celana!" teriaknya.
"Hei Mickey, kau memegangnya kan?" tanya Rafa tiba-tiba. Zaira yang heran pun hanya mengernyit heran dan menggaruk keningnnya yang tidak gatal.
"Ayo cepat mengaku!" sentaknya lagi. Zaira yang tidak terima pun balik memarahi anak kuda poni ini.
"Apanya yang harus mengaku! Memangnya apa yang aku lakukan?" Zaira bertolak pinggang dan balik memarahi Rafa.
Karena ia tidak mengerti dengan apa yang diucapkan olh Rafasya.
__ADS_1
"Kau ... Kau tadi mengambil ponselku, kan?" tanya Rafa.
"Maksudmu ini?" Zaira pun memperlihatkan ponsel Rafa yang memang sedang ia pegang.
"Benarkan kau mengambilnya, dasar Mickey genit, aku sudah bilang ambil ponselnya didalam saku jaket tapi kau malah mengambilnya di dalam saku celanaku. Dan kau ... Kau tidak sengaja memegangnya kan?" tanya Rafa dengan wajah merah semerah udang goreng. Ia malu mengatakan yang sejujurnya pada Zaira tentang sebenarnya apa yang ia lihat saat dalam mimpi siag bolongnya tadi.
"Memegang apa?"
"Memegang tongkat saktiku, kau pasti tidak sengaja menyentuhnya saat tadi kau mengambil ponselku!"
Oh astaga hari ini Zaira sudah dua kali terkena fitnah kejam dari anak kuda poni dan anak ayam, sungguh jahat sekali mulut lucknut mereka berdua pikir Zaira. Cukup sudah Zaira langsung memarahi anak kuda poni durjana ini.
"HEI ANAK KUDA PONI!!! BUKANKAH TADI KAU YANG MENGATAKAN JIKA AKU HARUS MENGAMBIL PONSELMU DI SAKU JAKET! LALU KENAPA SEKARANG KAU MENUDUHKU MENGAMBILNYA DI TEMPAT LAIN, BAHKAN KAU MENUDUHKU SUDAH MEMEGANG GAGANG SAPU MILIKMU, BEGITU!!!, DASAR MAKHLUK DURJANA, UNTUK APA AKU MELAKUKAN HAL ITU, BAHKAN MILIK SUAMIKU SAJA AKU BELUM PERNAH MEMEGANGNYA!!!
"Benarkah?" tanya Rafa dengan wajah polosnya
"Aaaarrgghhhh ... Aku bisa gila menghadapi dua orang tidak waras sekaligus!!!
***
__ADS_1
Like dan komentarnya sumbangin dong, sebagai dukungan novel ini supaya bisa terus up 😚😚💃💃