
Setelah tahu jika Jupiter menginginkan Zaira, sejak itu Zayan selalu berusaha untuk mengambil perhatian dari Zaira. Ia senang bermanja-manja pada Zaira dan selalu menginginkan apapun kebutuhannya harus lah Zaira yang menyiapkannya. Sangat merepotkan memang, tapi apa boleh buat Zayan tidak akan memberikan celah pada Jupiter atau pun planet - planet lainnya yang akan mendekati Zaira. Perempuan yang sudah ia nobatkan sebagai istri kesayangannya.
Saat ini Zayan tengah duduk di taman belakang rumahnya sambil memainkan ponselnya, entah apa yang ia mainkan yang jelas ia terlihat sangat fokus. Melihat ponselnya itu, Rafa yang akhir - akhir ini merasa kesepian pun mendekati sepupunya yang biasanya selalu menghabiskan waktu dengannya dari bangun tidur sampai tidur lagi (itu hanya perumpamaan 😁).
"Zayan, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Rafa dan kemudian Rafa pun duduk di samping Zayan.
"Aku sedang melihat chat seorang pebinor yang sedang menggoda istriku," jawab Zayan.
"Maksudmu?" tanya Rafa.
"Lihat ini! planet itu sedang menggoda Istriku, dasar planet genit! Apa di tempatnya tidak ada meteor yang bisa dia goda apa. Dia malah menggoda bintang hatiku! Perbuatannya itu membuatku esmosi tahu!" ucap Zayan kesal.
"EMOSI BUKAN ESMOSI! Dasar payah, bicara saja tidak benar, bagaimana bintang hatimu itu tertarik padamu," sanggah Rafa yang kesal dengan sepupunya ini.
"Apa aku tidak tampan?" tanya Zayan tiba - tiba. Rafa pun hanya melihat sekilas pada Zayan.
"Kau tampan tapi kau bodoh!" jawab Rafa dengan jujur.
"Apa kau bilang?! Berani sekali kau mengatakan jika aku ini bodoh, memangnya kau pintar?"
"Aku pintar tapi sedikit, maksudku kau bodoh adalah kau sudah tahu dan sudah jelas jika istrimu sedang di goda oleh si Saturnus itu, tapi kau malah diam saja!"
__ADS_1
"Bukan Saturnus tapi Pluto!"
"Nah itu dia," dua makhluk aneh sudah sama-sama mengganti nama orang tapi malah sama-sama mengiyakan walaupun itu salah. Memang sungguh luar biasa titisan anak ayam dan kuda poni ini.
"Maksudku begini, aku sedang membuat rencana yang sangat hebat untuk besok," ucap Zayan tersenyum licik.
"Rencana apa, aku ikut - aku ikut pokoknya!" Rafa sangat bersemangat membantu sepupunya ini.
"Memang kau harus ikut, lihatlah ini Saturnus itu ..."
"Kau bilang tadi namanya pluto, bagaimana kau ini," protes Rafa.
"Astaga, aku lupa siapa namanya. Kenapa tidak bulan saja namanya agar mudah diingat," ucap Zayan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Benar juga, kalau begitu namanya Pluto saja. Biar mudah diingat," saran yang sangat hebat dari seorang Zayan Guntara.
"Setuju... " jawab Rafa, entahlah dan dengan bodohnya sepupunya pun menyetujui saran Zayan yang tidak ada bagus - bagusnya itu.
"Besok, planet jelek itu akan mengajak istriku bertemu di sebuah restoran. Katanya bintang hatiku itu ingin mengucapkan terimakasih atas bantuannya, karena berkat planet jelek itu. Adik iparku tidak jadi ditahan polisi, padahal aku bisa lebih hebat dari itu. Sayangnya bintang hatiku saja yang tidak menyadarinya. Sudahlah mengingat itu membuatku tersungging saja," jelas Zayan.
"Tersinggung..." ralat Rafa.
__ADS_1
"Sama saja, hanya hurufnya saja yang tertukar! Diamlah aku sedang merencanakan sesuatu, aku takut lupa!" Zayan sangat sewot pada kuda poni ini. Namun, untungnya putra tampan dari Nayla ini masih bisa sabar menghadapi Zayan.
"Baiklah teruskan," ucap Rafa, Zayan kemudian menceritakan semua rencananya kepada Rafa, apa saja yang besok akan dilakukannya kepada Jupiter dan juga Zaira. Zayan sengaja tidak mencegah Zaira untuk bertemu dengan Jupiter. Karena ia ingin mengerjai Jupiter besok. Itulah tujuan utamanya, meskipun hatinya terasa panas namun ia mencoba untuk menahannya. Setelah menerangkan rencananya kepada Rafa tentang besok, Zayan pun pergi kembali ke kamarnya.
Seperti biasa saat di kamar, Zayan langsung memeluk Zaira. Yang sudah terbiasa dengan dekapan Zayan, sekarang ia hanya diam saja dan tidak memberontak.
"Zayan, besok aku akan bertemu dengan Jupiter untuk mengucapkan terimakasih padanya, tidak apa-apa kan?" tanya Zaira, yang memang tidak pernah berpikir hal lain tentang Jupiter.
"Boleh, tapi ada syaratnya," ucap Zayan.
"Apa?"
"Setiap hari kau harus menciumku, di sini," tunjuk Zayan pada bibirnya.
"Issh kau ini,"
"Mau tidak, kalau kau tidak mau aku akan menciummu dihadapan semua penghuni rumah!" ancamnya seperti biasa.
"Baiklah," jawab Zaira, karena ia tidak mau dicium sampai bibirnya bengkak dihadapan banyak orang.
"Bagus, dan sekarang aku minta Dp nya,"
__ADS_1
"Apa! Oh ya ampun,"