Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 71


__ADS_3

Setelah drama ayam goreng yang terjadi di sana, Alex dan Jupiter pun memutuskan untuk pulang setelah sebelumnya ia menjenguk Rheina. Untungnya saat menjenguk Rheina, di sana tidak ada drama apa pun dan berjalan dengan lancar.


"Tuan, Tuan Brama tadi menghubungi saya. Beliau mengatakan jika anda diminta datang ke rumah, karena ada sesuatu hal yang ingin dibicarakan," ucap Alex. Terdengar helaan napas dan berakhir decakan yang terdengar dari mulut pria yang sangat baik ini menurut Alex.


"Bagaimana, Tuan?" tanya Alex memastikan.


"Ada apa Pak Tua itu memanggilku, aku malas jika yang ia bicarakan tentang masalah pernikahan. Bahkan aku saja belum mempunyai calon pengantin perempuannya," jawab Jupiter.


"Tadi beliau hanya mengatakan jika ada hal yang penting saja, Tuan. Beliau tidak mengatakan apa-apa tentang pernikahan." tutur Max.


"Kita kesana sekarang saja, aku malas jika harus bertemu dengan Venus," jawabnya. Alex pun mengangguk mengerti, ia memang tidak suka jika ia bertemu dengan saudara satu ayahnya itu. Ya, Venus adalah adik dari ibu sambung Jupiter. Namun, hubungan keduanya kurang baik karena Salma ibu kandung Jupiter memang kurang menyukai Jupiter. Ia hanya ingin hidupnya dengan Brama dan juga dengan Venus saja yang menjadi keluarga lengkapnya. Salma tidak menyukai kehadiran anak sambungnya karena itu akan mengancam perusahaan milik Brama. Wanita itu sangat takut, jika nanti seluruh perusahaan dan saham milik keluarga Bramana akan jatuh ke tangan Jupiter. Sedangkan ia ingin semua perusahaan dan saham itu jatuh ke tangan Venus putranya.


Alex pun kemudian melajukan mobil itu menuju kediaman Bramana. Pria tampan ini sebenarnya sangat menyayangi ayahnya, tetapi kehadiran Salma di sisinya selalu menjadi tembok penghalang antara ayah dan anak itu. Jupiter sama sekali tidak keberatan jika ayahnya menikah lagi, akan tetapi seharusnya ayahnya menikah dengan wanita baik yang juga bisa mengayominya. Bukan seorang wanita yang terlihat ambisius dan ingin memiliki seluruh kekayaan milik keluarga Bramana. Namun, ternyata ayahnya dibutakan oleh cintanya kepada wanita bermuka dua itu.


Tak berselang lama, akhirnya Alex dan Juga Jupiter sampai di kediaman Bramana. Sebuah rumah mewah bak istana, tempat dimana ia dilahirkan. Sayangnya sudah sejak beberapa tahun terakhir ini, ia sangat jarang menginjakkan kakinya di rumah itu. Entahlah, meskipun ia sangat merindukan ayahnya. Namun, rasa malas selalu lebih mendominasi hati dan pikirannya.


Saat pertama menginjakkan kakinya di rumah itu lagi, ternyata banyak hal yang berubah di sana. Dan Jupiter yakin jika itu adalah berkat sang ibu sambung Salma. Mengingat nama itu membuat hati Jupiter menjadi bergejolak, dimana perempuan itu adalah orang yang membuat kesan masa kecil hingga masa dewasanya menjadi hal yang tidak menyenangkan. Dan sialnya hal tidak menyenangkan itu selalu menjadi kenangan buruk dalam hidupnya. Dimana ia selalu diasingkan di rumahnya sendiri, dimana ia selalu menjadi orang yang paling kesepian di sana. Tak ada tempatnya bersandar apalagi berbagi, di rumah besar inilah berbagai kenangan buruk hadir berseliweran dalam benaknya Jupiter. Kepingan- kepingan menyedihkan itu hadir bagaikan sebuah gambaran jelas dalam pikirannya saat ini.


"Tuan muda," panggil seseorang yang selama ini membuat hidupnya merasa sedikit berarti. Dia adalah kepala pelayan di rumah ini, dia adalah satu-satunya orang yang peduli terhadap Jupiter dan membuat Jupiter merasa disayangi dan juga dibutuhkan dia adalah Mario.

__ADS_1


"Pak Mario, apa kabar?" tanya Jupiter dan langsung memeluk pria yang seumuran dengan ayahnya itu.


"Kabar saya baik Tuan muda, anda kemana saja selama ini. Kenapa anda tidak pulang, saya sangat merindukan anda." ucapnya. Jupiter menghela napas kasar.


"Jika ada orang lain selain dirimu yang merindukanku, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk pulang."


"Memangnya kau tidak merindukan ayahmu ini, Jupiter?" tanya seseorang yang suaranya sudah sangat lama tidak Jupiter dengar, ya dia adalah Bramana ayah Jupiter. Yang seperti biasa wanita ular itu tidak pernah jauh dari ayahnya dan kini sedang menggandeng ayahnya dengan mesra.


"Ayah ..." panggil Jupiter. Bramana pun langsung memeluk putranya. Bagaimana pun juga Bramana sangat menyayangi anaknya, ia tahu hubungannya dengan sang istri memang tidak baik. Akan tetapi ia juga sangat mencintai istrinya hingga akhirnya ia tidak bisa memilih dan Jupiter lah yang mengalah dan pergi dari rumah ini dan mencari ketenangan hidupnya.


"Bagaimana kabarmu, Nak?" tanya Bramana ia melihat jika putranya ini semakin tampan, wajah teduhnya sangat mirip dengan almarhum istrinya dulu.


"Mario, siapkan jamuan untuk putraku," ucapnya.


"Dengan senang hati, Tuan." jawab Mario dan kemudian ia pun pergi meninggalkan mereka dan menyiapkan jamuan untuk tuan muda kesayangannya.


"Dia tidak pernah sebahagia itu menyambut Venus," tiba-tiba Salma berucap seperti tidak suka.


"Bukankah, akan sangat aneh jika seseorang yang yang tinggal di sini setiap hari akan tetapi harus di jamu seperti tamu?" ucap Jupiter dengan tatapan mengejek yang tidak ia tutup-tutupi. Seharusnya di sini Jupiter lah yang iri, karena selama ini ia selalu jauh dari ayah dan juga rumahnya. Bahkan ia tidak menikmati kemewahan yang ada di rumah ini. Padahal sebenarnya Jupiter juga memiliki hak yang sama. Akan tetapi Jupiter tidak pernah mengeluh sedikitpun. Ia masih bisa hidup mandiri dengan perusahaan yang ia bangun dar nol, meskipun itu juga berkat bantuan dari Bramana, setidaknya ia tidak bergantung pada kekayaan ayahnya. Seperti yang dilakukan oleh Salma dan juga Venus.

__ADS_1


"Sudah-sudah kita baru bertemu, jangan ada masalah. Ayo nak, ada yang ingin ayah bicarakan denganmu. Ini adalah sesuatu hal yang penting," ucapnya.


"Baiklah, Jupiter pun mengangguk dan mengikuti ayahnya ke ruangan keluarga. Dan diikuti oleh Salma tentunya, karena ia memang tidak tahu apa yang akan dibicarakan oleh suaminya ini kepada putra pertamanya itu. Bahkan kedatangan Jupiter saja membuatnya terkejut.


Apa jangan-jangan ini tentang perusahaan, bagaimana jika tiba-tiba Jupiter diminta menjalankan perusahaan miliknya. Lalu bagaimana nasibnya dan juga Venus. Oh tidak, sepertinya Salma kecolongan. Ia kini sedang merutuki kebodohannya, karena telah lalai mengawasi suaminya.


Mereka semua kini telah berkumpul, termasuk Alex yang selalu setia menemani Jupiter dimana dan kemana pun. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menjaga Jupiter dari orang-orang jahat seperti Salma dan juga Venus.


"Sebenarnya apa hal penting yang ingin ayah sampaikan?" tanya Jupiter. Bramana terlihat membetulkan posisi duduknya dan ia pun mulai menatap dalam pada putranya itu.


"Sebenarnya aku ingin kau mulai turun di perusahaan Papa, dan melanjutkan bisnis ini. Dan Papa juga ingin kau segera menikah Jupiter. Di saat kau menikah maka Papa akan memberikan perusahaan dan saham itu untukmu," ucap Bramana, yang terdengar seperti sebuah petir di siang hari di telinga Salma.


"Apa!" pekik Salma.


'Semoga Tuan Muda Jupiter tidak menolaknya, aku ingin sekali melihat nenek sihir dan tuyul itu tersingkir. Setelah apa yang mereka berdua lakukan pada Tuan mudaku yang lugu ini,' gumam Alex dalam hati.


****


Hari Senin waktunya vote ya ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š insyallah seminggu ini Mimin bakal Crazy up karena mau kebut buat tamatin cerita ini. Dan nanti bakal lanjut sama cerita Jupiter ๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก

__ADS_1


__ADS_2