Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 60


__ADS_3

Di kamarnya Zayan dan Zaira merasa tak habis pikir dengan Rafa, bagaimana bisa ia melakukan hubungan tanpa ikatan dengan seorang gadis. Terlebih selama ini ia tidak pernah terlihat dekat dengan gadis mana pun.


Hanya saja memang akhir-akhir ini, Rafa memang selalu menghilang saat jam istirahat dan juga saat pulang dari kantor.


"Zayan, apa kau tidak aneh jika Rafa tiba-tiba ingin menikah?" tanya Zaira, yang kini sedang berada dalam pelukan Zayan.


"Tidak, apanya yang aneh. Mungkin saja selama ini gagang sapunya itu sudah tegang. Sampai-sampai ia memilih gadis itu untuk memuntahkan semuanya.


"Aihh, itu terlalu aneh untukku tahu!"


"Sudahlah, jangan pikirkan dia. Dia sudah dewasa dan juga ia tahu jalan mana yang akan ia tempuh, jika pernikahan ini membuatnya bahagia kenapa tidak dilakukan saja," jawab Zayan santai.


"Iya juga, yang penting Rafa bahagia,"


"Iya, maksudku seperti itu. Biarkan dia bahagia dengan caranya sendiri. Seperti kita, kita juga menikah tiba-tiba tapi kita juga bahagia kan?" Zayan kini melihat ke arah wajah istrinya yang sangat cantik itu.


"Iya aku bahagia, meskipun pada awalnya aku merasa tertekan dan juga tersiksa," jawab Zaira jujur.


"Hei apa maksudmu, kau tertekan dan juga tersiksa. Aku tersungging mendengarnya!" anak ayam ini sewot karena mendengar kejujuran istri tercinta, jika ia mengalami tekanan waktu awal-awal pernikahannya.


"Hei jangan marah dulu! Bagaimana aku tidak tertekan jika suamiku adalah pria yang hanya memiliki separuh otak saja," jawab Zaira.


"Apa! Aku Zayan yang sangat pintar dan tampan difitnah oleh istriku sendiri, sebagai orang yang mempunyai otak setengah! Oh ya ampun kau harus dihukum Zaira," ucapnya dengan sedih yang dibuat drama. Zaira hanya memutar bola mata malas saat melihatnya. Ia sangat tahu jika suaminya ini kini telah bermain drama.


"Hentikan drama mu itu, kau terlihat sangat menggelikan. Kadang aku selalu bertanya pada diriku sendiri, apa saat kau dilahirkan otakmu itu tidak tersangkut sebagian?"


"Oh ya ampun, kau benar-benar minta dihukum rupanya," ucap Zayan dan mengungkung istrinya.

__ADS_1


"Zayan kau bilang malam ini libur," rengek Zaira sambil mendorong tubuh Zayan yang sama sekali tidak bergeming sedikitpun.


"Liburmu aku cabut, dan sekarang kau harus menggantikan tugasku!" ucap Zayan dan membalikan posisi mereka, hingga tubuh Zaira lah kini yang berada di atas.


"Apa!"


"Cepatlah sayangku aku sudah tidak sabar," ucap Zayan dan mengecup bibir manis milik Zaira.


"Dasar anak ayam me sum!"


*


*


*


Semua rekan kerja Rheina sangat terkejut atas pernikahan Rheina dengan Rafa, mereka semua mengira jika Rheina adalah seorang yang menyamar jadi pegawai. Padahal sebenarnya ia adalah calon istri dari salah satu pewaris dari pemilik perusahaan tempat dimana mereka mencari nafkah.


Padahal yang sebenarnya adalah, Rheina bukanlah siapa-siapa. Dia adalah orang yang sangat beruntung karena bisa menikah dengan Rafasya Guntara, putra dari Reyhan Guntara. Entah apa sebenarnya yang ada dalam pikiran Rafa, hingga ia bisa dengan mudahnya mengajak seorang gadis lugu menikah, padahal selama ini banyak sekali wanita cantik yang selalu mendekatinya. Akan tetapi tak ada satu pun yang membuat Rafasya jatuh cinta, atau sedikit tergoda saja oleh mereka.


Kedatangan Rheina dalam hidupnya menarik perhatian Rafa, hingga ia memutuskan untuk menikah. Dan semoga saja jalan yang Rafa ambil ini tidaklah salah.


Acara pernikahan pun sudah selesai, kini semua para tamu undangan sudah pulang. Dan keluarga pengantin pun sudah masuk ke kamar hotel yang sudah disiapkan sebelumnya, begitu pun Zayan dan Zaira. Mereka juga menghabiskan malam panjang di hotel itu, mereka juga tidak mau kalah oleh pengantin baru yang sebentar lagi akan nganu-nganu.


Rheina baru saja selesai dari kamar mandi. Setelah acara pernikahannya tadi selesai, dengan segera Rheina cepat pergi mandi karena merasa tubuhnya itu sangatlah lengket dan juga tidak nyaman.


Kini Rheina sudah siap untuk tidur karena merasa tubuhnya sangat lelah, setelah seharian berdiri di pelaminan.

__ADS_1


Rafa pun sedang membaringkan tubuhnya yang juga terasa sangat lelah. Ia bahkan merasa sangat malas untuk mandi, tapi tak apa ia masih tampan dan wangi pikir nya.


Terlihat Rheina yang merasa serba salah, ia merasa canggung pada Rafa. Matanya sudah sangat mengantuk dan juga tubuhnya terasa sangat lelah. Akan tetapi untuk tidur di sebelah suaminya ia merasa malu dan juga canggung padanya.


Rafa yang menyadari jika istrinya kini sedang menatapnya pun langsung terbangun dan tersenyum ke arahnya.


"Eh istriku sudah selesai mandi rupanya," goda Rafa dengan mengedipkan matanya sebelah pada Rheina. Namun bukannya malu-malu kambing, justru istri kuda poni ini malah memasang wajah sebal pada suaminya ini.


"Oh ya ampun, wajahmu galak sekali. Tapi kau sangat seksi, apa kau sudah tidak sabar ingin menyentuhku, kura-kura manis ... " ucapnya sambil terbahak-bahak. Rheina yang yang tadinya merasa canggung pun menjadi semakin sebal pada suaminya ini.


"Iya benar, aku sudah tidak sabar! Aku sudah tidak sabar untuk mencekikmu!


"Ahhh ya Tuhan aku takut, aku mohon jangan cekik benda berharga milikku ini. Kau tahu setiap hari aku selalu memanjakannya. Kau jangan berbuat kasar padanya, aku mohon!" ucap Rafa sambil memegang gagang sapunya, seolah sedang melindungi pisang ambonnya dari gigitan kura-kura.


"Hei ... hei, memangnya siapa yang mau mencekik benda itu. Aku bahkan tidak mau memegangnya," ucap Rheina sambil bergidik ngeri.


"Benarkah, apa benar kau tidak mau memegangnya?" tanya Rafa.


"Iya, dan keputusanku sudah bulat. Aku tidak mau apa kau puas kuda poni!


"Baiklah, kalau kau tidak mau memegangnya. Maka aku membuat penawaran yang bagus,"


"Apa itu?" tanya Rheina penasaran, ia sedang berpikir apa Rafa akan mengajaknya berdiskusi untuk menikah kontrak. Seperti di novel - novel yang selalu ia baca. Jika ia maka ia kini sedang merasa menjadi salah satu tokohnya.


"Jika kau tidak ingin memegangnya, maka aku membuat penawaran yang bagus dengan melihatnya atau merasakannya," ucap Rafa tersenyum licik saat melihat Rheina.


"Apa!"

__ADS_1


__ADS_2