
Alex pun kemudian menceritakan pada Jupiter tentang kejahatan yang akan Selena lakukan pada Zaira. Dan tentu saja kabar itu membuat Jupiter terkejut, karena ia sangat tahu bagaimana Selena jika tidak menyukai sesuatu. Maka ia tidak akan segan-segan menyakiti bahkan menyingkirkannya.
Jupiter menjadi panik dan ia langsung menghubungi Zayan, Jupiter yakin jika Zayan mampu melindungi istrinya. Tapi sialnya Zayan tidak mengangkat panggilannya karena ternyata ponselnya tertinggal di kantor dan kini ia sedang di perjalanan menuju restoran dimana ia berjanji akan bertemu dengan Zaira.
"Sial! Dia tidak mengangkat panggilan dariku," ucap Jupiter panik.
"Saya akan hubungi perusahaan Guntara," ucap Alex dan langsung menghubungi perusahaan itu. Dan ternyata mereka mengatakan jika Zayan sedang pergi keluar. Dan sialnya mereka tidak tahu mereka pergi kemana.
"Astaga bagaimana ini," ucap Jupiter panik.
"Kita pergi ke kampusnya!" ucap Jupiter, Alex menganggukan kepalanya cepat dan gegas bergerak pergi ke kampus Zaira karena takut kalah cepat dengan suruhan orang Selena.
"Jangan panik Tuan, Nona Zaira pasti berada dalam pengamanan Tuan Zayan." ucap Alex mencoba menenangkan jupiter. Namun, nyatanya Jupiter malah semakin panik bukan malah tenang. Karena ia tahu jika Zaira pergi ke kampus hanya dilindungi oleh satu pengawal saja, karena Zaira tidak mau diikuti oleh banyak pengawal dan itu yang Jupiter tahu.
Sesampainya di kampus mereka pun mendapatkan kabar jika Zaira ternyata sudah pulang, Jupiter semakin dibuat frustasi dengan keadaan ini. "Tuan muda, Nona Zaira sedang dalam perjalanan menuju restoran Xxx," tiba-tiba Alex berucap.
"Dari mana kau tahu?" tanya Jupiter.
"Saya menghubungi Tuan Rayan Guntara, dan beliau bilang jika Zayan sedang keluar dan menuju sebuah restoran bersamaan dengan Rafa. Astaga kenapa Jupiter tidak berpikiran sampai kesana, kenapa tadi ia tidak bertanya saja pada Rayan atau yang lainnya. Di saat panik begini pikirannya memang tidak bisa berpikir dengan jernih. Coba saja dari tadi ia menghubungi Rayan maka ia tidak perlu membuang waktu seperti ini.
"Ayo cepat kita susul mereka!" ajak Jupiter, Alex pun dengan segera membawa mobilnya dengan kencang agar bisa sampai tepat waktu di sana.
Di tempat lain, Selena terus memantau anak buahnya tentang bagaimana rencananya untuk menyerang Zaira. Zaira bukanlah gadis yang mudah dikalahkan, istri dari Zayan ini adalah seorang wanita kuat yang tidak bisa dengan mudah dibuat tumbang begitu saja. Maka dari itu, Selena mempunyai cara lain yang lebih licik agar ia bisa menyingkirkan Zaira dengan mudah, bahkan tidak perlu membutuhkan banyak orang untuk melakukannya. Senyum licik pun terus mengembang di wajah cantik wanita jahat ini.
"Cepatlah aku sudah tidak sabar ingin mendengar kabar baik tentang perempuan sial4n itu!" ucapnya dengan tidak sabar.
"Baik Nona," jawab orang suruhan dari Selena itu.
*
*
*
__ADS_1
Sedangkan Zaira yang tidak tahu apa-apa, kini ia sedang menuju restoran dengan hati yang sangat senang begitupun dengan Rheina. Mereka berdua kini tengah merasa jatuh cinta pada suami mereka sendiri. Memang terdengar aneh, tapi begitulah kenyataannya. Mereka berdua sangat bahagia saat ingin bertemu dengan suami mereka saat ini.
Namun, ditengah perjalanan mobil yang Zaira tumpangi ternyata diikuti oleh beberapa mobil yang tidak mereka kenal. Kebetulan sekali jalanan yang Zaira lewati memang sepi dan tidak ada kendaraan lain selain mereka. Supir yang menjadi penjaga Zaira pun merasakan ada keganjilan, apalagi tiba-tiba salah satu dari mobil mereka menyalib mobil yang ditumpangi oleh Zaira.
"Nona, cepat hubungi Tuan Muda. Sepertinya ada yang tidak beres," ucap pengawal itu. Ia pun mulai menghubungi rekannya yang lain agar mengirimkan bantuan. Zaira pun mengangguk dan dengan cepat menelpon Zayan, tetapi tidak diangkat. Tentu saja ponsel Zayan tertinggal di kantor jadi ia tidak tahu jika Zaira menghubunginya. Di saat ia sedang panik, ponselnya pun berbunyi ia berharap panggilan itu dari Zayan.Namun, ternyata panggilan itu rupanya dari Jupiter. Zaira yang merasa takut pun langsung mengangkatnya, berharap pria itu bisa menolongnya.
"Zaira! Kau tidak apa-apa?" tanya Jupiter panik.
"Jupiter, aku ... Aaaarrrrkkkhhhhh!!!" Terdengar suara Zaira menjerit panik. Karena mobil yang ia tumpangi telah ditabrak dari belakang.
"Zaira!" panggil Jupiter.
"Jupiter tolong, sepertinya ada orang jahat dibelakangku," ucap Zaira panik.
"Kirimkan lokasimu sekarang juga! Aku akan kesana!" jawab Jupiter semakin panik.
"Zayan Guntara, bodoh! Di saat seperti ini dia malah tidak bisa dihubungi!" geram Jupiter.
'Aku dan anda juga bodoh Tuan, coba saja dari tadi kita menghubungi Nona Zaira. Kita tidak akan berputar-putar dan membuang waktu seperti ini. Memang sungguh sial, jika dalam keadaan panik otakku tidak berfungsi dengan baik!' Alex pun terus merutuki kebodohannya saat ini. Kenapa tidak dari tadi saja ia meminta Jupiter menelepon Zaira.
Zayan dan Rafa yang mendengar kabar itu pun menjadi panik, apalagi Zayan. Dengan bodohnya kenapa ia tidak membawa ponselnya tadi. Rafa dan Zayan pun segera melacak keberadaan Zaira.
Akan tetapi para penjahat itu rupanya tidak ingin membuang waktu, karena mereka tahu jika waktu mereka tidak lah banyak. Maka, dengan segera mereka pun menghantam lagi mobil yang di tumpangi Zaira. Mereka juga mengepung mobil itu hingga pada akhirnya mobil Zaira pun berhenti dengan terpaksa.
Tanpa basa basi mereka langsung memu kul kaca mobil itu sampai hancur dan menarik Zaira keluar.
"Lepaskan Nona Zaira!" ucap pengawal itu.
"Maaf, tapi kami tidak berminat untuk melepaskannya!" jawab salah satu dari orang-orang yang memakai topeng itu dengan tersenyum jahat. Zaira mencoba melawan, tapi mereka terlalu banyak hingga ia tidak bisa melakukan apa-apa.
"Siapa kalian?" tanya Zaira.
"Kau tidak perlu tahu siapa kami!"
__ADS_1
Mereka pun mulai menyakiti Zaira, dari menam par dan menyakitinya bahkan menginjak tangan mungilnya.
" Aaaaarkhhhh...!!!" Zaira menjerit kesakitan, tubuhnya terasa remuk wajahnya juga terasa perih dan kini tangannya pun terasa sangat sakit. Mereka benar-benar orang yang sangat jahat. Dan pengawal yang bersama Zaira, mereka pun tadi langsung menyerang nya hingga dia tidak sadarkan diri dengan luka parah di sekujur tubuhnya.
"Zayan... "lirihnya sambil menangis. Ia berharap jika suaminya kali ini datang dan menolongnya.
"Kita bereskan sekarang!" ucapnya dan mereka semua pun langsung naik kedalam mobilnya dengan segera. Oh tidak ... mereka akan menabrak Zaira hingga, orang-orang akan mengira jika Zaira mengalami kecelakaan.
"Tolong ..." lirih Zaira, sepertinya ia memang harus pasrah dengan keadaan ini, apa hidupnya hanya sampai di sini saja. Tangis Zaira semakin pecah, seketika bayangan wajah Zayan melintas dipikirannya. Zaira semakin menangis mengingat hal itu. Begitupun dengan wajah adiknya, ia bahkan belum mengucapkan selamat tinggal jika memang hari ini adalah hari terakhirnya.
Di saat yang bersamaan, mobil Zayan dan Rafa serta Jupiter hampir sampai di sana. Dari kejauhan mereka melihat Zaira sudah terkapar tidak berdaya. Dan sialnya, ada mobil yang sedang mengarah kepadanya.
"Tidak! Zaira!" teriak Zayan, Rafa dan juga Jupiter.
Oh Tuhan, mobil itu semakin mendekat. Mereka bertiga bergegas turun dari mobil dan berlari ke arah Zaira. Namun sayang mereka kalah cepat karena mobil itu hampir sampai kepada Zaira.
"Zayan, tolong ..." lirih Zaira dan....
Brukkk....
Mobil itu berhasil menabrak seseorang hingga terpental begitu pun dengan Zaira. Dan dengan cepat mobil.itu pun meninggalkan tempat itu
"Tidak!!!"
"Rheina!!!" teriak Rafa.
Ya Rheina yang sedang melakukan perjalanan ke restoran tak sengaja melihat Zaira sedang terkapar dipinggir jalan. Ia pun segera menghentikan mobil yang ia tumpangi, dan hendak menghampiri Zaira. Namun, ia sangat panik ketika melihat ada sebuah mobil yang mengarah pada Zaira. Maka tanpa berpikir lagi ia berlari dengan kencang dan menarik tubuh Zaira hingga Rheina lah yang tertabrak mobil itu.
"Rheina!!!" panggil Rafa dengan lemas, ia tak kuasa melihat tubuh kecil itu terjatuh dan bersimbah darah.
"Tidak!" Zaira yang melihat Rheina tertabrak pun langsung tak sadarkan diri.
****
__ADS_1
Maaf agak terlambat up nya karena aku nya lagi gak enak badan 🤕🤒