Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 94


__ADS_3

Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Zaira pun kini sudah diperbolehkan untuk pulang. Ia pun disambut dengan hangat oleh orang - orang rumah karena mereka sudah tidak sabar ingin melihat bayi tampannya. Bayi tampan itu diberi nama Zavier yang berarti cahaya. Berharap ia bisa menjadi cahaya yang terang untuk keluarga Guntara.


Rayan dan Nara pun sangat antusias menyambut cucu mereka, mereka berdua tidak pernah menyangka jika mereka berdua akan menjadi kakek dan nenek dalam waktu yang singkat.


"Ya ampun lihatlah, Zavier ini sangat tampan sekali." puji Nara pada cucunya.


"Dia tampan seperti diriku," ucap Rayan. Nara hanya tertawa menanggapinya. Melihat Zavier, membuat Reyhan dan juga Nayla semakin tidak sabar ingin segera melihat cucu mereka.


"Aku jadi tidak sabar ingin segera melihat cucuku," ucap Reyhan.


"Aku juga sayang, cucu kita nanti pasti akan sangat bangga melihat kita berdua. Karena kita akan menjadi nenek dan kakek yang tampan untuk cucu kita nanti," ucapnya.


"Benar," jawab Reyhan. Rheina yang mendengar ucapan kedua mertuanya ini sangat bahagia. Di sini ia merasa sangat dicintai dan juga di hargai. Hal yang selama ini ia takutkan sama sekali tidak terjadi. Karena pada awalnya ia merasa, mungkin hidupnya akan berubah menjadi seperti artis sinetron ikan ngesod, dan bernyanyi jargonnya setiap hari. Ia sudah membayangkan jika nyanyian itu akan mengiringinya hari-harinya di rumah Guntara. Nyatanya, hanya rasa syukur dan nyanyian kebahagiaan yang ia rasakan selama ini.


"Sayang, jangan melamun. Jika sudah waktunya kau juga pasti akan melahirkan," ucapan Rafa membuyarkan lamunan kebahagiaannya.


"Aihh, kau ini aku bukan memikirkan hal itu. Tentu saja nanti aku akan melahirkan jika sudah waktunya. Justru aku takut kalau aku melahirkan sekarang karena belum waktunya!" sewot Rheina, yang masih menggunakan masker jika keluar dari kamar. Karena jika berada di kamar, cukup memeluk Rafa dan diam dalam dekapannya maka rasa mual itu akan hilang. Sungguh aneh memang tapi itulah yang terjadi.

__ADS_1


"Ohh jangan marah sayangku, aku jadi ingin itu-itu denganmu," ucap Rafa.


"Dasar kuda poni mesum," ejek Reyhan.


"Bagaimana dia tidak mesum, jika dia adalah putra tunggal kudanil mesum!" jawab Nayla.


Huft...


***


Hingga Nayla pun ikut mendampingi Rheina, karena melihat Rafa yang lemas duluan ia jadi tidak percaya, jika anaknya akan bisa menjaga istrinya.


*


*


*

__ADS_1


Di ruang bersalin Rafa hanya mampu duduk lemas sambil memegang tangan Rheina. Ia benar-benar tidak tega melihat Rheina kesakitan. Rheina menjerit bahkan menangis akan tetapi ia tidak bisa melakukan apa-apa. Baru pertama kali Rafa merasa jadi orang yang tidak berguna. Ia sangat sedih tapi bagaimanapun lagi.


Hingga setelah dua jam menunggu di ruang bersalin, pada akhirnya Rheina berhasil melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan. Tubuh yang tadi lemas langsung memiliki tenaga lagi, akan tetapi itu tidak lama karena setelah melihat Rheina mengeluarkan banyak darah, Rafa kembali lemas.


"Dasar kuda poni menyebalkan, apa kemampuanmu hanya mencetak anak saja! Kau sama sekali tidak berbakat menjadi ayah!" kesal Nayla.


"Momm!!!"


*


*


*


Jangan lupa mampir di karyanya bang Jupi-jupi nih, Mimin tunggu kedatangan kalian 😚😚😚


__ADS_1


__ADS_2