Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 23


__ADS_3

Rayan terlihat bingung dengan permintaan putranya itu, di satu sisi ia merasa kasihan pada putranya. Namun di satu sisi ia juga belum ingin Zayan mempunyai anak dulu, bukan Rayan tidak mengiginkan cucu tapi ia semuanya terjadi di waktu yang tepat saja. Mengingat anak dan menantunya itu masih sangat muda, dan pasti mereka belum siap untuk mempunyai anak.


Dan yang membuat Rayan semakin bingung adalah jika menantunya itu juga menginginkan hal yang sama. Ia akan merasa sangat bersalah jika menghalangi sepasang suami istri untuk bersama, apalgi pasangan itu adalah anak dan juga menantunya sendiri.


Sungguh Rayan dibuat pusing dengan semua ini, mungkin nanti saat pulang ia akan membicarakannya dengan Nara. Karena bagiamana pun juga Rayan butuh masukan dari istrinya itu, bagaimana baiknya untuk Zayan dan Zaira.


Jika Rayan di pusingkan oleh keinginan anaknya, lain hal nya dengan Zayan yang sangat senang karena keinginannya untuk tidur satu kamar dengan Zaira akan segera terlaksana.


"Aku sudah buktikan padamu Mickey kalau kita akan bisa tinggal satu kamar.... Asiknya malam ini," gumam Zayan. Meskipun Zayan merasa belum mencintai Zaira tapi entah kenapa ia selalu merasa nyaman bila didekat gadis yang menurutnya sangat galak itu.


***


Sore ini Zaira meminta ijin pada Zayan untuk menemui adiknya. Dan Zayan pun memberikan ijin pada Zaira, Zayan sangat tahu jika adik kakak itu saling menyayangi. Sebenarnya Zayan juga sama sekali tidak keberatan jika Zein tinggal bersama mereka, justru ia akan sangat senang karena dari dulu ia sangat menginginkan adik laki-laki.


Tapi karena Zein menolaknya Zayan sekeluarga pun tidak bisa melakukan apa-apa karena itu sudah menjadi pilihan Zein.


Tibalah Zein di kostan Zein, tapi adiknya itu ssepertinya belum pulang dari sekolahnya. Jadi Zaira memutuskan untuk menunggunya saja.

__ADS_1


Namun setlah satu jam lebih adiknya itu tak terlihat juga batang hidungnya. Zaira pun akhirnya menghubungi Zein tetapi tidak diangkat.


Ia pun kemudian mencoba menghubunginya lagi, dan pada dering kedua akhirnya Zein pun mengangkat panggilannya.


Tapi alangkah terkejutnya saat Zaira mendapatkan kabar jika adiknya itu berada di kantor polisi. Zein dituduh mencuri sebuah tas seorang pengusaha kaya yang berisi berkas penting katanya.


Tanpa berikir lama lagi Zaira langsung pergi menuju kantor polisi dimana adiknya itu berada sekarang. Zaira tidak percaya jika adiknya itu melakukan hal itu. Lagipula untuk apa ia melakukan itu semua, ia hanya seorang pelajar mana mengerti Zein tentang semua berkas-berkas itu.


Zaira sangat kesal karena taksi online yang ia pesan sangat lama karena terjebak macet. Akhirnya ia pun berjalan dan berharap jika di jalan nanti ia akan mendapat kendaraan.


Zaira berjalan dengan setengah berlari pergi ke kantor polisi, ia sangat khawatir pada adiknya itu. Ia pasti sangat ketakutan disana sendirian. Zaira berjanji jika akan memarahi habis-habisan orang yang sudah menuduh adiknya itu.


Zaira pun terkejut dan ia tidak punya waktu untuk menghindar lagi, ia terpaku berdiri disana.


"Aaaaarrggghh..."


Suara gesekan ban mobil pun terdengar jelas, karena mungkin mobil itu mengerem mendadak dengan sangat kencang.

__ADS_1


Zaira terjatuh, tepat di depan mobil yang barusan hampir saja menabraknya. Ia terdiam dan shock dan lututnya terasa lemas karena ia hampir saja tertabrak mobil.


Seseorang pun keluar dari mobil dan melihat ke rah Zaira, untuk memastikan jika orang yang barusan hampir ia tabrak tidak apa-apa.


"Nona, anda tidak apa-apa?" tanyanya dengan panik, sebenarnya ia kesal pada gadis yang menyebrang jalan ini tidak melihat situasi dulu. Tapi melihatnya shock, ia pun menjadi kasihan.


"Nona," panggilnya lagi.


"Tolong periksa jantungku, apa masih berada di tempatnya tidak? Aku takut posisinya bergeser," gumam Zaira.


"Apa!"


***


Like dan komentarnya Mimin tunggu 😘😘😘


Visual Zaira

__ADS_1



__ADS_2