
Jupiter dan Zaira melihat ke arah orang yang menyentak ke arah Jupiter. Jika Zaira tersenyum ke arah orang itu, lain halnya dengan Jupiter yang menunjukkan tatapan tidak suka padanya.
"Zayan," panggil Zaira, untuk pertama kalinya ia sangat bahagia melihat suaminya.
"Pantas saja perasaanku tidak enak sedari tadi, ternyata memang ada makhluk luar angkasa yang terjebak di sini. Dan mengganggu Istriku!" ucap Zayan dengan sangat kesal, bagaimana ia tidak kesal jika pemilik pabrik bayi yang akan ia kunjungi nanti malam, telah diganggu pebinor dari luar angkasa. Sangat menyebalkan, membuat mood anak ayam rusak saja.
Aku kemari hanya ingin bicara dengannya," ucap Jupiter memandang Zayan dengan pandangan yang tajam.
"Menemui istriku begitu, tuan Planet atau meteor atau komet. Aahh atau kau satelit rusak yang terdampar di bumi dan mengaku sebagai planet!" ucapan Zayan sukses membuat makhluk luar angkasa itu pusing.
"Kau ini bicara apa?" tanya Jupiter menahan kesal.
"Ahhh kau ini, sudah tidak tampan tuli lagi!" ejekan Zayan sukses membuat Jupiter semakin kesal saja.
"Kau ... !!!" tunjuk Jupiter pada Zayan.
"Turunkan tanganmu atau aku patahkan!" hardik Zayan pada Jupiter. Kali ini wajah Zayan terlihat sangat serius, ia tidak akan kalah hanya untuk melawan seorang Jupiter saja.
"Kau pikir aku akan takut dengan ancaman mu, anak nakal! " ejek Jupiter.
"Aku bukan anak-anak, bahkan aku sudah sangat siap mencetak anak! Apa kau ingin bukti?" ejek Zayan, wajah manusia planet itu semakin memerah dan kini berubah seperti udang goreng mendengar kata mencetak anak. Jupiter adalah pria dewasa, tentu ia tahu apa yang di maksud oleh Zayan tentang apa itu mencetak anak. Apalagi kalau bukan main jungkat-jungkit atau nganu-nganu, atau main mendaki gunung dan melewati lembah. Di tambah acara minum susu murni yang menyegarkan dan menyehatkan badan.
"Astaga, lihatlah wajahmu itu hei! Kau terlihat seperti udang matang yang siap santap!" Zayan sengaja mengucapkan hal itu pada Jupiter sambil terbahak-bahak. Zayan sangat suka melihat Jupiter yang sangat cemburu pada Zayan. Entah kenapa Hati Zayan memang terasa sangat puas setelah mengejek Jupiter.
"Akan aku pastikan jika Zaira akan menjadi milikku!" ucap Jupiter dengan sangat yakin, jika ia memang akan mengambil Zaira dari tangan Zayan.
Mendengar ucapan Jupiter yang terdengar sangat serius, membuat Zaira mengeratkan tangannya pada lengan kokoh Zayan. Seolah ia meminta perlindungan suaminya. Zayan menyadari itu, menyadari jika jika Zaira tidak mau pada pria kurang tampan yang ada di hadapannya, dan hanya ingin dengannya. Sikap Zaira yang sederhana ternyata mampu membuat hati anak ayam di penuhi bunga-bunga cinta.
Dan tentu saja melihat, ekspresi makhluk planet itu membuat jiwa jahil anak ayamnya pun muncul. "Sayangku Zaira, kau tidak usah takut pada manusia planet itu. Karena ada pangeran tampan yang akan menjaga dan melindungimu," ucap Zayan mantap , seolah ia adalah super Hero yang akan menyelamatkan gadisnya dari serangan monster jahat. Dan pangeran ayam pun, langsung menarik pinggang Zaira agar dekat dengannya.
"Aku mulai mencium ada aroma-aroma hati gosong," ucap Zayan.
'Ahhh, kenapa suamiku tidak bisa bersikap waras sedikit saja,' gumam Zaira dalam hati. Ia merasa geli sendiri melihat kelakuan Zayan.
__ADS_1
Dan Jupiter, kini jantungnya terasa tengah seperti sedang bermain rollercoaster saat bicara dengan Zayan. Dimana kesehatan jantungnya di pertaruhkan di sini. Bagaimana tidak, dari tadi bahkan paru-paru Jupiter harus bekerja dengan keras karena napasnya terus memburu mendengarkan ucapan pangeran ayam ini.
Baru sebentar saja menghadapi Zayan, sudah membuat hati dan pikirannya lelah. Jadi untuk sekarang lebih baik Jupiter memutuskan untuk pergi. Dan merancang rencana bagaimana caranya ia memiliki Zaira seutuhnya.
"Zaira, sekarang aku akan pergi. Tapi tunggulah aku, aku pasti akan membawamu pergi dan menjadikanmu milikku!" ucap Jupiter dan kemudian pergi meninggalkan Zaira dan juga Zayan. Meskipun hatinya terasa sangat berat tapi untuk saat ini biarlah ia mengalah dulu.
"Kenapa kau malah pergi, ahhh kau tidak seru!" teriak Zayan, tapi Jupiter tidak menggubrisnya sama sekali. Ia tidak peduli pada ucapan Zayan, biarlah dia mau bicara apa.
"Zayan, ayo kita pulang!" ajak Zaira yang sudah semakin pucat. Zayan pun langsung menganggukan kepalanya. Baru saja mereka akan pergi. Terdengar Rafa memanggil mereka berdua.
"Zayan, Zaira!" panggilnya, melihat kedatangan anak kuda poni Zayan pun berdecak sebal. Karena sepupunya itu ternyata tidak bisa diandalkan untuk menjaga sang pujaan hatinya.
"Hei kuda poni, dari mana saja kau! Kau tinggalkan Istriku sendirian, apa kau tahu tadi Mickey diganggu oleh meteor itu!" hardik Zayan kesal. Bukannya marah Rafa hanya tertawa malu saja.
"Maaf, tadi perutku sakit jadi ya aku pergi dulu menemui panggilan alam," jawab Rafa sambil menggaruk kepala belakangnya.
"Apa!" jawab Zayan dak Zaira bersamaan.
"Astaga! Jadi sejak tadi aku menunggu anak kuda poni yang sedang bertelur! Keterlaluan!" kesal Zaira.
"Isshhh ... kau ini!" Zaira mulai meringis lagi.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Zayan khawatir.
"Aku mau pulang,"
"Baiklah, ayo kita pulang." ajak Zayan dan memberikan jaketnya pada Zaira. Hingga aroma parfum langsung masuk dan memanjakan indra penciuman Zaira.
Zayan pun menuntun Zaira, dan mengajaknya naik motornya. Ia sengaja membawa motor untuk menjemput Zaira. Agar nanti Zaira bisa memeluknya dari belakang dengan mesra.
"Jadi aku pulang sendiri?" tanya Rafa.
"Iya!"
__ADS_1
"Ahh baiklah," jawab Rafa, melihat Zayan dan Zaira. Mendadak jiwa jomblonya sudah lama tersimpan rapat kini meronta-ronta.
"Ahhh, aku jadi ingin menikah. Apa aku buat keributan saja ya seperti Zayan, supaya aku dinikahkan," gumam Rafa.
*
*
*
Saat sampai di rumah, Zayan langsung menggendong Zaira dan membawanya ke dalam kamar. Ia tidak tega karena istrinya itu sepanjang jalan terus meringis. Tapi saat Zayan akan membawanya ke dokter, Zaira malah menolaknya. Jadi Zayan mempercepat laju motornya saja agar lebih cepat sampai ke rumah.
Di rumah ia meminta pelayan untuk menyiapkan handuk hangat dan membuatkan minuman hangat untuk Zaira.
"Ini minumlah," ucap Zayan dan menyodorkan minuman hangat untuk Zaira.
"Terimakasih,"
"Apa kau yakin tidak perlu ke dokter?" tanya Zayan, sambil menyelipkan helaian rambut Zaira ke telinganya.
"Tidak usah, ini sudah biasa," jawab Zaira.
"Sudah baisa?" tanya Zayan mengernyit heran. Kenapa istrinya ini terbiasa sakit tapi tidak mau diperiksa. Sungguh sangat aneh pikir Zayan.
"Iya, karena setiap ada tamu bulanan perutku selalu sakit," jawab Zaira.
"Apa!" Zayan sangat terkejut mendengar kata tamu bulanan, Itu tandanya pabrik bayi belum bisa terbuka karena sedang dilanda banjir.
"Iya" jawab Zaira menunduk karena malu, harus jujur pada suaminya tentang rasa sakit yang ia rasakan saat ini.
"Oh ya ampun, torpedoku gagal meluncur," gumam Zayan lemas.
****
__ADS_1
Sabar Zayan, waktunya masih panjang 😌 awas anak kuda poni jangan nackal kamu ya, gara-gara pengen nikah 😑.