Dikejar Cinta Tuan Muda Gila

Dikejar Cinta Tuan Muda Gila
Bab 13


__ADS_3

Karena tidak ingin pusing akhirnya Rayan memutuskan untuk pulang dan membawa Zayan sekalian. Bukannya Rayan ingin lepas tanggung jawab, tapi Rayan ingin menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin. Karena jika Rayan terus berada di rumah itu bisa-bisa kepalanya meledak karena pusing mendengar ucapan Mirna


Dan Mirna serta Tama tidak bisa melakukan apa-apa karena tentu saja, kekuatan mereka berdua kalah jauh dengan orang-orang yang dibawa oleh Rayan.


Selama berada di dalam mobil ayah dan anak itu tidak bicara, keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing. Rayan berpikir apa benar burung milik anaknya sudah mulai ingin belajar terbang, jika itu benar itu sangat bahaya. Sedangkan Zayan berpikir bagaimana nasibnya jika ia menikah dengan Zaira gadis galak dan cerewet sudah pasti ia akan habis dimarahi olehnya setiap hari. Hari-harinya akan menjadi hari-hari yang berisik, dan jika Zayan membuat kesalahan pasti istrinya itu akan mengajaknya gulat. Mengingat jika Zaira itu jago beladiri. Astaga ... Zayan jadi merinding dibuatnya.


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka sampai di rumah kediaman Guntara. Kedatangan Zayan disambut haru oleh Nara, bagaimana pun juga Nara sangat menyayangi putranya itu.


"Zayan, kau kemana saja. Mommy khawatir sekali padamu." Nara memeluk Zayan, begitu pun juga dengan Zayan. Ia juga sangat menyayangi ibunya.


"Aku dari..."


"Dia ditemukan di kamar seorang gadis," ucap Rayan sambil duduk dan memejamkan matanya.


"Apa? Gadis? benarkah itu Zayan, katakan pada Mommy! Nara mulai emosi pada putranya ini.


"Iya itu hanya salah paham saja, Mom. " Zayan malah menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan duduk disamping ayahnya.


"Dad, jadi bagaimana menurutmu?" tanya Zayan, Rayan yang sedang memejamkan matanya pun langsung menatap wajah anaknya dengan tatapan lapar. Ia ingin sekali menelan putranya saat ini juga, kenapa dia sangat menyebalkan dan juga bodoh pikirnya.


"Kau bertanya padaku? Coba kau tanyakan sendiri pada gagang sapumu yang baru tumbuh itu. Apa semalam dia keluar dari sarangnya dan bermain cilukba!" Rayan mengeluarkan kekesalannya yang ia tahan dari tadi. Melihat Rayan marah bukannya Zayan takut, tapi Zayan malah tertawa terbahak-bahak. Pikirannya jadi berkelana jauh karena mendengar gagang sapunya bermain cilukba, bagaimana caranya pikir Zayan.

__ADS_1


Rayan yang melihat anaknya tertawa malah semakin ingin mengunyah titisan anak ayam ini.


"Tunggu dulu ada apa ini sebenarnya, apa maksudmu putramu itu sudah ... "


"Tanyakan saja pada telur ayam ini!" tunjuk Rayan pada anaknya yang sedang tertawa gila.


"Zayan katakan pada Mommy, apa benar kalau gagang sapumu itu sudah berbuat nakal dengan menerobos pabrik pencetak bayi?" tanya Nara. Sejenak Zayan pun menghentikan tawanya dan melihat ke arah Mommy nya yang sedang menatapnya dengan tajam.


"Pabrik apa? Aku tidak mengerti, kalian bicara apa sih dari tadi. Daddy bilang gagang sapu ku habis main cilukba, bagaimana caranya dia main cilukba? Apa dia harus keluar masuk lewat resleting!"


"Apa !!!" Rayan dan Nara serempak menjawab kebodohan putra mereka.


"Astaga sayang, aku sangat ragu putra kita sudah bermain ehem-ehem dengan seorang gadis, bahkan cilukba saja dia tidak tahu," bisik Nara.


"Benar," Nara mengiyakan.


*


*


*

__ADS_1


Tanpa memperdulikan ocehan Ayah dan juga ibu tirinya, Zaira pergi ke kampus. Ia sangat pusing karena mereka berdua memaksanya untuk meminta pertanggungjawaban dari Zayan.


Memangnya apa yang mau dipertanggungjawabkan, bahkan mereka tidak melakukan apa-apa.


"Kalau terjadi sesuatu, pasti ada rasanya,kan?" gumam Zaira, kini ia sudah berada di kampus ia sedang duduk di taman sambil merenung sendirian. Sampai tiba ada orang yang tiba-tiba mengejeknya.


"Wahh gadis ini memang terlihat lugu ya, tidak aku sangka ternyata dia penggoda," ucap seseorang padanya.


"Benar, bahkan dia tidak tanggung-tanggung langsung menggoda Zayan," sambung salah satu rekannya.


"Hei kalian bicara denganku?" tanya Zaira.


"Memangnya siapa lagi, bukankah hanya kau yang berani menggoda Zayan. Bahkan sampai mengajaknya tidur bersama,"


"Apa!!! Hei kau jangan bicara sembarangan aku tidak mengajak tidur siapapun. Dan siapa itu Zayan?" tanya Zaira yang memang ia belum tahu siapa itu Zayan. Dia hanya tahu jika pria yang semalam ia tolong adalah orang kaya, mengenai nama Zaira memang tidak tahu.


"Dasar tukang drama, bisanya cuma pura-pura," ejeknya dengan sinis.


"Aku benar-benar tidak mengerti, katakan sebenarnya apa kalian ada bukti jika aku tidur dengan pria yang bernama Zayan itu?"


"Kau lihat saja di aplikasi berwarna hitam itu, sangat jelas jika kau di grebek warga karena kau ketahuan mengajak seorang anak dari pengusaha sangat besar di negara ini untuk tidur bersama.

__ADS_1


"Apa! Oh tidak ...." Zaira mendadak lemas. Bagaimana ini bisa terjadi. Jika video saat pagi itu viral, maka habislah hidupnya.


__ADS_2