Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 68


__ADS_3

Plak...


Suara tampar4n sangat keras menggema di seluruhnya penjuru ruangan, seorang gadis cantik kini tersungkur di bawah dengan memegangi pipinya yang terasa sangat panas. Bahkan ujung bibirnya terlihat sobek, dan semua itu ia dapatkan dari orang yang sangat ia cintai.


Ya, dia adalah Selena. Dia mendapatkan sesuatu yang sangat menyakitkan dari Jupiter. Sebenarnya Jupiter ingin melakukan lebih dari ini, akan tetapi jiwa kemanusiaannya masih menempel kuat dalam dirinya.


"Seharusnya aku mencekikmu, sampai kau kehabisan napas! Aku sungguh-sungguh tidak menyangka jika kau berani melakukan hal senekad itu Selena! Dimana akal sehatmu itu!!!" teriak Jupiter, bukannya menyesali semua perbuatannya. Gadis itu malah tertawa sumbang, seolah mengejek dengan apa yang diucapkan oleh Jupiter.


"Kau bahkan masih bertanya kenapa aku melakukan hal itu, dimana hatimu Jupiter! Aku sangat mencintaimu Jupiter, aku sangat mencintaimu!" teriaknya.


"Kau gila!".


"Ya, benar aku memang gila! Aku gila karenamu, tapi bahkan kau tidak menyadarinya. Kau sangat jahat Jupiter," ucapnya sambil terus menangis.


"Sayangnya aku tidak tertarik pada wanita sepertimu!" ucap Jupiter sambil mencengkram keras pipi Selena, kemudian mendorongnya. Tanpa mempedulikan Selena meringis kesakitan, bagi Jupiter rasa sakit yang di alami oleh Selena sama sekali tidak ada apa-apanya. Jika dibandingkan dengan apa yang Zaira apalagi Rheina.


"Jupiter!" pekiknya.


"Oh aku sampai lupa, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu," ucap Jupiter dan kemudian menjauhi Selena dan kemudian duduk di kursi yang ada di sana. Seolah sebentar lagi ia akan melihat pertunjukan.


"Alex! Persilahkan tamu agung kita untuk masuk, katakan kepada mereka jika Selena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mereka," ucap Jupiter dengan raut wajah yang tenang.


Derap langkah kaki mulai terdengar, ada beberapa suara dari langkah kaki itu. Sepertinya yang datang lebih dari satu orang karena suara langkah kaki itu terdengar cukup menggema di rumah ruangan yang kedap suara itu.


Mereka semua kini berdiri mengelilingi Selena, keempat pria itu melihatnya dengan tatapan menjijikkan. Tidak ada rasa kasihan ataupun simpati pada gadis yang kini terlihat terluka di pipinya akibat dari perbuatan Jupiter. Justru mereka ingin menambah lagi luka yang ada di sana.


Zayan berjongkok dan mencengkram pipinya dengan kuat, hingga ia meringis kesakitan. Namun, Zayan sama sekali tidak peduli.


Mereka yang datang adalah Rayan, Reyhan, Zayan serta Rafa. Mereka berempat ingin memberikan hukuman pada gadis yang sudah berbuat jahat pada Zaira dan juga Rheina.

__ADS_1


"Jadi kau gadis jahat, yang sudah berani mengusik hidupku dan juga berani menyakiti istriku! Bahkan kau hampir saja menghilangkan tiga nyawa sekaligus, apa kau manusia yang tidak punya hati!" tegas Zayan.


"Kenapa aku harus menggunakan hati kepada orang serakah seperti istrimu, dia sudah mempunyai suami tapi masih saja menggoda pria lain!" hardiknya tanpa merasa takut sedikitpun pada Zayan.


"Apa pria yang kau maksud adalah Jupiter! Istriku bahkan tidak tahu jika pria pujaanmu itu menyukainya. Dan kau bilang jika istriku menggoda pria itu. Dasar gila!" sentak Zayan.


"Aku ingin membuatmu seperti apa yang dirasakan oleh istriku! Tapi aku tidak mau mengotori tanganku dengan menyentuhmu!" Sentak Rafa yang geram melihat kelakuan gadis gila ini.


Selena malah tertawa seperti orang gila, merek semua malah semakin jijik melihat ke arah Selena.


"Kalian sangat aneh, bagaimana kalian bisa mencintai gadis-gadis jelek itu! Mereka lebih terlihat seperti seorang pengemis daripada terlihat seperti istri pengusaha. Kalian memang senang ya, menampung pengemis untuk kalian jadikan istri. Kalian keluarga Guntara memang keluarga rendahan!


Plak....


Satu tamparan keras mendarat lagi, kali ini dari Rayan. Ia benar-benar muak melihat wanita ini.


"Singkirkan wanita ini secepatnya, aku sudah muak!!!" sentak Reyhan.


"Jangan pernah berikan kesempatan apapun padanya, serahkan pada pihak berwajib dan biarkan dia membusuk di dalam sana!" ucap Rayan setelah itu, ia pun pergi meninggalkan tempat itu diikuti oleh Reyhan dan yang lainnya. Tinggalah Jupiter di sana yang memandangnya dengan jijik pada Selena.


"Selamat menjalani hidup baru mu Selena, semoga kau tidak pernah bahagia," ucap Jupiter dan menginjak tangan Selena, seperti apa yang dilakukannya pada Zaira.


"Aaaarrrrkkkhhhhh...." pekik Selena, kesakitan.


Jika Zayan mungkin tidak akan berani menyerang perempuan. Lain halnya dengan Jupiter, yang bisa menghilangkan hatinya jika ia sedang marah.


"Bereskan dia!" ucap Jupiter tanpa melihat ke arah Alex.


"Baik Tuan," jawab Alex

__ADS_1


"Jupiter .... Jupiter kau sangat tega padaku! Jupiter!!!" Selena terus meneriakan nama Jupiter, tapi Jupiter sama sekali tidak peduli dan terus berjalan keluar meninggalkannya.


*


*


*


Mendapatkan kabar jika Rheina tengah sadar, Rafa dengan segera pergi ke rumah sakit. Ada rasa haru yang mencuat di hatinya. Perasaan bahagia yang amat sangat karena ternyata istrinya sudah sadar. Akhirnya ... akhirnya Tuhan mendengar semua doa-doanya. Tuhan telah menyelamatkan istrinya.Hingga tak henti-hentinya ia terus mengucapkan rasa syukur padaNya.


"Rheina!" panggilnya, ia melihat Rheina tengah membuka matanya dan melihat ke arah Rafa. Di sana Rheina tengah ditemani oleh Nayla, karena Nara juga sedang menemani menantunya Zaira.


"Rafa sayang," panggil Nayla dan kemudian memeluk putranya itu. "Syukurlah Rheina sudah sadar sayang, syukurlah," ucap Nayla menangis.


Dokter masih memeriksa Rheina, dan pandangan Rafa tak lepas dari Rheina. Ia melihat Rheina hanya diam saja dan tidak bicara apapun. Dan itu membuat Rafa takut, ia takut jika Rheina tidak kembali seperti sediakala.


"Dokter," panggil Rafa.


"Iya Tuan,"


"Istriku tidak amnesia kan?" tanya Rafa, ia takut jika istrinya akan mengalami kehilangan ingatan seperti halnya pada sinetron yang selalu ia tonton, ia takut jika istrinya tiba-tiba melupakannya. Rafa tidak mau itu terjadi padanya. Ia bahkan belum nganu-nganu dengannya, Rafa tidak rela jika Rheina hilang ingatan.


"Tidak Tuan, istri anda tidak hilang ingatan," jawab dokter itu dengan tersenyum.


"Ahhh syukurlah, aku takut istriku lupa jika ia sudah menikah dengan pria tampan sepertiku.


***


Maafkan terlambat up ya, karena Minimnya masih gak enak badan 🤕😌

__ADS_1


__ADS_2