
"Tidak usah berteriak seperti itu! Kau membuat telingaku sakit," Zayan menggosok-gosok telinganya.
"Permintaanmu itu aneh dan tidak sederhana, aku tidak mau tidur satu kamar denganmu!"
"Permintaanku itu tidak aneh dan sangat sederhana, aku hanya meminta istriku untuk tidur satu kamar denganku. Jadi apa ya yang aneh?"
"Pokoknya aku tidak mau satu kamar denganmu,"
"Pokoknya kita tidur satu kamar, aku tidak mau tahu. Eh ... tunggu dulu! Aku tahu kenapa kau tidak mau satu kamar denganku." Zayan berkata sambil menatap Zaira dengan tatapan menyelidik.
"Sudahlah jangan membahas masalah ini lagi, kepalaku pusing jadi ganti topik saja," Zaira takut jika titisan anak ayam ini berkata yang tidak-tidak.
'Lihatlah wajah anak ayam itu, pasti dia sedang memikirkan hal yang tidak-tidak tentangku,' gumam Zaira dalam hati.
"Aku tahu yang ada dalam otakmu itu, kau pasti sedang membayangkan main kuda-kudaan denganku,kan? Ayo mengaku otak mesum!" Zayan melihat Zaira dengan tersenyum menyebalkan.
"A-apa! T-tidak, aku tidak berpikir seperti itu. Kau jangan asal menuduh ya," Zaira berkilah pada Zayan, karena sebenarnya ia memang berpikiran seperti itu, ia takut pabrik bayinya yang masih bersegel itu dipatuk titisan anak ayam.
"Dasar Mickey nackal, rupanya kau sedang membayangkan burung pelatuk miliku ya ... Astaga kau membuatku malu saja. Jangan-jangan selama ini saat kau memegang sangkarnya kau pun jadi membayangkan bagaimana isinya. Aaaahhh ... aku tidak menyangka kalau kau segenit itu," Zayan menggeleng-gelengkan kepalanya menatap Zaira sambil menutup tongkat ajaibnya dengan tatapan menyebalkan. Seolah ia takut jika Zaira akan menangkapnya saja.
Mendengar ucapan Zayan, sontak saja wajah Zaira langsung memerah karena menahan rasa malu dan kesal secara bersamaan. Zaira jadi mengingat-ingat mimpi apa ia semalam. Karena bisa-bisanya saat pagi ia mendapat tuduhan kejam dan fitnah dari titisan anak ayam.
__ADS_1
"Hei kau! jangan asal menuduh ya, aku tidak seperti itu. Enak saja kau menuduhku sembarangan!"
"Kalau kau tidak seperti itu maka buktikan,"
"Baik, akan aku buktikan kalau aku tidak genit dan juga tidak mesum. Mulai malam ini kita satu kamar, tapi ... "
"Tapi apa?" Zayan mengangkat satu alisnya melihat ke arah Zaira.
"Itu pun kalau orang tuamu mengijinkan," Zaira tersenyum menang dan kemudian pergi meninggalkan kamar Zayan. Zaira sangat tahu jika Rayan dan Nara belum mengijinkan mereka tidur satu kamar. Mereka berdua ingin anak dan menantunya fokus dulu pada kuliah mereka.
Karena jika mereka sampai mencoba ritual aye-aye, maka yang di khawatirkan adalah Zayan dan Zaira akan ketagihan seperti mereka berdua, yang selalu menginginkannya lagi dan lagi.
*
*
*
Setelah selesai sarapan mereka semua pergi untuk melakukan aktivitasnya masing-masing. Hari ini Zaira hanya pergi berdua dengan Rafasya. Maka dari itu Zayan memberikan nasihat panjang kali lebar pada Zaira.
"Ingat jangan genit dan jangan nakal pada sepupuku! Kau adalah istriku jadi jangan macam-macam pada Rafa. Biarkan dia mencari istri sendiri jika dia ingin punya pasangan! Jangan meniru adegan novel-novel yang suka selingkuh dengan saudara suaminya. Dan juga jangan nakal pada pria lain, atau kau tidak akan aku ijinkan untuk kuliah lagi!"Seperti itulah garis besar dari nasihat Zayan pada Zaira.
__ADS_1
"Dia bahkan lebih cerewet dibandingkan dengan ibu tiriku," gumam Zaira, ia sedang membayangkan bagaimana tadi Zayan memberikan pidato panjang padanya.
"Siapa? Maksudmu suamimu?" tanya Rafa, saat ini mereka berdua tengah berada di dalam mobil dan menuju kampusnya.
"Memangnya siapa lagi yang cerewet?" Rafa tertawa mendengarnya.
"Aku tahu dia itu sangat menyebalkan, tapi asal kau tahu saja dia sangat baik." tutur Rafa.
"Iya ... iya, setidaknya selama ini dia tidak pernah kurang macam-macam padaku," Zaira pun mengakui itu. Jika Zayan selama ini selalu menjaga dan melindunginya. Hanya satu yang membuat Zaira kesal, jika Zayan selalu bersikap konyol dan selalu menganggap jika dirinya adalah pahlawan bertopeng yang sangat keren.
"Baguslah kalau kau tahu, sainganmu itu banyak Mickey. Walaupun sebenarnya dia terlihat gila tapi justru di luaran sana banyak yang tergila-gila padanya. Aku sarankan jika kau tidak ingin menjadi janda, maka kejarlah cinta pria gila itu," Rafa mencoba memberi nasihat pada Zaira.
Benar juga dengan apa yang dikatakan oleh Rafa, jika banyak yang mengejar suaminya. Meskipun Zaira belum mencintai Zayan ia tidak mau jika suaminya direbut oleh orang lain. Karena jika itu sampai terjadi ia akan menjadi janda muda.
"Tidak, aku tidak mau menjadi janda!" teriak Zaira tiba-tiba. Hingga Rafa yang sedang menyetir terjingkat kaget.
"Astaga, Mickey kau membuatku kaget. Untung saja jantungku masih berada dalam tempatnya."
****
Like dan komen dong biar semangat 😚😚😚
__ADS_1