
Perubahan dari diri Rheina sungguh sangat aneh, entah kenapa ia selalu terganggu dengan bebauan yang ada di rumah. Hingga di dalam rumah pun ia menggunakan masker. Dan untuk sarapan dan juga makan, ia selalu memisahkan diri dengan alasan belum lapar. Jadi ia makan saat semua orang sudah makan dan itu pun ia sangat pemilih makanan. Dan yang Rheina makan hanyalah buah-buahan. Ia tidak mau makan nasi, karena baginya sekarang aroma nasi sangat aneh.
Dan keanehan yang terjadi pada Rheina hanya Rafa lah yang tahu, ia tidak mau semua orang tahu tentang bagaimana keadaan Rheina. Karena ia takut jika sikap Rheina dianggap tidak normal oleh yang lainnya. Rafa sangat mencintai istrinya, jadi ia tidak mau jika ada orang yang berpikiran aneh ataupun hal lainnya tentang Rheina. Jadi untuk itu ia lebih membungkam mulutnya dan tidak menceritakan serta menutupi semua yang Rheina rasakan akhir - akhir ini.
Seperti biasa, setiap pagi ia mereka semua berkumpul di ruang makan untuk sarapan. Dan bukan pemandangan yang baru jika Rheina sudah tidak pernah lagi ikut sarapan. Rafa selalu mengatakan jika Istrinya tidur lagi setelah menyiapkan kebutuhannya. Dan itu sama sekali tidak membuat orang-orang curiga. Karena mereka berpikir jika kuda poni ini suka sekali bercocok tanam, hingga membuat istrinya sangat kelelahan.
"Rafa nanti siang, Mommy akan mengajak Rheina pergi jalan-jalan. Mommy sedang bosan jadi mau mengajak menantu Mommy untuk jalan-jalan." ucap Nayla.
"Jangan Mom, Rheina jangan di ajak jalan-jalan. Dia tidak akan mau," ucapnya.
"Hei kuda poni! Istrimu bukannya tidak mau, tapi kau selalu mengurungnya dan tidak memperbolehkan dia kemana- mana! Apa kau pikir istrimu itu kura-kura yang harus selalu bersembunyi di dalam cangkangnya?" Induk kuda poni mulai mengeluarkan taringnya.
"B-bukan begitu, Mom. Hanya saja ..."
"Hanya saja apa, jika kau masih melarangnya keluar. Maka Mommy akan meminta Daddymu untuk mengikat gagang sapumu agar tidak terus-menerus bercocok tanam dan membuatnya kelelahan!" sungguh ancaman yang sangat menakutkan.
Zayan dan yang lainnya, tertawa terbahak-bahak karena membayangkan gagang sapu milik kuda poni yang akan diikat oleh Reyhan.
"Itu sangat kejam" gumamnya. Jika sudah begitu, Rafa tidak bisa berbuat apa-apa untuk melindungi istrinya. Mudah-mudahan saja nanti Mommy nya tidak berpikir jika istrinya mempunyai kelainan, dan menganggapnya orang aneh.
"Terserah," ucap Rafa akan tetapi dalam hatinya ia merasa khawatir.
*
*
*
Hari pun sudah siang dan seperti yang diucapkan oleh Nayla, jika ia memang mengajak Rheina pergi keluar. Tadinya Nayla juga ingin mengajak Nara dan juga Zaira. Akan tetapi mereka berdua tidak bisa ikut, dimana kandungan Zaira yang sudah besar membuatnya tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Dan ia pun sering kesulitan untuk bergerak dan juga mudah sekali lelah. Jadi Nara pun lebih memilih untuk menjaga menantunya saja.
__ADS_1
Nayla menunggu Rheina di bawah, dan yang ditunggu pun akhirnya datang juga. Rheina menggunakan masker saat datang menghampiri Nayla, dan itu sama sekali tidak membuat Nayla curiga. Karena Nayla berpikir jika Rheina sedang melakukan protokol kesehatan yang belakang ini memang harus dilakukan.
"Kamu sudah siap?"
"Iya Mom,"
"Baiklah, kalau begitu ayo kita berangkat," ajak Nayla dan akhirnya mereka berdua pun berangkat diantar oleh sopir rumah.
*
*
*
Setelah melakukan perjalanan yang tidak terlalu lama, mereka kini sudah sampai di pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Mertua dan menantu yang lebih terlihat seperti kakak adik itu kini mulai memilih barang apa saja yang akan mereka beli.
Sungguh ini adalah hal baru yang Rheina lakukan, pergi berbelanja di sebuah Mall yang sangat besar. Karena biasanya ia hanya akan melihat-lihat saja dan hanya mengagumi barang-barang yang ada di sana. Dan hanya berharap mungkin suatu saat nanti ia akan bisa membeli barang yang ia inginkan.
Namun, tak berselang lama Rheina merasakan kepalanya pusing. Dan Nayla pun mengajaknya untuk makan siang karena waktu memang sudah menunjukkan jam makan siang. Rheina pun setuju karena ia juga merasa perutnya terasa lapar. Dan ia ingin mencoba makanan yang tidak membuatnya mual. Mudah-mudahan saja jika makan di luar, lidahnya tidak menolak. Karena jujur saja, saat di rumah saja ia bahkan merasa bingung dengan apa yang ia inginkan, padahal perutnya sangat lapar.
Nayla pun mengajaknya pergi ke restoran untuk makan siang, dan tidak di sangka jika di sana mereka bertemu dengan jupiter dan juga Alex yang juga akan makan siang di sana.
"Hei Tuan Planet, ternyata kau juga mau makan siang juga di sini ya?" tanya Nayla. Dari sini saja Alex dan Jupiter sudah bisa menyimpulkan jika dari mana keanehan kuda poni ini muncul. Yang ternyata memang itu sudah keturunan dari induknya.
"Iya Nyonya, kebetulan kami baru saja selesai meeting dan sekalian saja makan siang." jawab Jupiter ramah.
"Wahh kalian memang para pria tampan yang rajin ya, ayolah cepat menikah supaya ada yang menghabiskan uang kalian," ucap Nayla sambil tertawa. Duo jomblo itu langsung berdehem, karena pada nyatanya nasibnya tak seindah wajah dan juga kariernya.
"Iya Nyonya, nanti jika aku menikah kalian harus datang." jawab Jupiter, padahal ia sendiri tidak tahu kapan dirinya akan menikah.
__ADS_1
"Tentu saja kalian harus mengundangku, oh ya kalian sudah mempunyai calonnya tidak. Jika belum punya, aku punya kenalan." ucap Nayla. Langsung saja Jupiter dan Alex saling pandang, gara-gara mendengar jika induk kuda poni ini akan mencarikannya calon istri.
Oh itu tidak boleh terjadi, bagaimana calon istrinya nanti jika yang merekomendasikannya orang aneh seperti induk kuda poni ini. Bisa-bisa masih satu spesies dengannya, mendadak planet dan meteor itu merasa takut dan merinding membayangkan calon istri mereka seperti Nayla.
"Tidak! Terima kasih Nyonya atas perhatianmu, aku akan mencari calon istriku sendiri," jawab Jupiter.
"Ahhh aku ragu, pria pemalu seperti kalian akan segera mendapatkan calon istri. Tapi ya sudah tidak apa-apa, carilah calon istri seusai dengan selera kalian,"
"Maksud anda kriteria," ralat Alex.
"Ahhh iya ... iya, ya ampun lidahku ini memang selalu keseleo saat bicara. Maaf ya ... " ucap Nayla, Alex dan Jupiter pun memahami ucapan Nayla yang memang terkadang ajaib untuk di dengar.
"Tidak masalah Nyonya," jawab Jupiter.
Di saat Nayla sibuk menyapa Alex dan Jupiter, Rheina malah sibuk terus menutupi hidungnya yang sudah terbungkus masker itu. Ia merasa benar-benar pusing karena mencium aroma parfum kedua pria tampan ini.
Padahal aroma parfum mereka sangat menggoda, dan maskulin. Hanya saja karena memang ada sesuatu yang salah dengan dirinya jadi membuat Rheina tidak nyaman.
"Nona, apa anda sakit?" tanya Alex, tapi Rheina menggelengkan kepalanya.
"Saya pikir anda sakit, anda terlihat tidak nyaman," ucap Alex.
"Iya, itu karena ... karena ..."
Bruukk...
"Rheina!!!" pekik Nayla yang terkejut karena menantunya tiba-tiba pingsan.
***
__ADS_1
Hayoo gimana nanti reaksi kuda poni yaahh... Uhh Mimin penasaran 😚😚😚